Connect with us
The Harder They Fall

Film

The Harder They Fall Review: Sajian Western dari Jeymes Samuel

Film panjang pertama Jeymes Samuel yang potensial.

★ ★ ★ ★ ★
★ ★ ★ ★ ★

Empat tahun setelah merilis film pendek “Jay Z: Legacy” (2017), Jeymes Samuel kembali duduk di kursi penyutradaraan. Tak tanggung-tanggung, musisi dengan nama panggung The Bullitts itu langsung merilis film panjang dengan judul “The Harder They Fall”.

Film bergenre western ini mengisahkan upaya balas dendam Nat Love (Jonathan Majors) kepada bos kriminal bernama Rufus Buck (Idris Elba). Rufus sendiri adalah sosok yang telah membunuh kedua orangtua Nat sewaktu ia kecil. Nat tidak menuntaskan dendamnya sendiri, Ia ditemani rekan-rekan segengnya, serta Mary (Zazie Beetz) sang pacar yang sempat ia abaikan.

Pada film “The Harder They Fall”, Jeymes tak hanya duduk di kursi penyutradaraan saja. Ia pun juga terlibat dalam proses penulisan naskah dan music scoring untuk film berdurasi 139 menit itu.

The Harder They Fall

Netflix

Pengaruh Quentin Tarantino yang Kuat

Pengaruh Quentin Tarantino begitu kuat di film ini. Beberapa unsur “Tarantino-esque” bisa ditemukan di sini. Mulai dari trunk shot di beberapa scene, pergantian babak, sampai lagu yang selalu muncul tiap babak berganti.

Walau banyak pengaruh “Tarantino-esque”, Jeymes tetap mencoba memberi pembeda di filmnya. Alur cerita yang lebih linear, serta cast aktor yang mayoritas berkulit hitam adalah dua pembeda yang coba diberikan Jeymes.

Alur Linear yang Lambat

“The Harder They Fall” menggunakan penulisan alur yang linear. Tidak ada flashback yang mengganggu alur cerita, serta plot twist yang mengejutkan di film ini. Penulisan semacam itu bikin film ini punya fokus yang jelas.

Sayangnya, alur ceritanya dibawakan dengan flow yang lambat. Khususnya pada satu jam pertama. Beruntung, satu jam terakhir film ini flow-nya mulai naik berkat kemunculan konflik dan sejumlah adegan baku tembak.

The Harder They Fall Review

Netflix

Trunk Shot Khas Tarantino dan Tipografi dengan Font dan Warna yang Variatif

Salah satu pengaruh Tarantino yang ada pada “The Harder They Fall” adalah penggunaan trunk shot. Bagi yang belum tahu, trunk shot adalah teknik pengambilan gambar yang dilakukan dari bawah. Trunk shot pada “The Harder They Fall” sendiri bisa ditemukan di beberapa scene yang menggambarkan sosok Nat Love dan beberapa karakter di film ini.

Pengaruh Tarantino lainnya yang juga jadi ciri khas film ini adalah penggunaan tipografi. Pada kemunculan judul serta pergantian babak, penonton bakal menemukan penulisan judul dan babak dengan menggunakan tipografi.

Tipografi yang dipakai sendiri tersedia dalam berbagai macam font dan warna. Hal tersebut bikin film ini jadi menarik secara visual.

Pemilihan Musik yang Tidak Klise

Terjun langsung sebagai music composer, Jeymes Samuel berhasil membuat sajian musik tak biasa untuk “The Harder They Fall”. Pemilihan musik pada tiap pergantian menjadi bukti sahihnya. Musik dari berbagai macam genre bisa ditemukan pada tiap babaknya. Mulai dari jazz sampai reggae.

Ansambel Cast yang Solid

“The Harder They Fall” mayoritas memakai aktor berkulit hitam. Tiap aktornya mampu menciptakan performa terbaiknya. Jonathan Majors, Idris Elba, Regina King, dan Zazie Beetz tampil konsisten selama film ini berjalan.

Kredit spesial ditujukan untuk Daniella Deadwyler. Aktris kelahiran 3 Mei 1982 itu berhasil memerankan sosok Cuffee yang jauh muda darinya.

Jeymes Samuel berhasil menjadikan “The Harder They Fall” sebagai sajian western yang beda dan potensial. Sayangnya, flow yang terlalu lambat pada satu jam pertama bikin sebagian penonton agak susah menikmati film ini secara keseluruhan.

Interview With the Vampire Interview With the Vampire

Interview With the Vampire Review: Kisah Vampir Berjiwa Manusia

Film

Film Tentang Pencurian Data PribadiFilm Tentang Pencurian Data Pribadi Film Tentang Pencurian Data PribadiFilm Tentang Pencurian Data Pribadi

Film Tentang Pencurian Data Pribadi

Cultura Lists

Angele Review: Saat Pop Star Belgia Kembali Menemukan Jati Dirinya

Film

The Power of the Dog The Power of the Dog

The Power of the Dog Review: Toxic Masculinity dan Balas Dendam Tersembunyi

Film

Advertisement
Connect