Connect with us
Rekomendasi Film Perjuangan Kemerdekaan Indonesia
Jenderal Soedirman (2015)

Cultura Lists

Rekomendasi Film Perjuangan Kemerdekaan Indonesia

Peringati HUT RI ke-76 dengan menonton berbagai film perjuangan.

Ini adalah tahun kedua kita memperingati HUT RI yang ke-76 di tengah pandemi. Meski tanpa perayaan yang semarak, semangat nasionalisme kita tidak boleh padam.

Pada tahun-tahun sebelumnya, industri perfilman Indonesia juga selalu siap film-film bernuansa perjuangan hingga biografi pahlawan nasional. Selain tak ada film baru yang bisa kita tonton, lebih baik nikmati hari liburan di rumah dengan streaming film. Berikut rekomendasi film perjuangan kemerdekaan Indonesia.

1. Soekarno (2013)

Momen proklamasi kemerdekaan Indonesia merupakan salah satu sejarah yang selalu kita kenang setiap tanggal 17 Agustus. “Soekarno” merupakan film biografi presiden pertama Indonesia dalam mengusahakan kemerdekaan yang sejati. Sosoknya yang cerdas dan karismatik diperankan oleh aktor Ario Bayu.

Dalam film “Soekarno” kita akan melihat sejarah perjuangan Soekarno bersama pahlawan diplomatis lainnya dalam menyusun momen proklamasi Indonesia yang pastinya tidak mudah untuk diwujudkan.

2. Battle of Surabaya (2015)

“Battle of Surabaya” merupakan film animasi karya anak bangsa, Aryanto Yuniawan, dengan muatan sejarah perang di Indonesia. Menceritakan kisah pertempuran 10 November 1945 di Surabaya. Pertempuran terjadi antara Britania Raya dan India Britania.

Kita akan melihat animasi yang menggugah dari sudut pandang seorang bocah semir sepatu 13 tahun yang menjadi kurir saat Perang Dunia II.

3. Merah Putih (2009)

“Merah Putih” merupakan film pertama dari “Trilogy Merdeka’. Dibuat untuk meningkatkan jiwa nasionalisme dan semangat persatuan bangsa, terutama remaja-remaja Indonesia. Oleh karena itu, banyak aktor populer dan berbakat yang tergabung dalam proyek film satu ini. Mulai dari Lukman Sardi, Donny Alamsyah, Darius Sinathrya, Zumi Zola, Teuku Rifnu Wikana, dan Rudy Wowor.

Meski merupakan film dengan naskah fiktif, tetap ada latar belakang sejarah yang dimasukan dalam naskah. Kisah berfokus pada sekelompok pemuda Indonesia yang berbeda suku dan agama, namun bersatu dalam usaha perjuangan kemerdekaan Indonesia. Kalian juga bisa menonton dua sekuel lainnya, “Merah Putih 2: Darah Garuda” dan “Hati Merdeka”.

4. Guru Bangsa: Tjokroaminoto (2015)

Tjokroaminoto merupakan sosok pahlawan negara yang mendirikan Sarekat Islam pertama di Indonesia pada 1912. Tak hanya mengutamakan ajaran agama, organisasi tersebut memiliki visi untuk mengumpulkan pemuda pemudi Indonesia dalam menentang rezim kolonial Hindia Belanda. “Guru Bangsa: Tjokroaminoto” dibintangi oleh aktor kawakan, Reza Rahardian.

5. Jenderal Soedirman (2015)

“Jenderal Soedirman” merupakan film biografi pahlawan nasional yang dibintangi oleh Adipati Dolken. Hendak mengungkap perjuangan Jenderal Soedirman dengan berperang secara gerilya untuk memojokan pihak Belanda. Hingga akhirnya perjanjian Roem-Royen ditandatangani, menjadi salah satu bagian dari perjuangan Indonesia menuju kemerdekaan.

6. Soegija (2012)

Tidak terlalu banyak diketahui, Indonesia juga memiliki seorang pahlawan nasional yang juga merupakan seorang uskup agung bernama Albertus Soegijapranata SJ, kerap dipanggil Soegija. Ia merupakan uskup agung pribumi pertama yang pro nasionalis.

“Soegija” merupakan film yang hendak mengekspos sosok Soegija yang ambil peran dalam perjuangan kemerdekaan Indonesia melalui renungan-renungan yang Ia tulis, sebagai pencerah maupun penenang bagi penduduk Indonesia yang kalah itu sedang dalam penindasan.

7. The East (2020)

Masih tergolong baru, “The East” (De Oost) merupakan film yang sedang mengundang kontroversi setelah tayang di Festival Film Belanda 2020. Bercerita tentang seorang pemuda Belanda, Raymond Westerling, seorang pimpinan pasukan khusus yang melakukan pembantaian di Sulawesi Selatan.

Kita belum pernah melihat film perang Indonesia dari sudut pandang penjajah, bukan? Dengan referensi sejarah dan sentuhan fiksi, “The East” hendak mengekspos gejolak moral yang dialami oleh Raymond Westerling sebagai penjajah.

8. Sang Kiai (2013)

Satu lagi film bermuatan sejarah yang dibintangi oleh Adipati Dolken adalah “Sang Kiai”. Berdasarkan peristiwa sejarah sesungguhnya, Adipati Dolken berperan sebagai Harun, pemuda yang tidak terima dengan penindasan Jepang, dimana hingga mengusik kepercayaannya sebagai seorang muslim. Tak ingin tunduk patuh dan menerima nasib, Harun berusaha menegakan apa yang Ia yakini benar, meski harus menimbulkan gerakan kekerasan.

9. Sang Pencerah (2010)

Jika “Sang Kiai” merupakan kisah perjuangan seorang muslim dari kubu NU (Nahdlatul Ulama), “Sang Pencerah” hendak mengangkat kisah KH Ahmad Dahlan yang mendirikan Muhammadiyah, diperankan oleh Lukman Sardi. Ahmad Dahlan tumbuh dalam masa penjajahan Belanda dalam kemiskinan dan kesengsaraan.

10. Tjoet Nya’ Dhien (1988)

Rekomendasi berikutnya termasuk film klasik Indonesia yang patut kita tonton, “Tjoet Nja’ Dhien”, dibintangi oleh aktris berbakat, “Christine Hakim”. Seperti yang kita ketahui dari pelajaran sejarah, Cut Nyak Dhien merupakan pahlawan nasional perempuan paling garang dalam sejarah Indonesia. Ia boleh perempuan, namun Ia mengambil peran sebagai pemimpin gerilya yang sempat membuat kewalahan tentara Belanda di Aceh. Kita bisa menonton “Tjoet Nja’ Dhien” di Mola TV.

Memoir of A Murderer Review Memoir of A Murderer Review

Memoir of A Murderer Review

Film

Prey netflix review Prey netflix review

Prey Review: Pemburu Misterius yang Mengincar Para Pendaki

Film

Kate Netflix Kate Netflix

Kate Review: Film Action Gaya Hollywood dengan Estetika Jepang

Film

Masa Keemasan Hollywood: ‘Blessing in Disguise’ Pasca Depresi Ekonomi Masa Keemasan Hollywood: ‘Blessing in Disguise’ Pasca Depresi Ekonomi

Masa Keemasan Hollywood: ‘Blessing in Disguise’ Pasca Depresi Ekonomi

Culture

Advertisement
Connect