Connect with us
Army of the Dead Review
Netflix

Film

Army of the Dead Review: Film Zombie Penuh Rasa

Walau digadang-gadang penuh action, nyatanya Army of the Dead mampu berikan beragam rasa yang membuatnya patut ditonton.

★ ★ ★ ★ ★
★ ★ ★ ★ ★

Zack Snyder merupakan sutradara dan produser yang belakangan ini lebih banyak meng-handle film bertema superhero. Setelah berhasil dengan Zack Snyder’s Justice League beberapa bulan yang lalu, ia seakan kembali ke akarnya melalui film Army of the Dead yang tayang secara eksklusif di Netflix.

Army of the Dead merupakan film bertema zombie kedua yang disutradarai oleh Zack Snyder setelah Dawn of the Dead pada 2004 silam. Dibintangi oleh deretan aktor dan aktris dari berbagai penjuru dunia, film ini berkisah tentang Scott Ward, seorang tentara bayaran yang ditugaskan oleh seorang miliarder untuk mengambil uang di salah satu casino-nya. Bersama dengan rekan-rekan dan anaknya, ia berusaha menjalankan misi tersebut di Las Vegas yang sudah dikuasai oleh kawanan zombie yang cerdas.

Army of the Dead Review

Netflix

Premis dasar yang ingin diusung oleh Army of the Dead sendiri sebenarnya hanya kisah mengenai sekelompok orang yang berusaha menjarah brankas di tempat yang sudah dikuasai oleh kawanan zombie. Outcome yang akan muncul pun sangat mudah sekali untuk ditebak, sehingga tidak perlu berekspektasi besar kala menontonnya.

Akan tetapi, lore yang dimunculkan dalam Army of the Dead ini serasa dibangun dengan baik dan mendetail, baik dari sisi manusianya sampai ke kawanan zombie yang jadi obstacle utama di dalamnya. Oleh karena itulah, film zombie ini mampu hadirkan ragam rasa yang sekaligus memberikan pengalaman menonton lebih berkesan.

Sebagai film yang berfokus pada mayat hidup, Zack Snyder ingin membuat setiap zombie di sini lebih menarik dibanding film lain bertema serupa. Hal ini dibuktikan melalui kehadiran zombie-nya yang cenderung lebih organized layaknya sekte serta beberapa karakteristiknya yang unik. Tidak hanya itu, kemunculan beberapa zombie dengan kekuatan super yang diposisikan sebagai main antagonist menjadikan Army of the Dead tetap fun walau absurd di saat yang sama.

Di samping itu, sang sutradara juga tidak melupakan kepentingan dari beberapa karakter yang menjadi central figure pada Army of the Dead ini. Hampir semuanya memiliki latar belakang dan ciri khas, membuat kemunculannya terasa signifikan dalam penceritaan meski screen time-nya tidak terlalu lama.
Karakter-karakter yang menarik dalam film ini mampu ditampilkan dengan baik melalui akting cemerlang dari para pemerannya. Dave Bautista memang tampil apik yang berbeda dibanding film-filmnya yang lain, meski performanya di Army of the Dead ini bukanlah yang terbaik.

Akting terbaik di sini justru dapat dilihat melalui supporting cast, seperti Matthias Schweighofer dan Tig Notaro yang setiap kemunculannya mampu memberikan angin segar. Tanpa mereka berdua, film arahan Zack Snyder ini bisa berubah jadi sangat serius dan tidak fun sama sekali.

Sebagai salah satu passion project dari sang sutradara, aspek teknisnya pun tampak diberi perhatian ekstra dalam eksekusinya. Salah satunya yang paling kentara adalah sinematografi arahan Zack langsung yang lebih banyak bermain dengan over-head shot dan slow-motion, dua trait yang jadi trademark dari film-film arahannya.

Di samping itu, set design-nya yang berupa versi alternatif Las Vegas dapat tampil menawan dan terlihat nyata. Tidak hanya itu, sound design dan penggunaan soundtrack-nya juga mampu mendukung ragam momen dalam Army of the Dead secara keseluruhan.

Pada akhirnya, Army of the Dead adalah film popcorn yang mampu memberikan angin segar bagi film yang mengusung tema zombie. Selain itu, ragam momen menariknya mampu memberikan ragam rasa kala ditonton, terutama bila dinikmati pada layar lebar dengan resolusi tinggi dan audio yang mumpuni.

Click to comment

A Boy Called Christmas Review A Boy Called Christmas Review

A Boy Called Christmas Review: Tentang Harapan dalam Kemalangan di Hari Natal

Film

The Forgotten Battle The Forgotten Battle

The Forgotten Battle Review: Film Perang Dunia II dengan Tiga Sudut Pandang

Film

Hellbound Review Hellbound Review

Hellbound Review: Terbentuknya Distopia dari Teror Neraka di Bumi

TV

The Whole Truth Review The Whole Truth Review

The Whole Truth Review: Kebenaran di Balik Lubang Dinding

Film

Advertisement
Connect