Connect with us
sing 2
Photo: Universal Pictures

Film

Sing 2 Review: Kembalinya Teater Musikal para Hewan

Petualangan Teater New Moon untuk Tampil di Redshore City, Tempatnya Para Bintang.

★ ★ ★ ★ ★
★ ★ ★ ★ ★

“Sing 2” adalah sekuel dari film musikal dengan judul yang sama di tahun 2016 “Sing”. Film keluarga musikal ini dirilis pada awal tahun 2022 di Indonesia dan mendapatkan respon yang cukup baik. Masih disutradarai dan ditulis oleh Garth Jennings, film ini masih memiliki karakter yang sama dengan pendahulunya.

Dalam film pertamanya, Moon Si Koala berusaha keras membangun kembali teater yang hampir mati. Untuk mencapai tujuannya, Moon mengadakan kontes menyanyi dan mencari kru teaternya. Setelah melewati banyak momen up and down, akhirnya ia berhasil dan teater New Moon mendapatkan apresiasi luar biasa. Namun, bagai manusia yang tak pernah puas, pada sekuel keduanya Moon ingin memperkenalkan teaternya pada dunia yang lebih luas.

Kembalinya Teater Moon dengan Semangat dan Permasalahan Baru

“Sing 2” memang film musikal keluarga yang elemen utamanya adalah musik, tapi bukan berarti daya tarik film ini hanya itu. Film ini menggabungkan musik dengan elemen drama, mulai dari persahabatan, perjuangan meraih mimpi, hingga komedi ringan yang cocok dengan segala usia. Kita akan dibuat antusias dengan semangat membara hewan-hewan menggemaskan untuk tampil di hadapan internasional, yang awalnya terasa sulit untuk dicapai.

Bermimpi lebih besar, itu artinya kita juga harus siap menghadapi tantangan yang lebih besar. Itulah premis sekaligus pesan yang ingin “Sing 2” sampaikan pada penonton. Sama seperti kehidupan kita, perjuangan kita tidak berhenti ketika kita mencapai kesuksesan. Justru itu adalah awal dari segalanya. Kita memiliki dua pilihan, mempertahankan kesuksesan kita saat ini atau meraih yang lebih tinggi. Teater New Moon memilih pilihan kedua dan mempertaruhkan banyak hal demi mewujudkan impiannya tampil dengan nuansa luar angkasa di Redshore City.

Animasi yang Menghibur dan Voiceover yang Menghinoptis Penonton

Dalam segi visual, seluruh penonton tentu setuju bahwa “Sing 2” memiliki animasi yang luar biasa. Seluruh warna berpadu dengan smooth dan memanjakan mata. Tak hanya itu seluruh keseruan anggota Teater Moon juga direkam dari sudut yang sempurna, membuat kita ikut hanyut dalam haru dan duka yang mereka rasakan. Berbeda dengan “Sing”, sekuelnya menunjukkan pengalaman konser yang lebih pecah. Kita akan diajak bersenandung ria mengikuti nyanyian mereka yang menyenangkan.

Mengalami banyak peningkatan, seluruh karakter “Sing 2” nampak lebih hidup. Walaupun masih menggaet aktor dan aktris yang sama, kualitas akting suara pada film sekuel ini jauh lebih baik dari film pertamanya. Tiap karakter menjadi lebih kuat dan khas karena improvisasi pengisi suara ini.

“Sing 2” tidak pernah menawarkan plot yang rumit dan kompleks. Mengingat salah satu target penontonnya adalah anak-anak, plot film ini cukup mudah ditebak dan tidak memiliki twist yang benar-benar mengejutkan. Tidak begitu berat untuk anak-anak, tapi masih menghibur penonton usia remaja dan dewasa.

Bermimpi saja tidak cukup, kita juga harus percaya diri dan optimis dalam melangkah. Ada harga yang dibayar untuk setiap tindakan kita. Film ini ingin penonton ikut terinspirasi oleh struggle yang dihadapi tiap karakter. Pesan yang cukup universal dan berlaku untuk segala umur, sangat cocok dengan target penonton “Sing 2”.

The Outsider Review The Outsider Review

10 Film Hollywood dengan Estetika Jepang

Cultura Lists

Happiest Season Happiest Season

Rekomendasi Film Chick Flick 2020an

Cultura Lists

Kilas Balik Trilogi Baru Star Wars: Kehancuran Sebuah Franchise

Entertainment

My Missing Valentine My Missing Valentine

My Missing Valentine: Menyusuri Ingatan Satu Hari yang Hilang

Film

Connect