Connect with us

Film

Malmoe: The Secret Mission Review

Bagaimana kalau salah satu misi dalam memperjuangkan kemerdekaan adalah membuat kamus?

★ ★ ★ ★ ★
★ ★ ★ ★ ★

Mungkin banyak yang sedikit bingung dengan film ini kalau tidak tahu sejarahnya. Membuat kamus? Mengumpulkan kata-kata? Menanyai orang-orang tentang cara menyebut suatu hal berdasarkan dialek masing-masing daerah? Rasanya ide ceritanya tidak keren dan tidak lazim. Tapi jangan salah sangka dulu. Film ini adalah kisah nyata berdasarkan sejarah perjuangan Perhimpunan Bahasa Korea. Tak perlu khawatir filmnya akan menjemukan karena dikemas sangat apik.

Malmoe: The Secret Mission Review

Malmoe: The Secret Mission

Ryu Jung Hwan adalah anak orang terpandang di Korea. Sayang, ayahnya pro Jepang. Sang ayah sudah pesimis dengan kemerdekaan Korea. Sebagai kepala Sekolah Menengah Seoul, ayahnya mendapatkan pengawasan ketat dari Jepang. Di sekolah itu dan sekolah-sekolah lainnya, Bahasa Jepang adalah bahasa resmi. Anak-anak juga harus menggunakan nama Jepang. Mereka nantinya akan dikirim berperang membela negara Jepang.

Jung Hwan bersama teman-temannya di Perhimpunan Bahasa Korea bekerja keras untuk melestarikan Bahasa Korea. Ia patah hati melihat generasi muda Korea sebagian tidak bisa berbahasa Korea. Ditambah lagi Jepang terus menekannya agar bergabung. Selain itu Jepang juga akan segera menghentikan izin penerbitan semua media berbahasa Korea. Makin kuat tekad Jung Hwan untuk membangun nasionalisme saudara-saudara di tanah airnya melalui bahasa.

Suatu hari naskah Bahasa Korea itu malah dicuri oleh Kim Pan Soo. Ia adalah mantan napi yang tidak memiliki keahlian apapun termasuk baca tulis. Dikiranya koper Jung Hwan berisi banyak uang. Hal itu membuat Jung Hwan memandang rendah Pan Soo. Sebaliknya, Pan Soo sendiri tidak mengerti kenapa orang-orang mau bekerja hingga 10 tahun lamanya demi mengumpulkan kata-kata dan dialek dari berbagai daerah. Namun Pan Soo mau ikut bekerja karena membutuhkan uang.

malmoe the secret mission

Malmoe: The Secret Mission

Kita akan diperlihatkan bagaimana perjuangan Jung Hwan dengan teman-temannya membangkitkan rasa nasionalisme publik yang sudah layu. Terlalu lama berada di bawah kaki Jepang membuat rakyat Korea menjadi tidak berani melawan. Banyak guru Bahasa Korea yang menolak membantu mereka.

Jepang juga gencar menghukum dan membunuh siapa saja yang melawan perintah mereka. Ini mengerikan, orang bahkan harus mengganti namanya ke bahasa lain agar tidak dianggap melawan.

Walaupun menceritakan sejarah kelam kekejaman Jepang pada Korea bukan berarti tidak ada sentuhan humor dalam film ini. Ada banyak scene yang membuat kita tertawa. Ada pula yang membuat hati kita pilu. Namun cara Malmoe: The Secret Mission menceritakan kisah nyata mengenai pembuatan kamus Bahasa Korea ini patut diacungi jempol. Mudah dipahami, tidak membosankan, serta sangat informatif.

Kita juga akan disuguhi pengkhianatan, konflik keluarga, sistem pendidikan yang bobrok, hingga kesulitan mencari nafkah. Ada banyak hal yang diangkat dalam film ini tak melulu kata-kata saja.

Selain itu kita akan melihat perkembangan karakter utamanya dari yang saling benci menjadi seperti saudara. Mereka berjuang dengan keterbatasan masing-masing. Walaupun mungkin endingnya tidak menyenangkan semua pihak, mereka akan bangga karena telah berjuang demi negaranya.

Click to comment
Advertisement
Cultura Podcast
Connect