Connect with us
Girl’s Revenge

Film

Girl’s Revenge Review: Mengintip Realita Dibalik Sebuah Bangunan Sekolah

Bullying, intimidasi, dan rencana balas dendam yang kurang matang.

★ ★ ★ ★ ★
★ ★ ★ ★ ★

“Girl’s Revenge” (2020) adalah satu dari sekian banyak film yang mengangkat tema bullying di lingkungan sekolah. Tidak hanya itu, sesuai dengan judulnya film ini juga membawakan tema balas dendam melalui intimidasi-intimidasi khas anak sekolahan.

Isu-isu tentang intimidasi dan kekerasan di sekolah memang masih mendapat perhatian besar, khususnya di negara-negara Asia. Tidak heran jika sutradara Taiwan Weica Wang, yang sebelumnya dikenal melalui film Til Death Do Us Part (2019) ini mengisi tema tersebut dalam film terbarunya. “Girl’s Revenge” sudah bisa ditonton di Netflix sejak akhir tahun 2020 lalu.

Girl’s Revenge

Menyingkap Fakta Dibalik Kemunculan Video Seks Seorang Siswa

Cerita “Girl’s Revenge” dibuka dengan kemunculan sebuah video seks yang melibatkan seorang siswa bernama Ren Li-chia (Shiny Yao), video yang mengegerkan seisi sekolah ini kemudian disorot tajam kedalam sebuah kilas balik tentang sebuah jalinan pertemanan antara Wu Yun-heng (Wang Yu Ping), Li-chia, dan Chen Ya-chi (Pii Liu).

Yun-heng adalah seorang murid pindahan yang tidak terlalu ingin menarik atensi teman-teman sekolahnya, Wang Ke-chien (Yuri Chen) hadir sebagai antagonis utama yang keberadaanya justru mengeratkan hubungan tiga bersahabat, karena sama-sama memiliki perasaan benci pada satu orang.

Kemalangan yang menimpa Li-chia, menjadikan teman-temannya menyusun sebuah aksi balas dendam kepada Wang Ke-chien, orang yang paling dicurigai sebagai dalang penyebar video. Namun, misi balas dendam tersebut ternyata membongkar cerita masa lalu Yun-heng yang juga kelam.

Girl’s Revenge

Lingkaran Setan tentang Aktivitas Bullying di Sekolah

Sinema Asia kembali menghadirkan tema bullying di tatanan sekolah menengah, dengan menempatkan tiga orang gadis sebagai pemeran utamanya. Isu ini memang tidak ada habisnya walaupun sudah berulang kali diangkat dalam berbagai film remaja.

“Girl’s Revenge” bahkan memakai formula ini dalam sebuah film dengan tema dasar tentang balas dendam. Pesan yang ingin disampaikan sebenarnya sangat sederhana, bagaimana jika aktivitas bullying dan intimidasi di sekolah akan memantik sebuah aksi yang juga tidak kalah jahat, yaitu pembalasan dendam.

Film dengan durasi 82 menit ini membingkai emosi para remaja yang masih belum stabil dalam menghadapi sebuah masalah pelik. Penonton akan dipaksa menghakimi semua tindakan yang tokoh-tokoh utama mainkan. Misalnya, apakah keputusan Yun-heng membalas dendam kepada Wang Ke-chien adalah hal yang normal karena sangat menyayangi sahabatnya, atau malah sebuah tindakan yang membuat perannya terlihat berbalik lebih menyeramkan. “Girl’s Revenge” menaik-turunkan emosi penonton melalui cara itu.

Menawarkan Sinematografi yang Cukup Apik

Walaupun secara keseluruhan cerita dalam film ini tampak berputar dan kurang fokus pada satu titik masalah, setidaknya “Girl’s Revenge” mampu menawarkan sinematografi yang cukup cantik untuk dinikmati. Setting yang dipakai tidak dibuat berlebihan dan menampilkan bidikan-bidikan yang tepat dan presisi, misalnya saat adegan di ruang kelas dan lorong-lorong sekolah, semuanya dibuat realistis namun tetap artistik dengan sudut-sudut pengambilan gambar yang tepat.

Dalam segi editing, film ini nampak dipersiapkan dengan matang, ada beberapa adegan yang dibuat sangat indah dengan menerapkan kecepatan pengambilan gambar, lalu dipadukan dengan potongan-potongan adegan kecil, format ini cukup membuat film lebih segar dan menarik.

Secara keseluruhan, “Girl’s Revenge” tidak semegah yang dibayangkan. Ide cerita yang menarik tidak bisa dieksekusi dengan baik, kelemahan terbesarnya mungkin ada pada pengembangan cerita dan kepenulisannya, alih-alih bisa dibuat lebih kompleks dan keren dengan aksi-aksi balas dendam, malah berputar-putar pada tokoh-tokoh yang dibuat kurang kuat dalam segi karakter.

Namun, film ini mampu memberikan pengalaman menonton yang seru, penampilan Wang Yu Ping yang memerankan karakter Wu Yun-heng sangat mencuri perhatian, dengan garis muka tegas dan penampilan mengagumkan, mungkin ia akan lebih cocok di film-film aksi. Tidak ketinggalan, “Girl’s Revenge” juga diisi dengan soundtrack yang sangat bagus, Karencici membawakan lagu berjudul “Best kept secret” dengan sangat indah.

Triangle of Sadness Triangle of Sadness

Triangle of Sadness Review: Satir Tentang Kesetaraan Duniawi

Film

first blood 1982 first blood 1982

First Blood Review: Awal Perjuangan Rambo Menghadapi Trauma Perang 

Film

Slumberland Review Slumberland Review

Slumberland Review: Petualangan Nemo & Flip Lari dari Kenyataan

Film

The Holiday The Holiday

The Holiday Review: Tontonan Musim Liburan yang Ringan & Romantis

Film

Connect