Connect with us
Valley of Tears Review
HBO

TV

Valley of Tears Review: Menceritakan Kembali Tragedi Perang Yom Kippur di Tahun 1973

Ketika Mesir dan Syria menyerang Israel bertepatan dengan Hari Raya Yom Kippur.

★ ★ ★ ★ ★
★ ★ ★ ★ ★

Valley of Tears merupakan serial televisi dari Israel yang didistribusikan oleh HBO Max. Serial ini hanya terdiri dari satu season dengan sepuluh episode di dalamnya. Episode pertama baru saja dirilis pada bulan November dan diakhiri dengan perilisan episode terakhir pada tanggal 7 Desember lalu.

Membawa kembali sejarah kelam perang dalam sebuah serial televisi bukanlah hal yang mudah. Sutradara Yaron Zilberman dan penulis naskah Ron Leshem harus mencari banyak referensi sejarah yang valid dalam serial ini, sehingga tidak ada peristiwa Perang Yom Kippur yang terlewatkan. Selain plot cerita yang mirip, latar tempat serta berbagai properti dalam serial ini juga dibuat semirip mungkin dengan sejarah masa lalu.

Valley of Tears

HBO

Valley of Tears berkisah tentang tragedi perang paling kelam dalam sejarah di Timur Tengah, yaitu Perang Yom Kippur. Serial ini menceritakan kengerian perang melalui berbagai sudut pandang para tokoh. Ketidakberdayaan tidak hanya dirasakan oleh para tentara perang, namun juga dirasakan oleh para warga sipil.

Kisah Perang yang Penuh dengan Aksi, Drama, dan Kengerian

Yom Kippur adalah hari raya yang dirayakan oleh umat Yahudi. Kumpul bersama keluarga besar merupakan kegiatan yang paling ditunggu-tunggu. Letnan Yoav Mazoz (Aviv Alush) berpamitan dengan rekan kerja serta anak buahnya di sebuah barak militer. Tidak sabar rasanya untuk segera pulang dan merayakan hari besar bersama sanak saudara.

Namun, seorang anggota tentara intelijen bernama Avinoam (Shahar Taboch) tiba-tiba berbuat ulah. Avinoam mengaku telah menguping percakapan tentara Syria tentang berita yang mampu menyulut kepanikan bagi kubu Israel. Nampaknya Mesir dan Syria akan melakukan serangan mendadak bertepatan dengan Hari Raya Yom Kippur.

Avinoam terus-menerus meyakinkan Yoav bahwa kabar serangan mendadak Mesir dan Syria bukanlah omong kosong. Sulit bagi Yoav untuk mempercayai rekan kerjanya karena tidak ada fakta lain yang memperkuat kabar buruk tersebut. Namun, sebuah serangan bom mendadak diluncurkan pada malam itu. Para anggota IDF (Israeli Defense Force) berhasil dikepung oleh para tentara Syria. Sebuah penyesalan bagi Yoav karena tidak mempercayai kabar yang telah disampaikan Avinoam.

Serangan pertama itupun memaksa seluruh anggota militer Israel untuk bersiap. Kepanikan tidak hanya dirasakan oleh para tentara, namun seluruh warga Israel ikut merasakannya. Pada malam hari itu, suara sirine terus berbunyi sebagai sebuah pertanda buruk. Hari Raya Yom Kippur yang penuh berkah dan rasa bahagia, nampaknya tidak dapat terwujud.

Valley of Tears

HBO

Serial Televisi dengan Budget Produksi Tertinggi di Israel

Valley of Tears dipilih sebagai serial televisi asal Israel yang menggunakan budget paling tinggi dalam produksinya. Hal tersebut sangat wajar jika dilihat dari kualitas setiap aspek dalam serial ini yang tidak main-main. Sebagai serial bergenre war, berbagai properti militer digunakan dalam Valley of Tears. Mulai dari properti kecil seperti senapan, sampai kendaraan perang seperti tank baja dipakai untuk membawa kembali atmosfer ketegangan Perang Yom Kippur ke layar kaca.

Selain untuk properti perang, budget paling besar digunakan untuk berbagai efek CGI. Ternyata, tank baja yang digunakan dalam adegan perang hanya berjumlah satu unit, namun dengan bantuan CGI, jumlah tank baja bisa diperbanyak. CGI juga terlihat digunakan saat adegan serangan yang dilakukan dari udara oleh pesawat tempur.

Adegan dalam serial ini paling banyak diambil dengan latar tempat padang pasir. Cahaya matahari yang terang, tanah yang kering, dan berbagai tanaman khas gurun menambah atmosfer gersang. Pemandangan para tentara gugur tergeletak dengan berbagai luka tembak menambah kegetiran yang dirasakan saat menyaksikan serial ini. Latar belakang suara tembakan, ledakan, dan sirine melengkapi sinematografi yang memperlihatkan sisi menyedihkan dari sebuah perang.

Valley of Tears

HBO

Serial ini memperlihatkan dampak perang melalui beberapa sudut pandang tokoh yang berbeda. Terkadang kita berfokus pada perjuangan Avinoam dan Yoav, lalu adegan berpindah ke tokoh Marco (Ofer Hayun) dan Alush (Imri Biton) yang berperang di tengah gurun bersama para tentara lain. Penonton seakan-akan diajak ikut berjuang bersama para tentara di bawah tekanan musuh.

Tentu saja, kualitas film ini semakin bertambah karena dibintangi oleh para aktor dan aktris yang sangat bertalenta. Aktor Shahar Taboch mampu memerankan karakter Avinoam dengan sangat menonjol dalam serial ini. Karakter Avinoam sangat kontras dengan karakter Letnan Yoav yang diperankan dengan baik oleh Aviv Alush.

Karakter Letnan Yoav yang pemberani dan berjiwa pemimpin mampu menyeimbangkan karakter Avinoam yang pintar, namun penakut. Selain itu, Valley of Tears juga dibintangi oleh aktris Joy Rieger yang memerankan karakter Letnan Dafna. Ia banyak beradu peran dengan aktor senior Lee Biran dan Maor Schwizer.

Tujuan Zilberman dan Leshem mengangkat kisah ini menjadi sebuah serial televisi adalah untuk mengedukasi penonton tentang buruknya dampak sebuah perang bagi suatu negara, khususnya bagi para penduduk. Bagi warga Israel, menyaksikan serial ini rasanya seperti membuka luka lama. Serial ini merupakan pengingat bagi para veteran Perang Yom Kippur, namun merupakan sebuah pelajaran bagi para pemuda.

Valley of Tears merupakan serial yang mampu mengedukasi kita tentang banyak hal, mulai dari sejarah perang sampai dengan hak asasi manusia. Berbagai emosi dapat kita rasakan ketika menonton Valley of Tears.

Click to comment
Advertisement
Cultura Podcast
Connect