Connect with us
Kisah Tanah Jawa: Pocong Gundul
MD Pictures

Film

Kisah Tanah Jawa: Pocong Gundul Review

Tampilkan kisah pria dengan kemampuan retrokognisinya.

★ ★ ★ ★ ★
★ ★ ★ ★ ★

 

Bagi beberapa orang, memiliki kemampuan khusus tentunya dapat memberikan keuntungan tersendiri seiring waktu. Akan tetapi, tindakannya yang melibatkan kemampuan tersebut bisa jadi mendorong seseorang untuk menjadi sasaran oleh pihak-pihak tertentu. Singkatnya, ini yang ingin disorot dalam film ‘Kisah Tanah Jawa: Pocong Gundul’.

‘Kisah Tanah Jawa: Pocong Gundul’ merupakan film horor produksi MD Pictures yang disutradarai oleh Awi Suryadi. Dibintangi oleh Deva Mahenra sebagai Hao, beserta bintang-bintang lain seperti Della Dartyan, Pritt Timothy, Iwa K dan Nayla D. Purnama, film ini berkisah tentang Hao yang kerap mengisi seminar dengan materi terkait kemampuan retrokognisi yang ia miliki. Akan tetapi, ketika dirinya berhasil membantu menemukan murid yang hilang, Hao diincar oleh sesosok makhluk supernatural yang menuntut nyawanya.

Dalam ceritanya, film akan membawa penonton dalam alur maju dan mundur sebagai pengantar penonton mengenai kemampuan retrokognisi yang dimiliki oleh Hao. Meski begitu, ceritanya dapat tersampaikan dengan baik dengan visualisasi yang tergolong menarik melalui permainan kamera sebagai penandanya.

Seiring durasi, ‘Kisah Tanah Jawa: Pocong Gundul’ menawarkan premis yang bisa dibilang mirip dengan ‘Qodrat’. Akan tetapi, film arahan Awi Suryadi ini tampak tampil lebih dramatis dalam menyoroti Hao dan para karakter yang terlibat dalam penceritaannya. Meski begitu, Walisdi yang diposisikan sebagai antagonis pada film ini sayangnya hanya digambarkan secara dangkal sebagai sosok jahat tanpa dorongan berarti untuk menjustifikasi ragam aksinya.

Sebagai film horor, Awi Suryadi tampak ingin membawa kembali nuansa atmospheric horror di dalamnya. Hal ini terlihat dari bagaimana film ditampilkan dengan shot yang cenderung lambat dan bervariasi menggunakan skema wide maupun close-up dalam konstruksinya, serta didukung dengan backsound yang cenderung crank up untuk memberi set-up kengerian.

Meski dengan bangunan horor yang tergolong bagus, ‘Kisah Tanah Jawa: Pocong Gundul’ beberapa kali menggunakan teknik jumpscare sebagai bentuk punchline dari horornya, yang sayang sekali membuatnya kemunculan rentetan elemen horornya jadi tertebak. Tak hanya itu, penggunaan CGI dalam menampilkan hantunya terasa kurang menakutkan, membuat representasi horornya makin menurun seiring durasinya.

Dalam pembawaan karakternya, berbagai cast pada film horor MD Pictures ini berhasil membuat karakter masing-masing tampak hidup. Deva Mahenra dan Della Dartyan terlihat asik dengan peran mereka sebagai Hao dan Rida, serta Nayla D. Purnama yang dapat dengan baik menampilkan Sari dengan segala kekalutannya. Tak hanya itu, Iwa K yang menjadi Walisdi berhasil tampil menacing sebagai Walisdi, walau memang karakternya tak pernah terasa dikulik lebih dalam seiring cerita dari ‘Kisah Tanah Jawa: Pocong Gundul’ ini.

Akhir kata, ‘Kisah Tanah Jawa: Pocong Gundul’ merupakan film horor yang berusaha untuk lebih dramatis menyoroti kisah Hao dan rentetan karakternya terkait teror dari makhluk supernatural. Meski memiliki kisah yang menarik dan cast yang dapat membawakan karakter masing-masing, film horor dari Awi Suryadi ini memiliki aftertaste yang kurang menggugah kala mengandalkan jumpscare dan minimnya backstory terkait beberapa karakter penting dalam penceritaan utamanya.

Late Night with the Devil Late Night with the Devil

Late Night with the Devil Review: Mimpi Buruk Talk Show Tengah Malam

Film

In a Violent Nature Review In a Violent Nature Review

In a Violent Nature Review: Slasher Horror dari Sudut Pandangan Pembunuh

Film

The Iron Claw Review The Iron Claw Review

The Iron Claw Review: Biopik Tragedi Pegulat Von Erich Bersaudara

Film

Furiosa A Mad Max Saga Review Furiosa A Mad Max Saga Review

Furiosa: A Mad Max Saga Review – Masa Lalu dan Dendam Furiosa

Film

Connect