Film

The Big Short: Ketika Segelintir Orang Bertaruh di Tengah Krisis Ekonomi

Drama komedi tentang para investor yang meraup keuntungan dari krisis ekonomi 2008.

“The Big Short” (2015) menjadi salah satu karya sutradara Adam McKay yang banyak menyabet berbagai penghargaan, termasuk penghargaan bergengsi seperti Academy Awards for Best Writing dan BAFTA Award for Best Adapted Screenplay.

Film ini merupakan adaptasi dari novel biografi Michael Lewis yang berjudul “The Big Short: Inside the Doomsday Machine” (2010) yang bercerita tentang latar belakang terjadinya krisis ekonomi AS tahun 2008. Seperti yang kita tahu krisis ekonomi 2008 menjadi krisis ekonomi AS terparah semenjak era ‘Great Depression’ tahun 1929 – 1939.

Adam McKay dan Charles Randolph sebagai penulis naskah berhasil meramu kisah biopik yang sebenarnya cukup berat dan teknis, menjadi lebih dramatis dengan sentuhan komedi khas Adam McKay.

The Big Short

Bertaruh di Tengah Krisis Ekonomi 2008

“The Big Short” bercerita tentang latar belakang krisis ekonomi 2008 di AS yang telah menciptakan efek domino ke seluruh perekonomian dunia. Pada awal film ini dijelaskan bahwa krisis ekonomi 2008 utamanya disebabkan oleh perdagangan surat-surat berharga di sektor properti AS dalam jumlah besar. Hal ini mengakibatkan beberapa bank di AS mengabaikan berbagai risiko pasar.

Film ini menyoroti beberapa investor dan analis keuangan yang telah memprediksi terjadinya krisis ekonomi di AS karena adanya kebijakan ‘sub-prime mortages’. Salah satu yang memprediksi kejatuhan ekonomi AS adalah Michael Burry (Christian Bale), seorang analis keuangan sekaligus pemilik Scion Capital. Karena merasa terdapat peluang sebelum krisis ekonomi melanda, Ia melakukan ‘short selling credit default swap’.

Sederhananya, Michael Burry bertaruh dengan cara meminjam saham untuk pasar properti AS ke beberapa perusahaan sekuritas dan berharap harga saham itu akan anjlok. Teknik semacam ini kerap dilakukan para investor dengan tingkat resiko yang tinggi.

Ide gila ini populer dengan istilah ‘bet against the market’, hingga terdengar ke telinga investor lain, salah satunya Jared Vennet (Ryan Gosling) yang akhirnya membuat kesepakatan dengan manajer investasi Michael Baum (Steve Carrel). Di lain tempat, ide untuk bertaruh melawan pasar properti AS juga dilakukan oleh dua manajer investasi pemula, Geller (John Magaro) dan Shipley (Finn Wittrock) dengan bantuan dari mantan banker senior Ben Rickert (Brad Pitt).

Adam McKay sebagai sutradara sengaja menekankan sisi emosional tiap-tiap karakter dalam film ini. Sepanjang film, kita akan di perlihatkan bagaimana perasaan tegang yang intens di antara para karakter menunggu momen terjadinya ‘housing bubble’ di AS.

Di film ini Adam McKay juga tidak lupa membumbui film dengan unsur yang lebih dramatis tentang bagaimana setiap karakter merasa bersalah karena telah meraih sukses di atas penderitaan orang lain.

The Big Short

Plot Film yang Unik

Yang unik dari “The Big Short” adalah penyorotan karakter utama yang lebih dari satu. Plot dalam film ini disampaikan melalui tiga sudut pandang berbeda yang sebenarnya tidak saling berkaitan.

Adam McKay sebagai sutradara sengaja membuat plot penceritaan melalui tiga sudut pandang agar penonton memahami bahwa terdapat lebih dari satu orang yang menyadari adanya peluang dibalik krisis finansial 2008 di AS.

Mengangkat tema ekonomi politik yang biasanya lebih cocok dijadikan film dokumenter, “The Big Short” (2015) terbilang cukup berhasil menceritakan krisis ekonomi 2008 dengan sangat menghibur. Adam McKay dan Chasrles Randoplh patut diapresiasi karena telah dengan cerdik menyusun naskah film yang mengangkat tema kompleks semacam ini menjadi film drama komedi yang cukup emosional serta mudah dipahami.

Hal unik lain dari film ini yaitu narasi yang dibawakan oleh cameo aktris, ekonom, bahkan penyanyi yang sebenarnya sama sekali tidak terlibat dalam alur cerita film. Adam McKay memasukan mereka dalam adegan hanya untuk menjelaskan berbagai konsep ekonomi dalam film yang mungkin terdengar asing oleh para penonton awam.

Salah satu contohnya yakni adegan Margot Robbie yang menjelaskan istilah ‘Subprime Mortage’ kepada para penonton dengan bahasa yang sederhana, padahal Ia sendiri tidak memiliki peran apapun dalam film ini.

“The Big Short” banyak dibintangi oleh para aktor kawakan yang performa aktingnya tidak perlu diragukan lagi. Beberapa di antaranya adalah Christian Bale memerankan Michael Burry, Ryan Gosling memerankan Jared Vennet, Seteve Carrel memerankan Mark Baum, serta Brad Pitt yang memerankan Ben Rickert.

Istilah Ekonomi yang Rumit

Karena mengusung latar krisis ekonomi 2008, tentunya film ini banyak menampilkan istilah-istilah dalam dunia ekonomi yang sulit dipahami bagi para penonton yang tidak sekolah atau bekerja di bidang ekonomi.

Kendatipun telah dijelaskan secara sesederhana mungkin, bagi banyak penonton mungkin perlu usaha lebih untuk memahami alur cerita dalam “The Big Short” (2015) secara utuh. Ini yang mengakibatkan “The Big Short” akan rentan membuat bosan beberapa penonton.

Oleh karena itu tidak ada salahnya menonton film ini 2 – 3 kali sembari membekali diri dengan bacaan ekonomi yang ala kadarnya agar memahami film ini secara utuh.

Bayu Saputra

Contributor of Cultura. A writer, passionate about cinema, books and coffee.

Share
Published by
Bayu Saputra