Quantcast
Summerland: Kisah Tentang Perempuan, Cinta, dan Persahabatan - Cultura
Connect with us
Java Jazz 2026
IFC Films

Film

Summerland: Kisah Tentang Perempuan, Cinta, dan Persahabatan

Selain sinematografi, Summerland juga menonjolkan kualitas akting para aktor dan aktris.

★ ★ ★ ★ ★
★ ★ ★ ★ ★

Summerland merupakan film dengan genre war drama karena mengambil latar waktu saat Perang Dunia ke-2 berlangsung. Film ini dirilis pada bulan Juli 2020 dan disutradari oleh Jessica Swale. Selain menyutradarai Summerland, Swale juga menulis skenarionya. Gemma Arterton dipilih sebagai pemeran utama dalam film ini.

Gemma Arterton berperan sebagai Alice Lamb, yaitu seorang penulis yang tinggal sendirian di daerah Kent, Inggris. Di dalam gubuk kecilnya, Alice menulis dan meneliti berbagai cerita rakyat. Alice terkenal sebagai seorang penyihir karena Ia tinggal menyendiri dan tidak pernah ramah terhadap warga lainnya, khususnya terhadap anak kecil.

Summerland

Mengupas Misteri Masa Lalu Alice

Saking sibuk dengan buku yang sedang Ia tulis, Alice tidak menyadari surat yang datang dari kepala desa sampai akhirnya seorang anak datang di depan pintu gubuknya. Kepala desa meminta bantuan Alice untuk menjaga seorang anak yang mengungsi dari London yang bernama Frank (Lucas Bond).

London sedang dalam bahaya besar karena perang yang berlangsung. Frank dan anak-anak London lainnya harus mengungsi ke tempat yang lebih aman dan takdir membawanya pada Alice di Kent.

Frank yang lugu dan menggemaskan sering menanyakan hal-hal yang polos. Ia bertanya mengapa Alice tidak memiliki suami. Pertanyaan tersebut membuat Alice termenung. Ingatan masa lalu muncul dalam pikirannya.

Pada tahun 1920-an ia bertemu dengan seorang perempuan bernama Vera (Gugu Mbatha-Raw). Kisah cinta Alice dimulai pada masa itu, namun sayangnya harus berakhir karena suatu sebab.

Summerland

Sinematografi yang Menyejukkan Mata

Saat menonton film ini, salah satu aspek yang sangat menonjol adalah keindahan yang ditunjukkan pada setiap scene. Kent adalah tempat yang berada di kawasan pantai. Pemandangan ombak, pasir, dan bebatuan khas pantai menghiasi beberapa scene dalam film ini. Apalagi letak gubuk milik Alice yang ada di samping pantai membuat adegan dalam gubuk tidak pernah terasa membosankan.

Selain kualitas sinematografinya, Summerland juga menonjolkan kualitas akting para aktor dan aktris yang mempesona. Kualitas paling menonjol adalah akting dari seorang aktor muda bernama Lucas Bond. Ia sukses memerankan tokoh Frank. Bond bisa melengkapi kualitas akting Gemma Arterton yang tentunya lebih berpengalaman.

Karakter Alice yang awalnya dingin, lama-kelamaan berubah menjadi lebih hangat saat ia bertemu dengan Frank. Arterton berhasil meyakinkan penonton bahwa Alice adalah seorang perempuan yang sebenarnya penuh dengan cinta dan kasih sayang, namun sulit untuk menunjukkannya. Sampai film berakhir, penonton tetap akan merasakan kehangatan dan kasih sayang seorang Alice.

Walaupun bergenre war drama, namun adegan perang dalam film ini hanya berlangsung sebentar. Cerita lebih berpusat pada hubungan kuat antara Alice dan Frank serta cara Alice berdamai dengan masa lalunya. Secara keseluruhan, Summerland merupakan sebuah film yang penuh dengan tema cinta dan persahabatan.

Fuze Review: Ledakan Ketegangan yang Terukur di Tengah Teror dan Kepanikan Kolektif

Film

Marché du Film Cannes Marché du Film Cannes

Marché du Film: Ekonomi di Balik Festival

Entertainment

Honorary Palme d’Or Cannes 2026 Honorary Palme d’Or Cannes 2026

Honorary Palme d’Or Cannes 2026: Ketika Cannes Meredefinisi Makna Legasi Sinema

Entertainment

Ketika Film Tak Tahu Cara Mati

Entertainment

Advertisement Drip Bag Coffee
Connect