Connect with us
Evolusi Furniture Music Erik Satie hingga Chillpop Lofi Modern
Photo by Travis Yewell on Unsplash

Music

Evolusi Furniture Music Erik Satie hingga Chillpop Lofi Modern

Musik instrumental tenang yang setia mengiringi kehidupan kita.

Kita berada pada era dimana masyarakat urban tidak pernah melepas earbuds atau headphones-nya. Baik untuk mendengarkan lagu populer yang dibawakan oleh penyanyi idola, atau sekadar musik instrumental untuk memberi vibe tertentu dalam rutinitas.

Kita semua pasti setuju bahwa mendengarkan musik dengan aransemen yang dinamis dan diisi dengan vokal terkadang bisa mengalihkan perhatian. Bukannya fokus, bisa jadi malah sibuk karaoke saat sedang mengejar deadline, atau hingga membahayakan diri saat sedang di tempat umum. Oleh karena musik instrumental seperti komposisi klasik, ambient music, hingga musik lofi bisa menjadi alternatif yang lebih tepat untuk menemani kegiatan kita.

Musik lofi merupakan salah satu genre yang paling kekinian saat ini. Mengandung beat yang downtempo dan unsur suara yang minimalis, instrumental lofi mampu menciptakan nuansa yang cozy dan menenangkan ketika pendengarnya sedang bersantai maupun mengerjakan sesuatu.

Semakin populer di masa pandemi; dimana banyak orang menghabiskan waktu di rumah dan mencari ketenangan, konsep dari musik lofi yang tak jauh berbeda dengan ambient music sebetulnya sudah ada sejak awal abad ke-20. Mari kita simak perkembangan musik lofi yang sudah ada cikal bakalnya sejak era musik klasik.

Erik Satie sebagai Pioneer Furniture Music pada 1917

Tak semua orang mengenal sosok Erik Satie, namun bagi kita yang sudah melalang buana di internet dan bermain “Minecraft”, pastinya tidak asing dengan “Gymnopédie No. 1”. Komposisi klasik tersebut merupakan salah satu karya Satie yang paling populer.

Erik Satie merupakan komposer klasik asal Prancis pada abad ke-19 hingga awal 20-an. Ia mencetuskan genre furniture music pada 1917. Jika komposisi klasik pada umumnya terkenal dengan kompleksitas chord maupun not, furniture music milik Satie tercipta untuk ‘terdengar’, bukan ‘didengarkan’.

Sesuai dengan namanya, Erik Satie mengibaratkan musiknya layaknya perabotan yang melengkapi ruangan. Ia ingin musiknya menjadi ‘latar’ dari sebuah situasi, musik pengiring dengan komposisi repetitif yang sederhana dan tidak menonjol. Namun, komposisi furniture music yang berhasil adalah komposisi yang secara tidak sadar tertangkap oleh memori pendengarnya.

Meski kita tidak tahu siapa musisinya maupun judulnya, musik tersebut telah berhasil menciptakan sebuah kenangan. Kebanyakan komposisi Erik Satie memiliki melodi yang memberikan kehangatan dan perasaan nostalgia.

Komposisi furniture music dari Erik Satie juga memiliki pengaruh pada setiap musisi yang hendak membawakan ulang komposisinya. Jangan dianggap mudah karena notasinya yang minimalis, ada kebebasan sekaligus tantangan untuk mengeksekusi komposisi Satie. Mulai dari pilihan instrumen, hingga gaya aransemen. Vibe apa yang lebih ingin diciptakan? Bisa diciptakan dengan menentukan sendiri tempo, ritme, hingga pitch.

Buat kita yang edgy dan menyukai musik instrumental klasik yang suram, melankolis, namun mampu menghadirkan perasaan yang tenang dan cozy, dengarkan saja berbagai komposisi koleksi Erik Satie, seperti “Gymnopédies” dan “Gnossiennes”.

Brian Eno Pencetus Ambient Music sebagai Genre Baru pada 1970-an

Ambient music pertama kali dicetuskan oleh seorang musisi Inggris, Brian Eno. Sebetulnya, Eno sendiri tidak mengklaim diri sebagai penemu dari genre musik ini, sudah banyak musisi lainnya yang menciptakan komposisi dengan karakteristik ambient music sebelumnya.

Brian Eno menyatakan bahwa genre ini harus diberi nama, dengan begitu akan lebih mudah kedepannya untuk mengidentifikasi sebuah warna musik yang dimaksud. Ambient music sendiri merupakan pengembangan dari furniture music dari Erik Satie. Prinsip serupa, dimana komposisinya sederhana dan minim dari not yang kompleks dan dinamis. Tujuan untuk menimbulkan perasaan santai, tenang, dan mengisi “kekosongan” dalam sebuah situasi.

Label ‘ambient music’ terdengar lebih sempurna untuk disebutkan saat berbicara tentang musik. Pada dasarnya sebutan baru dari ‘furniture music’. Lahir pada era musik yang lebih modern, jangkauan ambient music juga lebih luas.

Ada berbagai sub-genre mulai dari ambient pop, ambient techno, dark ambient, dan masih banyak lagi. Ambient music lebih familiar disebut sebagai suara musik yang terdengar atmospheric, menggaung, hingga menciptakan suasana seperti berada di semesta yang berbeda.

Rekomendasi ambient music yang menarik untuk didengarkan lebih banyak pada ditemukan pada album original soundtrack film. Musik karya Cliff Martinez untuk film “The Neon Demon”, hingga komposisi dari Hans Zimmer termasuk sebagai ambient music.

Chillpop Lofi Music Stream di YouTube pada 2010-an

Bagi penggemar musik lofi, pastinya tidak asing lagi dengan Lofi Girl dari ChilledCow, sebuah channel di YouTube yang ada sejak 2017. Channel ini melakukan stream selama 24/7, memainkan instrumental lofi hip0hop untuk menemani siapapun yang bergabung dalam stream.

Kini, kita bisa menemukan banyak channel musik lofi dengan variasi lain sesuai dengan selera. Kita bisa saja mengetik ‘Steven Universe Lofi Music’, ‘Summer Vibe Lofi’, ‘Lofi Music for Sleep’, ada berbagai nuansa yang bisa diciptakan dari genre ini.

Setelah kita mengenal furniture music yang diciptakan oleh Erik Satie, kini kita bisa melihat bagaimana komposisi instrumental lofi juga memiliki karakteristik yang sama; repetitif, minim variasi beat dan not, dan menimbulkan sebuah ‘vibe’ atau ‘nuansa’.

Adapun beberapa musisi yang terkenal dari genre lofi diantaranya Nujabes, J Dilla, Jinsang, dan masih banyak lagi. Salah satu yang direkomendasikan adalah L.Dre, Ia memiliki akun platform streaming resmi dimana kita bisa mendengarkan komposisi lofi yang terinspirasi dari kartun-kartun kekinian. Mulai dari “Gravity Falls”, “Steven Universe”, hingga “Avatar the Last Airbender”.

Kalau untuk channel YouTube dengan berbagai konten musik lofi berkualitas yang didampingi ilustrasi imut dan lucu, bisa kunjungi channel Feardog.

Advertisement
https://www.cultura.id?_dnembed=true
Connect