Connect with us
Sun Children
Courtesy of Celluloid Dreams

Film

Sun Children Review: Kisah Anak-anak Iran Menggali Harapan 

Karya Majid Majidi yang merepresentasikan pandangan mulianya terhadap anak-anak.

★ ★ ★ ★ ★
★ ★ ★ ★ ★

Nama Majid Majidi dikenal dunia berkat sebuah film “Children of Heaven” (1997) yang membawakan kisah kakak beradik yang mengalami banyak kesulitan karena sepasang sepatu. Film tersebut masuk dalam nominasi Oscar tahun 1998 untuk kategori Film berbahasa Asing.

Sejalan dengan film terdahulunya, “Sun Children” (2020) juga mengemas kisah anak-anak yang menjadi kaki tangan seorang penjahat untuk menggali harta karun yang terkubur di bawah sebuah sekolah. Film dengan panjang durasi 99 menit ini bisa ditonton di Klik Film sejak 5 Mei 2021 lalu.

Penemuan Banyak Masalah Sosial di Tengah Perjalanan Pencarian Harta karun

Seorang buruh kasar yang masih di bawah umur bernama Ali (Rouhollah Zaman) dan ketiga temannya menjalankan sebuah tugas dari seorang penjahat untuk melakukan pencarian harta karun yang terkubur di bawah gudang di sebuah sekolah.

Lewat banyak cara, salah satunya dengan mendaftar sebagai siswa di sekolah tersebut, Ali dan teman-temannya, Mamad (Mohammad Mahdi Mousavifar), Abolfazl (Shirzad), dan Reza (Mani Ghafouri) memulai sebuah petualangan mencari sebuah harta karun.

Yang membuat menarik, misi pencarian yang dilakukan oleh Ali dan teman-temannya ternyata malah menyentil banyak permasalahan sosial tentang bagaimana anak dibawah umur dipekerjakan, isu-isu tentang perempuan, hingga memotret keberadaan pengungsi Afganistan.

Sun Children 2020

Menempatkan Anak-anak Sebagai Karakter Utama

Pada sebuah talkshow Iranian Film Festival (5/5/2021) Majid Majidi menceritakan proses kreatifnya dalam memproduksi film-film yang ia garap, ia mengaku beberapa karya terbaiknya selalu menempatkan anak-anak sebagai seorang manusia yang mempunyai pandangan mulia pada kehidupan.

Selaras dengan pernyataan sang sutradara “Sun Children” juga dibuat dengan menempatkan karakter anak-anak yang bertahan hidup dengan sebuah harapan. Mereka adalah masa depan yang seharusnya bisa dipupuk dengan baik, kisah tentang pekerja dibawah umur dalam film ini setidaknya bisa menggambarkan kondisi dunia yang tidak sepenuhnya berpihak pada anak-anak.

Tidak kalah mengejutkan tokoh-tokoh utama dalam film “Sun Children” ternyata bukan dari kalangan aktor profesional, mereka datang dari anak-anak yang benar-benar mengalami kesulitan hidup. Majid Majidi berharap dunia bisa melihat pesan dalam film ini melalui kebersihan hari dan kejujuran yang terpancar dari para pemainnya.

Memperlihatkan Sisi Kelam Dunia Pendidikan, Khususnya Institusi Sekolah

Selain menyorot tentang pekerja di bawah umur dan mirisnya penderitaan rakyat kelas bawah “Sun Children” juga mengkritisi institusi sekolah, Sun School yang diceritakan merupakan sebuah sekolah yang dibangun oleh lembaga sosial di Iran.

Sekolah yang notabene menjadi tempat anak-anak mengenyam berbagai macam pengetahuan agar tidak lekas dibodohi orang, nyatanya tidak bisa menjadi tempat perlindungan ideal untuk para siswanya.

Sekolah tersebut digambarkan sebagai institusi yang dijalankan oleh para tenaga pendidik yang sakit jiwa, mereka hanya ingin membangun peradaban dunia melalui kungkungan teori pembelajaran dan olah raga yang membosankan.

Pemikiran-pemikiran seperti itu mungkin tampak jauh untuk seseorang yang mudah mendapatkan akses pendidikan, namun bagaimana jika narasi tersebut dihasilkan oleh anak-anak kurang beruntung yang bernasib sial selalu dikecewakan oleh orang dewasa.

Sinematografi yang Sederhana tetapi Sangat Menyentuh

“Sun Children” dibangun dengan ketegangan-ketegangan yang intens bahkan dari babak permulaan film, penonton bisa langsung menerka-nerka tentang siapa sebenarnya anak-anak yang dengan tanpa beban bisa menodongkan pistol pada orang dewasa. Suasana yang dibangun saat Ali melakukan penggalian di lorong gedung sekolah juga dibuat sangat meyakinkan.

Dari sisi pengambilan gambarnya, film ini bisa memotret realitas yang ada di masyarakat Iran, sehingga gaya penceritaannya terkesan jujur dan menyentuh hati. Kesederhanaan yang dihadirkan justru menambah kekayaan makna film bahwa “Sun Children” ternyata bukan hanya film tentang perburuan harta karun, tetapi lebih dalam mengangkat isu-isu sosial yang ada di masyarakat global.

Secara keseluruhan “Sun Children” merupakan film yang secara visual menakjubkan dan menggugah emosi dengan cerita yang ditawarkan. Menonton penderitaan orang-orang yang kurang  beruntung mungkin bisa menjadi alternatif bagi sebagian orang untuk belajar menerima keadaan. Pada akhirnya, film ini merupakan sajian tepat untuk menemani kegiatan libur akhir pekan.

The Outsider Review The Outsider Review

10 Film Hollywood dengan Estetika Jepang

Cultura Lists

Happiest Season Happiest Season

Rekomendasi Film Chick Flick 2020an

Cultura Lists

Kilas Balik Trilogi Baru Star Wars: Kehancuran Sebuah Franchise

Entertainment

My Missing Valentine My Missing Valentine

My Missing Valentine: Menyusuri Ingatan Satu Hari yang Hilang

Film

Connect