Connect with us
KISAH DI BALIK TIGA KUTIPAN FILM TERBAIK
Tony Montana (Scarface)

Entertainment

Kisah Di Balik Tiga Kutipan Film Terbaik

3 dari 100 kutipan terbaik versi American Film Institute keluar dari mulut Al Pacino.

Apa kalimat terbaik dalam hidup kita? Mungkin ini termasuk pertanyaan sulit walau kesannya sederhana. Sebagian orang butuh beberapa menit untuk bisa menjawab pertanyaan ini karena sepanjang hidup ada jutaan kalimat yang masuk ke telinga.

Menentukan kutipan film yang dianggap terbaik dalam sejarah perfilman Hollywood, pastilah jauh lebih susah. Dan, inilah yang dilakukan American Film Institute.

American Film Institute (AFI) adalah lembaga perfilman Amerika yang berdiri pada 1967. AFI mengumpulkan 1.500 orang untuk menyusun daftar 100 kutipan film terbaik sepanjang masa. Film yang dipilih haruslah bagian tak terpisahkan dari popular culture, dianggap sebagai peninggalan historis, dan kata-kata dalam kutipan harus termasuk national lexicon. 1500 orang tersebut terdiri dari ahli sejarah, kritikus film, pekerja kreatif, dan lain-lain.

3 dari 100 kutipan terbaik tersebut keluar dari mulut Al Pacino. Pria keturunan Italia ini meraih piala Oscar di tahun 1993 dan AFI Life Achievement Awards pada 2007. Dengan rekam jejak seperti ini, pasti tiga kutipan terbaiknya masing-masing punya kisah bermakna. Mustahil kalimat-kalimat itu hanya diucapkan karena ‘enak didengar.’

”Keep your friends close, but your enemies closer” dari ‘The Godfather II’ (1974).

Kalimat ini ada di urutan ke-58 dalam daftar 100 kutipan terbaik. Al Pacino berperan sebagai Michael Corleone, kepala mafia yang punya wajah dingin dan tatapan beku.

Pada suatu malam, kamar tidur Michael diberondong peluru namun ia selamat. Ia lalu mendatangi Hyman Roth, dalang rencana pembunuhan tersebut. Roth diperankan Lee Strasberg yang di dunia nyata pernah menjadi guru akting Al Pacino. Mereka ngobrol seperti biasa. Michael lantas berkata kepada temannya, Frank Pentageli, ”Keep your friends close, but your enemies closer.”

Kalimat ini pernah disampaikan Tsun Zu, ahli strategi militer China yang lahir tahun 544 SM. Penyair India abad ke-15, Kabir Das, juga mengucapkan kalimat serupa. Spiritualis ini pernah berkata: “Anda harus selalu menjaga orang yang selalu mengkritik Anda di dekat Anda. Setiap menit mereka akan menunjukkan kekurangan dalam diri Anda. Dengan cara ini, Anda dapat menjadi lebih bersih dibandingkan dengan menggunakan sabun dan air.

Tahun 1513, Niccolò Machiavelli menyusun sebuah risalah politik berjudul ‘The Prince’. Sebagian orang percaya bahwa kalimat Michael Corleone adalah parafrase dari gagasan Machiavelli mengenai taktik perang yang ada dalam tulisan tersebut.

“Say “hello” to my little friend!” dari ‘Scarface’ (1983).

Kalimat ini ada di urutan ke-61. Film ini berkisah tentang Tony Montana, diperankan Al Pacino, imigran Kuba yang menjadi bandar narkotika di Florida, Amerika. Film ini banyak diprotes karena isinya berlimpah darah. Namun, sebagian pengagum Scarface mengatakan bahwa tahun 1980an memang adalah periode paling berdarah dalam sejarah perang narkotika di Florida.

Jadi, penggambaran di film itu mendekati kenyataan. Montana juga dianggap secara jujur merepresentasikan orang-orang yang ingin meraih American Dream: Menghalalkan segala cara, tak punya rasa takut, dan haus kekuasaan.

Kata “Say hello to my little friend” diucapkan Montana saat ia menembak pintu kamarnya dari dalam agar terbuka. Kata ‘Little friend” mengacu pada senapan yang ia gunakan. Dari layar CCTV ia tahu bahwa kamarnya sudah dikepung musuh.

Untuk adegan ini, Montana memperoleh banyak pujian. Sebagian penonton menganggap Montana bermoral tinggi karena berani menanggung konsekuensi dari kejahatannya. Ia tidak kabur kendati tahu bahwa ia sendirian dan ada puluhan musuh, semuanya memegang senjata.

Dan, kata ‘Say hello to my little friend” dianggap sebagai puncak dari bukti keberanian tersebut.

“Attica! Attica!” dari ‘Dog Day Afternoon’ (1975).

Kalimat ini ada di urutan ke-86. Al Pacino memerankan Sonny Wortzik yang di dunia nyata bernama John Wojtowicz, seorang perampok bank. Kejahatan John dituangkan dalam artikel di majalah Life oleh P.F Kluge. Tulisan ini diadaptasi ke dalam layar lebar oleh Sidney Lumet.

Sonny merampok bank dan menyandera 8 orang. Saat sedang bernegoisasi dengan polisi, Sonny tiba-tiba berteriak, ”Attica! Attica!” Seruan ini disambut dengan riuh oleh massa di depan bank. Sesungguhnya kalimat ini tak ada dalam skenario. Sebelum syuting, Al Pacino diberi saran oleh salah satu asisten Lumet, ”Nanti kamu teriak aja ‘Attica!”

Al Pacino lalu meneriakkan kata tersebut berkali-kali. Massa tanpa diarahkan sutradara mendadak histeris. Asal tahu saja, jumlah masyarakat yang ingin melihat syuting jauh lebih banyak daripada jumlah figuran yang dibayar untuk jadi kerumunan massa. Mereka semua muncul di layar.

Attica adalah nama penjara di New York yang rusuh pada tahun 1971. Para napi memprotes keadaaan penjara yang demikian buruk dan memprotes kematian napi yang dibunuh di penjara lain. Dari 9 hingga 14 September 1971, mereka menguasai penjara dan menyandera 42 pegawai penjara serta kaum sipil.

Pemimpin mereka, James Elliot, langsung dibunuh begitu kendali penjara kembali ke tangan sipir. Ini terjadi beberapa hari sebelum momen pembebasannya. Film ini dibuat hanya kurang dari empat tahun setelah kerusuhan terjadi. Oleh karena itulah teriakan Al Pacino berhasil merampas perhatian massa di tempat syuting.

Dan kriteria AFI pun terpenuhi: Bagian dari pop-culture, film yang terpilih masuk dalam kategori peninggalan historis, dan kata-kata dalam kutipan ada di dalam national lexicon.

Click to comment

A World Without Review A World Without Review

A World Without Review: Dystopia Futuristik Bertema Pemberdayaan Wanita

Film

Malignant Review Malignant Review

Malignant Review: Bukti Lelahnya Sang Sineas

Film

Rekomendasi Film Bertema Vampir Rekomendasi Film Bertema Vampir

10 Rekomendasi Film Bertema Vampir

Cultura Lists

Violet Evergarden: Eternity and the Auto Memory Doll Review

Film

Advertisement
https://www.cultura.id?_dnembed=true
Connect