Connect with us
Minari
A24

Film

Minari, Kisah Keluarga Imigran Korea di Amerika Serikat

Perjuangan Jacob menggapai American Dream yang terkesan muluk-muluk.

★ ★ ★ ★ ★
★ ★ ★ ★ ★

Minari merupakan salah satu film yang diproduksi oleh A24 di tahun 2020 dan disutradari oleh Lee Isaac Chung. Selain menyutradarai Minari, Chung juga menulis skenario film ini. Baginya, Minari merupakan autobiografi kehidupan imigrannya saat pertama kali merantau ke Amerika Serikat bersama keluarga.

Aktor ternama Steven Yeun memerankan tokoh utama dalam film ini. Selain Yeun, aktris senior ternama dari Korea, yaitu Yoon Yuh-jung ikut bergabung dalam Minari. Dengan deretan nama terkenal yang membintangi film ini, Minari merupakan film yang ditunggu-tunggu penayangannya.

Jacob Yi (Steven Yeun) mengajak istri dan kedua anaknya untuk pindah ke daerah rural di bagian Arkansas. Jika dibandingkan dengan rumah mereka yang dulu di California, Arkansas terasa jauh lebih kumuh dan terbelakang, khususnya bagi sang istri, Monica Yi (Han Ye-ri).

Minari

A24

Jacob memilih rumah bergaya karavan lengkap dengan roda di bagian bawahnya. Tentu saja, bagi Monica rumah itu bukanlah tempat tinggal yang ideal bagi keluarganya. Namun, apa yang bisa ia lakukan? Sebagai seorang istri, Monica hanya bisa menuruti keputusan sang suami.

Jacob menjanjikan kesuksesan pada keluarganya. Ia optimis bahwa lahan luas di Arkansas bisa membawanya pada kesuksesan. Jacob mengelola lahan rumahnya menjadi kebun tanaman asal Korea. Ia mengerjakan semuanya dengan penuh semangat dan ambisi. Bagi Jacob, pekerjaan lamanya sebagai penyortir ayam tidak ada apa-apanya jika dibandingkan mimpinya sebagai pemilik kebun tersukses di Amerika Serikat.

Minari

A24

Cerita semakin terasa berwarna ketika Monica membawa ibunya dari Korea untuk tinggal di Arkansas. Nenek Soon-ja (Youn Yuh-jung) menghabiskan hari-hari menjaga kedua cucunya. Nenek Soon-ja hobi bermain kartu, menonton tinju, dan berbicara kasar. Sifat Soon-ja yang nyentrik nampaknya tidak cocok bagi si bungsu David (Alan Kim). Namun, Soon-ja tetap mencintai cucu-cucunya dengan sepenuh hati.

Minari adalah nama dari jenis seledri air yang biasa tumbuh dekat perairan. Soon-ja datang ke Amerika Serikat membawa benih tanaman minari. Suatu hari ia datang ke hilir sungai dekat rumah bersama cucunya. Hilir sungai yang lembab sangat cocok untuk tanaman minari. Soon-ja berharap tanaman minari yang ia bawa dari Korea dapat beradaptasi di lingkungan yang baru.

Minari

A24

Pada akhir film, kita bisa melihat tumbuhan minari yang Soon-ja tanam tumbuh dengan lebat. Walaupun memiliki iklim yang berbeda, minari tetap tumbuh di tanah Amerika. Tanaman minari dalam film ini dianalogikan sebagai para imigran Korea. Kehidupan mereka yang sulit harus tetap dijalani. Tidak lupa juga untuk tetap membawa tradisi dan nilai-nilai hidup Korea agar tidak melupakan tanah kelahiran.

Landscape indah Arkansas tahun 1980-an mendominasi scene pada film ini. Bahkan sepertinya scene tersebut terlalu sering diperlihatkan, sehingga membuat film ini terasa sedikit monoton. Konflik yang muncul dalam cerita tidak terlalu signifikan, kecuali konflik yang muncul tepat di beberapa menit sebelum film berakhir. Minari mungkin akan terasa sangat membosankan jika tidak ada beberapa adegan komedi antara Nenek Soon-ja dan cucu-cucunya yang mampu menghidupkan film ini.

Seluruh aktor dan aktris yang berperan dalam Minari memiliki kualitas akting yang sangat bagus. Namun, akting dari aktris cilik Alan Kim sangat mencolok dalam film ini. Karakter David yang polos, namun cerdik berhasil membuat Alan Kim mendapatkan banyak pujian. Selain Alan Kim, aktris senior Youn Yuh-jung juga menarik banyak perhatian melalui karakter Nenek Soon-ja yang ia perankan.

Minari mampu memberikan gambaran kehidupan keluarga imigran Asia di Amerika Serikat. Mulai dari keterbatasan bahasa, sampai dengan pertanyaan-pertanyaan bersifat rasis sering kali harus mereka rasakan. Belum lagi ambisi untuk sukses di negara orang kadang membutakan realitas kehidupan, contohnya seperti yang Jacob Yi rasakan pada film ini. Dengan berbagai konflik dan nilai-nilai positif yang terkandung, Minari sangat cocok dinikmati di awal tahun yang baru ini.

Click to comment

A Boy Called Christmas Review A Boy Called Christmas Review

A Boy Called Christmas Review: Tentang Harapan dalam Kemalangan di Hari Natal

Film

The Forgotten Battle The Forgotten Battle

The Forgotten Battle Review: Film Perang Dunia II dengan Tiga Sudut Pandang

Film

The Whole Truth Review The Whole Truth Review

The Whole Truth Review: Kebenaran di Balik Lubang Dinding

Film

Seperti Dendam, Rindu Harus Dibayar Tuntas Review Seperti Dendam, Rindu Harus Dibayar Tuntas Review

Seperti Dendam, Rindu Harus Dibayar Tuntas Review: Mengenang Damai Diri dalam Racun Maskulinitas

Film

Advertisement
Connect