Connect with us
All My Friends Are Dead
Netflix

Film

All My Friends Are Dead Review: Pesta yang Kacau di Malam Tahun Baru

Film yang menghibur, namun bukan film yang berbobot.

★ ★ ★ ★ ★
★ ★ ★ ★ ★

“All My Friends Are Dead” merupakan Netflix Original Movie terbaru yang rilis pada 3 Februari 2021. Film Polandia karya John Belcl ini menyajikan cerita bergenre thriller dan black comedy.

Menjelang malam Tahun Baru di musim dingin, sekumpulan anak muda sedang berpesta di sebuah rumah. Lebih dari sekedar pesta yang ramai dan semarak, ada banyak orang dengan tujuan masing-masing. Mulai dari pria yang berusaha menggoda wanita seksi, pemuda yang membawa pacar wanita dengan jarak usia lebih tua, pria lugu yang hendak melamar kekasihnya, perselingkuhan impulsif dan spontan, hingga pembunuhan yang tidak disengaja.

Film dengan tema ‘party goes wrong’ sudah banyak diadaptasi dalam industri perfilman. Meski sebagian besar tidak menuai rating tinggi maupun artistik dalam segi seni film; kita hanya ingin bersenang-senang dengan menonton film seperti “Project X” (2012) maupun “This is The End” (2013). Begitu juga dengan “All My Friends Are Dead” film ini memiliki energi yang cukup serupa dengan film-film komedi Hollywood tersebut.

All My Friends Are Dead

Netflix

Jangan Pertanyakan Tindakan dan Keputusan Bodoh Setiap Karakter

Mari kita tidak terlalu serius dalam mengkritisi film komedi satu ini. Sepertinya memang sutradara atau penulis film seperti ini tidak menargetkan keindahan dan estetika; mereka hanya ingin bersenang-senang.

Jika diobservasi, film ini juga tidak membutuhkan budget yang besar, dengan setting di satu rumah, dengan sekumpulan figuran, dan beberapa aktor Polandia yang tidak kita kenal. Kita akan menemukan karakter wanita seksi dengan kualitas akting effortless (in a bad way), dengan tindakan yang tidak bermoral dan hawa nafsu yang tak terkontrol. Begitu juga adegan paling ceroboh yang menjadi awal mula dari kekacauan besar yang menanti di akhir cerita.

Tak perlu berekspektasi akan moral dan logika yang semestinya, kita akan menemukan banyak kekonyolan dan kebodohan yang memang menjadi konsep dari film ini. Bukan poin yang bisa dibanggakan pada sebuah film. Akan ada cukup ada banyak adegan vulgar yang tidak bisa dibilang seksi dan steamy, justru cukup mengganggu dan terasa murahan.

Namun ada banyak dialog dan interaksi humoris yang memang patut diakui lucu dan akan mengundang tawa penonton. Itupun tergantung selera humor setiap orang. Jika tidak keberatan dengan dirty joke dan candaan yang menyinggung agama tertentu, mungkin film ini bisa jadi tontonan yang menghibur.

All My Friends Are Dead Netflix

Netflix

Banyak Karakter dengan Kisah Sialnya Masing-Masing

Tak asal menghadirkan karakter-karakter yang aneh dan tidak jelas, “All My Friends Are Dead” termasuk konsisten dan menciptakan penokohan yang jelas. Setiap karakter punya kepribadian, objektif, dan perkembangan karakter yang jelas. Satu hal kesamaan yang dimiliki setiap karakter adalah kesialan yang mereka alami.

Format ini cukup serupa dengan film “Death at The Funeral” (2007). Mulai dari seorang pemuda religius yang sedang mengalami krisis, pengantar pizza yang tidak dibayar-bayar dengan tekanan dari bos dan ibunya, wanita setengah baya seksi yang hanya ingin bersenang-senang, perempuan yang tertarik dengan astrologi dan pacarnya yang seorang rapper, dan masih banyak lagi. Setiap karakter juga pada akhirnya memiliki interaksi dan keterkaitan cerita yang menjadi satu.

Setidaknya Memiliki Plot dan Perkembangan Cerita yang Jelas untuk Disimak

Dengan segala keruyaman dan rentetan adegan yang terasa absurd cerobohnya, setidaknya naskah film comedy thriller ini memiliki plot kronologis yang masih bisa diikuti. Jika dianalogikan, kisah yang disajikan bagai sebuah kapal dengan kebocoran kecil yang semakin banyak, semakin membesar, hingga pada akhirnya terlambat untuk diatasi dan semua orang harus tenggelam dengan kapal tersebut.

Sebetulnya cerita sudah sangat tertebak, bahkan dari adegan prolog, kita sudah disuguhkan spoiler yang cukup mengurangi ketegangan pada film. Begitu juga melalui trailer promotional-nya, terlalu banyak yang sudah dibagikan sebelum kita menonton film ini.

Adegan prolog dan mendekati akhir film ini dengan dua karakter detektif yang dihadirkan juga terasa tidak signifikan untuk keseluruhan film. Ada epilog menarik yang secara teknis dipaksakan, namun cukup berguna untuk mengobati trauma kita sepanjang film.

“All My Friends Are Dead” memang bukan film yang artistik dan mengeksploitasi banyak adegan tidak bermoral. Namun cukup menghibur buat kita yang menyukai film pesta dengan komedi dan kekacauan.

Click to comment

A Boy Called Christmas Review A Boy Called Christmas Review

A Boy Called Christmas Review: Tentang Harapan dalam Kemalangan di Hari Natal

Film

The Forgotten Battle The Forgotten Battle

The Forgotten Battle Review: Film Perang Dunia II dengan Tiga Sudut Pandang

Film

Hellbound Review Hellbound Review

Hellbound Review: Terbentuknya Distopia dari Teror Neraka di Bumi

TV

The Whole Truth Review The Whole Truth Review

The Whole Truth Review: Kebenaran di Balik Lubang Dinding

Film

Advertisement
Connect