Connect with us
Man in Love

Film

Man in Love: Romansa Gangster Rendahan yang Bergulir Menjadi Melodrama Tragis

Cinta boleh memilih jalan takdirnya sendiri, sekalipun pada seorang debt collector.

★ ★ ★ ★ ★
★ ★ ★ ★ ★

“Man in Love” (2021) merupakan versi terbaru dari film Korea Selatan yang memiliki judul serupa. Jika dilihat dari jalinan cerita dan konflik yang dimainkan, hasil remake versi Taiwan ini memiliki banyak kesamaan dengan film yang pernah dibuat oleh Han Dong-Wook pada tahun 2014 lalu, kecuali pada plotnya yang dibuat lebih sederhana.

Sutradara Yin Chen-Hao membuat film ini semakin dramatis melalui visual yang tampil lebih cantik dengan permainan warna khas melodrama Taiwan. Film ini pada akhirnya melahirkan pasangan real life antara Roy Chiu dan Tiffany Hsu yang mengumumkan pernikahannya setelah terlibat kerja sama di film ini.

Cinta pada Pandangan Pertama yang Banyak Melalui Masa Sulit

Permulaan cerita bergulir pada pertemuan antara seorang debt collector bernama A Cheng (Roy Chiu) dan Hao Ting (Ann Hsu) anak dari seorang ayah yang berhutang. A Cheng adalah tipikal penagih hutang yang rusuh namun baik hati, perjumpaan pertamanya dengan Hao Ting membuat  A Cheng berubah menjadi seorang yang dimabuk cinta.

Cerita cinta A Cheng dan Hao Ting berjalan sangat lambat di sepertiga babak pertama film. Namun, saat konflik pertama muncul hubungan keduanya mulai diliputi cobaan yang bertubi-tubi. Dari mulai kehilangan mimpi akibat kalah judi, konflik batin A Cheng yang ingin menjadi seseorang yang lebih baik untuk mendampingi hidup Hao Ting, hingga puncaknya saat diagnosa penyakit ganas diderita satu orang diantaranya.

Kisah cinta yang mengambil latar belakang keadaan masyarakat menengah kebawah Taiwan, khususnya orang-orang yang terlibat hutang turunan ini, berjalan melalui banyak rintangan. Lalu, apakah A Cheng dan Hao Ting bisa melalui jalan terjal di hadapan mereka? “Man in Love” melaju secara lambat menjawab pertanyaan-pertanyaan seperti itu.

Man in Love

Film dengan Format Perubahan Tema Cerita yang Sedikit Ekstrem

“Man in Love” membuka cerita dengan mengenalkan karakter A Cheng yang brutal namun sedikit konyol, ia mengisi peran komedi melalui tampilan dan kelakuannya yang dibuat mengundang tawa. Dengan gaya penceritaan seperti itu, tentu penonton akan percaya jika film ini bisa dikategorikan sebagai drama komedi yang ringan dan menyenangkan.

Namun, sifat karakternya berubah dalam pertengahan film secara drastis, dan memuncak pada akhir pertunjukkan. A Cheng yang konyol menjelma menjadi pria dewasa yang terlihat sok bertanggung jawab, dan berakhir ditimpa masalah hidup yang tidak habis-habis.

Film yang tadinya bisa dinikmati dengan sedikit tawa-tawa kecil, pada akhirnya memutar balikkan kebahagiaan penonton pada ujung cerita yang penuh dengan kesedihan. Tentu format ini bisa terbaca, namun perubahan tema yang terlalu ekstrim malah membuat ekspektasi awal penonton seperti dipermainkan.

Berhasil Menawar Kebosanan Penonton dengan Visual Indah

Sebenarnya cerita yang ditawarkan oleh “Man in Love” sangat menarik karena bisa mengangkat isu percintaan kaum marjinal, khususnya orang-orang yang memiliki ikatan dengan sebuah hutang. Ditandai dengan dua peran utamanya yang merupakan seorang debt collector dan pewaris hutang orang tua. Relevansi pada keadaan masa sekarang terbilang sangat dekat karena banyaknya orang-orang yang mengalami permasalahan hidup yang sama.

Namun, pada pertengahan film penonton mungkin akan merasa bosan dengan perjalanan hubungan A Cheng dan Hao Ting yang hambar karena minim memperlihatkan chemistry sebagai pasangan, mereka hanya berputar-putar pada aktivitas kencan dan rumitnya menghadapi permasalahan hidup yang tidak habis-habis.

Akan tetapi, kebosanan itu bisa sedikit berkurang karena sajian visual film yang menampilkan banyak variasi sudut pandang. Permulaan adegan saat A Cheng menagih hutang di dalam sebuah kuil dibuat begitu hangat dengan pencahayaan dan warna merah yang pas. Begitu juga saat kamera membidik interior rumah Hao Ting yang penuh sesak dengan barang-barang namun ada sudut jendela yang membingkai lampu pasar raya sebagai representasi terangnya harapan dan impian mereka.

“Man in Love” menjadi film remake yang lebih bagus dari versi sebelumnya, salah satu daya tariknya adalah memiliki cerita ringan yang bisa dinikmati oleh siapa saja. Film ini sudah resmi dirilis dalam layanan streaming Netflix sejak 20 Agustus 2021.

Click to comment

The Big Short The Big Short

The Big Short: Ketika Segelintir Orang Bertaruh di Tengah Krisis Ekonomi

Film

Lion Review Lion Review

Lion Review: Auman Kisah Haru Saroo Brierley Menemukan Jalan Pulang

Film

A Copy of My Mind Review A Copy of My Mind Review

10 Rekomendasi Film Potret Kehidupan di Jakarta

Cultura Lists

The King of Comedy Review The King of Comedy Review

The King of Comedy Review: Ambisi Komedian Bertransformasi Menjadi Delusi

Film

Connect