Connect with us
The Wailing: Kekuatan Mistis yang Meneror Sebuah Desa
The Wailing (2016)

Film

The Wailing: Kekuatan Mistis yang Meneror Sebuah Desa

Ketika nalar dan iman manusia dipertanyakan.

★ ★ ★ ★ ★
★ ★ ★ ★ ★

The Wailing merupakan sebuah film bergenre horror misteri yang berasal dari Korea Selatan. Film ini dirilis pada tahun 2016 dan mendapatkan banyak sekali penghargaan sejak perilisannya. Na Hong-jin sebagai sutradara sekaligus penulis naskah melakukan pekerjaan yang sangat baik dan patut mendapatkan segala pujian yang diberikan.

Tidak seperti kebanyakan film horror yang sering kita temukan, The Wailing tidak menjual adegan jumpscare untuk memicu rasa takut. Namun, hal tersebut tidak membuat film ini jauh dari kesan menakutkan, apalagi ketika Na Hong-jin memilih unsur kekuatan gaib dan shamanisme alias perdukunan yang sukses menghantui para penonton sampai film berakhir.

The Wailing Review

Misteri Pembunuhan yang Berujung pada Sebuah Kisah Mistis

Film dimulai dengan adegan seorang polisi bernama Jong-goo (Kwak Do-won) yang terbangun di pagi buta. Dengan tubuhnya yang tambun dan sifat malas-malasan, ia bersiap untuk menjalankan sebuah investigasi kasus pembunuhan yang baru saja terjadi di desa tempat tinggalnya, yaitu Desa Gokseong.

Alih-alih segera pergi ke tempat kejadian perkara, Jong-goo masih sempat sarapan pagi bersama keluarganya. Telat dan tidak disiplin adalah kebiasaan yang sering kali dilakukan oleh Jong-goo.

Diketahui sepasang suami-istri dibunuh oleh kerabatnya sendiri. Kasus pembunuhan tersebut ternyata merupakan sebuah awal dari rentetan kasus pembunuhan lainnya. Jong-goo menyadari pembunuh dalam setiap kasus memiliki gelagat yang identik, yaitu sakit jiwa dan memiliki luka bintik-bintik penuh nanah di sekujur tubuhnya. Jong-goo yang awalnya menganggap kasus ini merupakan kasus pembunuhan biasa, akhirnya mulai berprasangka bahwa ada yang tidak beres dengan Desa Gokseong.

The Wailing Review

The Wailing Review

Hasil diagnosis dari para pelaku pembunuhan akhirnya muncul. Sebuah zat asing ditemukan dalam darah setiap pembunuh. Diketahui bahwa zat tersebut ditemukan juga pada spesies jamur yang ada di tempat tinggal para tersangka.

Bagi Jong-goo, setidaknya penjelasan jamur penyebab kegilaan lebih masuk akal dibandingkan isu dan asumsi para warga yang menyebut bahwa kasus ini merupakan ulah dari seorang pria Jepang (Jun Kunimura) yang tinggal menyendiri di tengah hutan dekat Desa Gokseong.

Walaupun awalnya tidak percaya, Jong-goo akhirnya mulai ikut mencurigai gelagat si pria Jepang. Sebuah investigasi dilakukan oleh Jong-goo ketika makin banyak keganjilan yang terjadi di desa itu, termasuk keganjilan yang menimpa anak perempuannya sendiri, yaitu Hyo-jin (Kim Hwan-hee). Anaknya tiba-tiba jatuh sakit dan bergelagat aneh. Jong-goo semakin panik ketika ia melihat ruam dan bintik-bintik bernanah di tubuh Hyo-jin.

The Wailing Review

Well Go Entertainment

Atmosfer film yang awalnya sedikit menghibur dengan lawakan dan perilaku lucu Jong-goo, lama-lama berubah menjadi semakin gelap dan menegangkan. Firasat buruk ikut kita rasakan ketika Jong-goo mendatangi rumah si pria Jepang di tengah hutan. Sebuah ruangan dipenuhi oleh foto-foto korban, kepala kambing, lilin-lilin, dan alat ritual lainnya. Rumah tersebut lebih cocok disebut sebagai tempat pemujaan.

Mampu Menggambarkan Kelemahan Manusia

Setelah melihat keadaan rumah si pria Jepang dengan mata kepalanya, Jong-goo mulai meragukan kemampuan nalarnya sendiri. Ia menyetujui ide ibu mertuanya untuk mengundang seorang cenayang terkenal bernama Il-gwang (Hwang Jung-min) untuk melakukan ritual pengusiran roh jahat dari tubuh puterinya. Jong-goo bahkan rela membayar mahal cenayang itu.

Saat kedatangan cenayang inilah plot cerita dalam The Wailing mulai membingungkan. Sama seperti Jong-goo, penonton dibuat ragu setiap kali dihadapkan pada sebuah pilihan. Hal tersebut sesuai dengan tema yang ingin diangkat dalam The Wailing, yaitu keraguan dan kelemahan hati seorang manusia. Dalam film ini, keimanan dan nalar setiap karakter diuji dengan munculnya sosok iblis yang menyesatkan, memfitnah, dan mencelakai makhluk lemah dan labil bernama manusia.

The Wailing Review

Courtesy of 20th Century Fox Korea

The Wailing merupakan sebuah film yang menyajikan misteri di balik misteri yang mampu menimbulkan banyak pertanyaan bagi penonton. Plot yang sengaja dibuat membingungkan membuat penonton diajak tahan untuk fokus pada cerita walaupun durasi film ini cukup panjang, yaitu 156 menit.

Shot kamera yang tenang memberikan kesan berbeda dari film horror biasanya. Efek latar tempat yang gelap sangat kontras dengan keindahan Desa Gokseong yang dikelilingi oleh pegunungan. Namun, hal tersebut sukses memberikan atmosfer bagi Gokseong sebagai desa yang sedang terancam oleh kekuatan magis.

Kualitas akting para pemeran dalam film ini ikut mendukung kecerdasan film The Wailing. Kwak Do-won mampu memerankan tokoh Jong-goo yang awalnya digambarkan sebagai tokoh polisi yang jenaka dan ceroboh menjadi seorang ayah yang dipenuhi rasa amarah dan tidak berdaya di akhir film.

Jun Kamiura yang memerankan sosok pria Jepang mampu memberikan kesan misterius walaupun hanya sedikit dialog yang keluar dari mulutnya. Tentu saja, kualitas akting paling menawan dalam film ini muncul dari seorang aktris muda bernama Kim Hwan-hee. Penonton mampu dibuatnya bergidik ngeri saat ia memerankan Hyo-jin, khususnya saat roh jahat merasuki tubuh gadis kecil itu.

Film ini mampu membenamkan penonton dalam misteri penuh teka-teki. Bersama dengan para karakternya, kita dibuat bingung dan tersesat dalam segala persepsi.

Akhir dari The Wailing mampu memberikan jawaban, namun sekaligus meninggalkan penonton dengan lebih banyak pertanyaan. Dengan segala misteri dan kengerian yang disuguhkan, The Wailing wajib dinikmati oleh para penggemar film bergenre horror.

Click to comment
Advertisement
Cultura Podcast
Connect