Connect with us
Australia Tourism
long shot 2019

Film

Long Shot Review: Duet Tak Biasa Berakhir Luar Biasa

Lewat film ini Seth Rogen semakin membuktikan namanya sebagai salah satu aktor film komedi terbaik saat ini.

★ ★ ★ ★ ★
★ ★ ★ ★ ★

Long Shot merupakan sebuah film komedi yang keluar pada awal bulan Mei tahun ini. Hampir bersamaan dengan Avengers: Endgame sepertinya tidak banyak yang tahu dengan film komedi satu ini. Padahal film ini dibintangi oleh dua aktor papan atas yaitu Seth Rogen dan Charlize Theron. Long Shot sendiri mengangkat genre romantic comedy yang menjamur pada awal tahun 2010-an. Minat penonton dengan kombinasi genre ini memang sempat menurun tetapi Long Shot membuktikan bahwa kombinasi genre ini masih dapat menghibur dan bersaing di pasaran. Menggunakan plot sederhana yaitu kisah cinta tidak biasa antara Fred Flarsky (Seth Rogen) seorang jurnalis liar dan Charlotte Field (Charlize Theron) seorang sekertaris negara sekaligus kandidat presiden, Long Shot berhasil memberikan tontonan yang mengundang tawa, menghibur sekaligus menyentuh.

long shot 2019 movie review

Long Shot (2019)

Pembukaan di film ini bisa dibilang cukup lemah dan tidak memberikan impresi yang terlalu baik. Dari adegan pembuka yaitu ketika Fred masuk ke dalam komunitas ‘white pride’ untuk menulis berita, banyak komedi yang rasanya terlalu over the top dan lewat batas. Hal ini terlihat dari penggunaan ‘rasa sakit’ sebagai komedi slapstick yang agak berlebihan. Untungnya memasuki plot utama, Long Shot berhasil menemukan takaran komedi yang sesuai dan pas bagi plot cerita ini. Kedua karakter utama berhasil mengundang tawa penonton dengan cara yang sangat berbeda, Fred dengan keliarannya dan Charlotte lewat usahanya untuk tampil sempurna di mata publik.

Fokus dari film ini tentunya ada pada Fred dan Charlotte. Bisa dibilang duet Seth Rogen dengan Charlize Theron sangat tidak cocok dan tidak ada chemistrynya. Namun, hal itulah yang menjadi incaran dari film ini yaitu menyatukan dua individu dari dunia yang sangat berbeda. Secara unik chemistry yang tidak ada antara keduanya membentuk chemistry baru yang dapat menghibur dan mendundang tawa. Kedua karakter yang sangat kontras secara romantis menciptakan sebuah pasangan yang terlihat begitu manis. Dibalik semua keberhasilan hidupnya, sejak awal penonton sudah melihat bahwa Charlotte kekurangan aspek kebahagiaan dalam hidupnya. Sedangkan, Fred dari segala tingkah laku liarnya tersembunyi hati lemah lembut yang begitu baik. Menyatunya dua individu ini memberikan sebuah kepuasan tersendiri bagi penonton. Dengan paduan komedi melewati berbagai rintangan untuk bersatu membuat Long Shot mengingatkan penonton terhadap ‘fun’ yang bisa dieksplorasi di film romantic comedy.

Sebagai sebuah film romansa Long Shot memberikan suatu pelajaran mengenai hubungan yaitu diperlukannya sebuah pengorbanan. Lewat hubungan Fred dan Charlotte penonton belajar bahwa sebuah hubungan bukan milik satu pihak tetapi dijalani secara bersama. Ada toleransi serta kompromi yang harus dilakukan kedua belah pihak untuk membuat hubungan berjalan dengan mulus. Sebagai seorang kandidat presiden, reputasi merupakan hal yang harus dijaga oleh Charlotte. Hubungannya dengan Fred tentunya menjadi sebuah hal yang harus ditutupi dan tidak terdengar oleh publik. Masalah ini menjadi masalah utama yang menjadi fokus pada film ini. Selain itu, dari sisi Fred sendiri ada sebuah kekurangan yaitu sikapnya yang suka menghakimi dan ‘judgemental’ kepada orang lain. Prasangka buruk serta rasa tidak percaya Fred kepada orang lain juga menjadi batu sandungan dalam kesuksesan hubungan mereka. Sepanjang film ini keduanya bersama-sama bertumbuh menjadi individu baru yang lebih baik dari sebelumnya.

