Connect with us
The Whole Truth Review
Netflix

Film

The Whole Truth Review: Kebenaran di Balik Lubang Dinding

Horror Thailand yang lebih layak disebut film thriller kriminal.

★ ★ ★ ★ ★
★ ★ ★ ★ ★

“Ada tiga hal yang tak bisa disangkal, yaitu matahari, bulan, dan kebenaran,” ujar narator dalam pembuka film “The Whole Truth (2021). Sesuai namanya, film horor berdurasi 2 jam lebih ini mencoba membongkar kebenaran secara menyeluruh, terutama kebenaran mengenai kehidupan tokoh utamanya.

Sepuluh menit “The Whole Truth” dibuka dengan adegan Mai yang pamit bekerja kepada dua anaknya, Pim dan Patt. Beberapa menit setelahnya, adegan pun berjalan santai walau ada satu konflik yang tak terlalu krusial. Awal mula konflik pun muncul saat Mai mengalami kecelakaan lalu lintas.

Selepas kecelakaan itu, Pim dan Patt yang masih menunggu ibunya pulang kedatangan seorang pria tua asing. Pim dan Patt sempat ragu menerima sosok pria tersebut, sampai akhirnya si pria memperkenalkan diri sebagai kakek dari pihak ibunya. Sekilas, adegan Pim dan Patt saat menemui kakeknya itu mirip dengan salah satu adegan di film “The Visit” (2015).

The Whole Truth Review

Pim dan Patt pun lantas diajak ke rumah sang kakek. Di sana, sejumlah unsur horor pun tersaji. Mulai dari sajian musik yang agak mencekam saat Pim dan Patt sarapan, hingga kemunculan lubang misterius di rumah sang kakek. Dari lubang itulah, Pim dan Patt menemukan sejumlah hal-hal janggal yang memburai kebenaran yang terpendam selama 15 tahun.

Tak ada adegan-adegan jumpscare khas film horor di film ini. Semua unsur horor dihadirkan lewat kehadiran sajian music scoring-nya yang cukup mencekam. Ada pula sosok hantu yang sayangnya ditampilkan dengan efek visual yang menjijikan, terutama dari segi tampilan wajah dan efek muntahan darah yang berlebihan. Sosok hantu di film ini juga terkesan sebagai tempelan saja, alih-alih menjadi sumber segala kehororan di film ini.

Aspek paling horor justru muncul dari perilaku dari beberapa tokohnya, yaitu kakek dan nenek dari Pim dan Patt, serta Mai. Ketiganya menyimpan misteri tersendiri yang kelak dibongkar lewat sejumlah plot twist, dimana misteri dari ketiganya jauh lebih seram ketimbang hantunya. Sepertinya film ini lebih cocok disebut film thriller kriminal dengan hantu sebagai pelengkap, alih-alih menjadi film horor.

The Whole Truth

Sejumlah plot twist coba disajikan film ini, terutama dari pertengahan hingga film menuju usai. Walau mampu memberi kejutan, semua twist tersebut terlalu didramatisasi dan over-duration. Mungkin akan lebih baik jika tiap twist-nya disajikan lebih efektif dengan durasi yang pas. Kehadiran subplot soal skandal video Pim menjadi kekurangan lainnya di film horor ini. Sub-plot tersebut tak memberi pengaruh signifikan terhadap keseluruhan cerita filmnya, sehingga tak jadi masalah andai subplotnya dihilangkan begitu saja.

Akting tiap tokohnya tak banyak memberi kesan kuat. Satu-satunya yang cukup menonjol adalah pemeran tokoh Wan (nenek dari Pim dan Patt) yang mampu menipu penonton. Tokoh tersebut digambarkan sebagai sosok pengidap demensia. Pada film horor biasa, tokoh seperti Wan akan dijadikan unsung hero yang menyelamatkan para tokoh utamanya dari situasi-situasi mencekam. Di “The Whole Truth”, Wan justru menjadi salah satu antagonis di film ini.

“The Whole Truth” berhasil menjadi film horor yang kehilangan arah lewat sejumlah treatment-nya yang bermasalah, mulai dari subplot yang tak perlu sampai kehadiran hantunya yang menjijikan dan jadi tempelan belaka. Untungnya, film ini masih tertolong berkat aspek properti dan visual tempatnya yang proper, serta konklusi menuju akhir yang cukup memuaskan. Kalau penasaran dengan film ini, silakan akses di layanan Netflix.

Click to comment

The Social Dilemma The Social Dilemma

Bagaimana Netflix Telah Mengubah Trend Film Dokumenter

Current Issue

Jurassic World Dominion Jurassic World Dominion

Filosofi Dari Jurassic Park Series

Entertainment

Adam by Eve: A Live in Animation Adam by Eve: A Live in Animation

Adam by Eve: A Live in Animation Review

Film

Into The Wild Into The Wild

Into The Wild Review: Biopik Perjalanan Christopher McCandless yang Penuh Refleksi

Film

Advertisement
Connect