Connect with us
Purple Hearts
Cr. Netflix

Film

Purple Hearts Review: Hate to Love Relationship yang Medioker

Cerita cinta klasik tentara dan musisi bar yang menikah karena keputusasaan finansial.

★ ★ ★ ★ ★
★ ★ ★ ★ ★

Pada tanggal 29 Juli 2022 lalu, Netflix merilis drama romantis yang berjudul “Purple Hearts” (2022). Film yang disutradarai oleh Elizabeth Allen Rosenbaum ini masih bertahan menjadi 10 besar Top Ranked Movie hingga minggu kedua bulan Agustus, dan menjadi perbincangan banyak warganet di media sosial.

“Purple Hearts” dibintangi oleh Sofia Carson, aktris sekaligus penyanyi Kolombia yang sebelumnya sering tampil dalam serial Disney, dan Nicholas Galitzine yang pernah beradu akting dengan Camila Cabello di film “Cinderella” (2021).

Film ini diadaptasi dari novel karya Tess Wakefield yang juga berjudul “Purple Hearts”, menceritakan tentang pernikahan palsu antara dua orang yang ingin terlepas dari masalah finansialnya masing-masing.

Purple Hearts

Premis sederhana: Menikah untuk Keluar dari Masalah Finansial

“Purple Hearts” membangun premis sederhana tentang seorang tentara yang terjerat hutang, Luke Morrow (Nicholas Galitzine), dengan seorang musisi bar pengidap penyakit diabetes parah, Cassie Salazar (Sofia Carson).

Pertemuan awal keduanya tidak berjalan baik, Cassie sedikit sentimen kepada Luke, karena teman-temannya yang berprofesi sama sering kali melakukan hal yang tidak sopan pada pekerja perempuan di tempat ia bekerja.

Tetapi pada akhirnya, karena berada dalam masalah keputusasaan finansial yang sama, Luke dan Cassie melakukan kesepakatan menikah untuk mendapatkan tunjangan asuransi militer bagi anggota yang sudah berkeluarga.

Cerita ini kemudian melaju seperti format pernikahan pura-pura pada umumnya, keduanya saling jatuh cinta, dilanjutkan dengan terbongkarnya rahasia pernikahan palsu, dan ending klasik seperti yang diharapkan semua orang.

Namun, walaupun “Purple Hearts” adalah jenis film yang mudah ditebak alurnya, setidaknya film ini memberikan hiburan segar di tengah gempuran film-film dengan tema berat.

Purple Hearts

Drama dengan Tempelan Isu Sosial dan Politik Tipis-tipis

Di balik fokus romansa yang dihadirkan melalui pasangan tentara yang dikirim ke Irak dan musisi ambisius dengan kondisi kesehatan parah, Elizabeth Allen Rosenbaum setidaknya memberi tempelan isu sosial dan politik yang ada di Amerika, walaupun unsur ini disajikan tidak terlalu kuat.

Tokoh Cassie Salazar digambarkan memiliki karakter bebas dengan ideologi sosialisme, ia hidup susah karena harus berjuang menghadapi sistem perawatan kesehatan yang salah. Ditambah ia lahir dari seorang pekerja imigran yang terpinggirkan.

Kemudian Cassie disandingkan dengan Luke yang memiliki pandangan berlawanan, Luke adalah prajurit dengan prinsip-prinsip militer yang kuat, terkadang sedikit misoginis dan menggeser kesetaraan perempuan, maskulin, egois, namun memiliki pesona karena kerendahan hatinya.

Kebersamaan dan kesepakatan antara Cassie dan Luke pada akhirnya membantu mereka menjadi pasangan dengan sifat kontras yang menemukan satu sama lain.

Purple Hearts

Penampilan Sofia Carson dan Nicholas Galitzine yang Biasa Saja

Pasangan Sofia Carson dan Nicholas Galitzine rasanya kurang memiliki koneksi romantis walaupun film ini banyak ditaburi dengan adegan-adegan layaknya melodrama pada umumnya.

Penampilan Sofia Carson membawa karakter sosok penyanyi ambisius yang akhirnya meraih kesuksesan, seperti menjadi bagian terpisah dalam film ini. Walaupun sudah banyak diketahui bahwa Sofia juga seorang penyanyi, namun penampilan panggungnya dalam film ini terasa sedikit dipaksakan.

Galitzine malah tampil lebih menonjol memerankan karakter tentara yang memiliki masa lalu problematik. Dengan postur tubuh yang mendukung ia mampu membawakan tokoh Luke yang maskulin. Walaupun tidak sepenuhnya buruk, namun sikap terlalu berani dan tabah yang berlebihan dari Luke kadang-kadang sedikit mengganggu.

Pada akhirnya, walaupun “Purple Hearts” adalah sejenis film yang endingnya bisa ditebak dengan mudah, namun film ini cukup menghibur dan bisa dinikmati oleh siapa saja.

Big Night! Big Night!

Big Night! Review: Tragicomedy yang Merekam Realitas Sosial Kaum Miskin Filipina

Film

Apakah James Bond Harus Selalu Kulit Putih?

Culture

avatar remastered 2022 avatar remastered 2022

Avatar Review: Masih Relevan untuk Penonton Masa Kini

Film

Cyberpunk: Edgerunners Cyberpunk: Edgerunners

Cyberpunk: Edgerunners Review – Kebrutalan Menawan Petualangan David Martinez di Night City

TV

Connect