Selain berbicara mengenai hubungan, Long Shot juga mengajarkan penonton untuk jujur dan menjadi diri sendiri. Terlalu peduli terhadap opini publik dan orang lain menjadi salah satu aspek yang membangun kesedihan dalam karakter Charlotte. Barulah ketika bertemu dengan Fred, Charlotte bisa melepas belenggu yang menahannya dan menjadi diri sendiri. Terlalu peduli dengan orang lain membuat keputusan dalam kehidupan kita dikontrol oleh orang lain, padahal seharusnya yang mengontrol hidup kita adalah diri kita sendiri. Lewat tekanan yang diberikan oleh seorang jurnalis dan presiden, tindakan Charlotte dikontrol bahkan harus melupakan mimpinya sejak kecil. Meskipun dengan cara yang sedikit ekstrim yaitu sebuah ancaman video menggelikan Fred, Long Shot menunjukan bahwa kita harus mengambil keputusan membebaskan diri dari kontrol orang lain dan memilih jalan hidup kita sendiri.

Selain akting luar biasa dari Seth Rogen dan Charlize Theron, beberapa aktor pendukung yang ada di film ini juga patut diapresiasi. Salah satunya adalah karakter Lance yang diperankan oleh O’Shea Jackson Jr. Sebagai teman dekat Fred, Lance selalu berhasil membuat setiap adegan terasa begitu fun dan lucu. Bahkan porsi karakter Lance di film ini bisa dibilang terasa kurang karena penonton sangat menikmati peformanya dan ingin lebih banyak porsi kemunculan karakter Lance. Tangan kanan dari Charlotte yaitu Maggie (June Diane Raphael), Tom (Ravi Patel) dan Agent M (Tristan D. Llala) juga menciptakan berbagai dinamika yang membuat berbagai adegan terasa unik dan tidak monoton.

Jika ada kekurangan yang dapat dikritisi dari film ini tidak lain adalah plot yang terasa sudah sangat umum digunakan pada genre romantic comedy. Untungnya hal ini tidak berdampak besar atau fatal karena kedua karakter dibuat dengan tidak biasa, unik dan original. Berfungsinya dinamika kedua karakter Fred dan Charlotte kembali tidak lepas dari dampak peforma luar biasa yang dibawakan oleh Seth Rogen dan Charlize Theron. Ending yang sudah tertebak tidak menjadi sebuah masalah bahkan menjadi momen yang sudah ditunggu-tunggu oleh penonton. Long Shot mengajarkan bahwa sebetulnya ending yang sudah predictable tidak akan terlalu berdampak jika setup cerita sudah dibangun dengan baik.

Lewat film ini Seth Rogen semakin membuktikan namanya sebagai salah satu aktor film komedi terbaik saat ini. Charlize Theron juga membuktikan bahwa ia dapat bermain dalam berbagai jenis genre bahkan di genre komedi. Rilis hampir bersamaan dengan Avengers: Endgame sepertinya menjadi sebuah misfortune bagi Long Shot garapan Jonathan Levine. Dengan budget sekitar 40 Juta USD, Long Shot hanya mendapatkan penghasilan sebesar 46 juta USD. Seharusnya Long Shot mendapatkan eksposure yang lebih besar karena bisa dibilang menjadi salah satu film komedi paling memuaskan tahun ini. Kombinasi tidak biasa yang berakhir luar biasa antara Seth Rogen dan Charlize Theron membuktikan potensi dan daya tarik dari film genre romantic comedy.

Click to comment

Leave a Comment

Dallas Buyers Club (2013) Dallas Buyers Club (2013)

Rekomendasi Film Tentang HIV/AIDS

Cultura Lists

bond 25 no time to die bond 25 no time to die

Bond 25: No Time To Die

Film

martin scorsese the irishman martin scorsese the irishman

Jangan Menonton The Irishman Melalui Smartphone!

Entertainment

the irishman review the irishman review

The Irishman Review: Kisah Pembunuh Bayaran dengan Storytelling yang Hangat

Film

Connect