Connect with us

Film

Our Little Sister: Mozaik Kehidupan tentang Manisnya Persaudaraan

Film Hirokazu Kore-eda yang paling minim konflik namun memiliki cerita mendalam.

★ ★ ★ ★ ★
★ ★ ★ ★ ★

Hirokazu Kore-eda dikenal melalui banyak film yang sering mengangkat tema tentang kehidupan keluarga disfungsional, seperti “Shoplifters” (2018). Beberapa tahun sebelumnya, ia pernah membuat karya manis tentang kehidupan empat bersaudara yang tinggal dalam satu atap tanpa kehadiran sosok orangtua.

Dalam “Our Little Sister” (2015), Kore-eda merekam keseharian empat bersaudara yang tinggal di sebuah rumah tua peninggalan mendiang neneknya. Cerita ini diangkat dari sebuah manga karya Akima dengan judul asli “Umimachi Diary”.

“Our Little Sister” ini merupakan film yang minim konflik, menyenangkan, cenderung lambat, tapi justru memiliki kekuatan dari ketenangan yang dihadirkannya. Film ini bisa membuktikan bahwa sebuah konflik yang tersirat, bisa benar-benar berperan besar dalam membangun sebuah cerita yang menyentuh hati.

Our Little Sister

Mengenal Kehidupan Baru Setelah Kematian Seorang Ayah

Film ini dimulai dengan sebuah kabar duka tentang kematian seorang ayah dari tiga bersaudara, Sachi (Haruka Ayase) seorang perawat dengan kepribadian tenang namun selalu menyimpan rahasia besar, Yoshino (Masami Nagasawa) seorang pegawai bank yang sibuk dengan masalah percintaan dan kesukaannya pada bir, dan Chika (Kaho) sosok periang yang bekerja di sebuah toko perlengkapan olah raga.

Setelah menghadiri pemakaman yang diadakan jauh dari tempat tinggal mereka, ketiganya langsung menaruh hati pada seorang anak remaja yang memiliki kemiripan dengan mereka, Suzu (Suzu Hirose) Adik kecil yang lahir dari wanita yang dulu telah merebut seorang ayah dari kehidupan mereka.

Sachi melihat sebuah ketulusan dari mata Suzu yang sedang berduka, mereka kehilangan sosok ayah yang sama, namun Suzu seolah menopang beban yang lebih berat dan mendapat luka yang lebih dalam. Suzu tinggal dengan istri baru ayahnya yang tampak kurang berkenan dengan kehadirannya.

Pada akhirnya, Sachi, Yoshino, dan Chika mengajak Suzu tinggal bersama, menempatkan Suzu dalam keluarga baru dengan kakak-kakak yang baru dikenalnya. Suzu mendapatkan kehidupan baru dan kasih sayang hangat dari ketiga saudaranya.

Our Little Sister

Keseharian Manis dan Sederhana 4 Bersaudara

“Our Little Sister” membingkai kehidupan empat bersaudara yang menjalani keseharian biasa-biasa saja dirumah tua yang sederhana. Dalam separuh pertama film, penonton disajikan lembaran baru hidup Suzu, dari mulai mendapatkan kamar pribadi, bersekolah di tempat baru, makan bersama dengan keluarga, bermain sepak bola, hingga mengenal teman-teman yang memiliki minat yang sama.

Penonton akan merasa hangat dengan interaksi keempat wanita bersaudara yang saling berbagi makanan, saling memperebutkan pakaian, sebentar berselisih, dan besoknya kembali menjalani hari-hari tanpa ada masalah berarti. Film ini menunjukkan kehidupan keluarga tanpa drama besar tetapi mampu menangkap realita kebiasaan keluarga pada umumnya.

Walaupun fokus film ini ada pada sosok Suzu, seorang adik kecil cantik yang menyimpan banyak rahasia besar dalam hidupnya. Namun, tidak secara langsung membuat ketiga karakter utama lainnya menjadi minor.

Kore-eda membuat kekaguman kakak-kakak Suzu pada adik kecilnya menjadi panggung besar bentuk ketulusan keluarga yang tanpa cela, ketiga kakaknya tetap menyayangi Suzu dengan sepenuh hati, dan dengan dewasa menyadari bahwa kepergian ayahnya dari kehidupan mereka adalah kesalahan orang dewasa bukan anak-anaknya, termasuk Suzu.

Film yang Menyiratkan Konflik dalam Dinamika Emosional Setiap Karakter

Walaupun tampak berjalan lambat, sebenarnya “Our Little Sister” membalut konfliknya dengan sangat rapi dan menawan. Bagaimana pada akhirnya kisah yang dijalani oleh ayah mereka dibenturkan dengan kesamaan takdir yang dijalani oleh Sachi.

Sachi yang tampak dingin, penuh kasih sayang kepada ketiga adiknya, ternyata menyimpan sebuah rahasia besar. Penonton akan dibawa menyelami perasaan Sachi, dan mengerti bahwa ketulusannya pada Suzu lahir dari kisah hidupnya sendiri.

Bagaimana keempat saudara ini mengikat tali persaudaraanya dengan erat bisa menjadi bahan renungan untuk para penonton, bahwa setiap individu dalam sebuah keluarga pasti memiliki masalahnya masing-masing. Dan salah satu tugas utama sebagai orang yang saling memiliki adalah menerima apapun kekurangan satu sama lain.

Setidaknya “Our Little Sister” mampu merekam konflik antar saudara yang biasanya hadir karena masalah sepele, dan tidak perlu diselesaikan. Mereka akan membaik dengan sendirinya seiring waktu, tanpa ada perasaan sakit hati yang terpelihara dalam waktu lama.

Film ini bisa menjadi salah satu alternatif tontonan yang menyembuhkan, sebuah drama keluarga minim konflik tapi memiliki makna mendalam tentang bagaimana caranya memperlakukan orang-orang terdekat dengan baik dan tulus.

Triangle of Sadness Triangle of Sadness

Triangle of Sadness Review: Satir Tentang Kesetaraan Duniawi

Film

first blood 1982 first blood 1982

First Blood Review: Awal Perjuangan Rambo Menghadapi Trauma Perang 

Film

Slumberland Review Slumberland Review

Slumberland Review: Petualangan Nemo & Flip Lari dari Kenyataan

Film

The Holiday The Holiday

The Holiday Review: Tontonan Musim Liburan yang Ringan & Romantis

Film

Connect