Film

Dear Tenant: Melawan Stigma Sosial dalam Ketidakberdayaan

Paduan drama kriminal dengan cerita menyentuh tentang hubungan Ayah-Anak yang kompleks.

Sejumlah film yang mengangkat tema tentang hubungan sejenis, beberapa tahun belakangan ini mampu meramu jalan ceritanya semakin sentimentil melalui eksplorasi perasaan karakter utamanya. Sebut saja “Call Me By Your Name” (2017) yang berhasil menarik pujian kritis berkat kedalaman karakter Elio dan Oliver yang menanggung beban berat karena saling jatuh cinta satu sama lain.

Sinema Taiwan meramaikan riak tema serupa dengan kehadiran “Dear Tenant” (2020). Tidak hanya menyoroti diskriminasi dan stigma negatif tentang hubungan sejenis, film ini juga memadukan drama kriminal dan cerita keluarga yang saling terhubung karena cinta tulus sepasang kekasih pada masa lalu.

Film arahan sutradara Cheng Yu-Cieh ini, menyajikan penampilan mengagumkan dari Morning Mo, Run Yin-Bai, dan aktris senior Chen Su-fang ini sukses menjadi salah satu film box office di Tiongkok.

Dear Tenant

Hubungan Rumit antara Penyewa dan Pemilik Rumah

“Dear Tenant” berfokus pada cerita Lin Jian-yi (Morning Mo), seorang guru piano yang tinggal di rumah Zhou Xiu-yu (Chen Su-fang) dan cucunya Wang You-yu (Run Yin-Bai). Sejak awal film penonton akan dituntun pada kebingungan tentang hubungan ketiganya yang lahir dari sebuah kisah rumit.

Lin yang selalu bersikap baik pada pemilik rumah, sering mendapatkan perlakuan sinis dari Nenek Zhou karena dianggap sebagai orang yang menyebabkan kematian anaknya, ayah You-yu, Wang Li-wei (Jack Yao).

Film berjalan cepat sampai pada tragedi kematian Nenek Zhou. Lin menjadi satu-satunya orang yang dianggap bertanggung jawab atas kematian orang yang sudah dianggapnya sebagai ibu sendiri. Paman You-Yu yang sudah lama meninggalkan keluarga, Wang Li-gang (Jay Shih) mengusut kasus kematian ibunya melalui jalur hukum, dan menjebloskan Lin ke penjara dengan berbagai macam tuduhan, salah satunya memanfaatkan orientasi seksual Lin sebagai alasan kejahatan.

Rahasia besar diperlihatkan pada babak kedua film berlangsung, bahwa ketulusan Lin adalah bentuk cinta terbesarnya pada ayah You yu, kekasihnya di masa lalu. Hubungan sejenis antara Lin dan Li wei kemudian diceritakan dalam sebuah kilas balik yang manis namun berakhir mengharukan. Dan You-yu mengambil peran besar sebagai seorang anak yang diadopsi oleh kekasih ayahnya sendiri, hubungan rumit antara Lin dan You-yu menjadi narasi besar yang menghadirkan keharuan sekaligus kepiluan film ini.

Dear Tenant

Ketidakberdayaan Melawan Stigma Sosial

Jeratan hukum yang dialami oleh Lin mengantarkan pada kepiluan yang teramat dalam, bagaimana Lin dan You-yu akhirnya terpisah karena keadaan yang tidak menguntungkan keduanya. Adegan-adegan saat mereka menunjukkan ikatan keluarga yang tidak bisa dipisahkan menjadi begitu sentimentil, karena banyak stigma sosial yang meragukan ketulusan Lin pada You-yu.

Cerita bergulir saat otopsi menunjukkan bahwa di dalam tubuh Nenek Zhou terdapat narkotika. Penyidikan yang dilakukan oleh pihak kepolisian memperlihatkan bagaimana ranah privasi Lin dijadikan sebagai bahan empuk untuk menjeratnya masuk penjara.

Kondisi paling memilukan bisa dilihat saat pihak polisi melakukan sesi interogasi dan mempertanyakan atas dasar apa Lin bisa dengan tulus membiayai kehidupan dan merawat Nenek Zhou serta You-yu. Lin berada pada puncak kekesalannya hingga membuat pernyataan paling sarkas, tentang bagaimana jika dia adalah seorang perempuan yang ingin merawat ibu dan anak dari kekasih yang dicintainya, apakah akan sangat berbeda kasusnya?

Sebagai seorang sutradara, Cheng Yu-Cieh mampu membangun sudut pandang yang terang benderang tentang bagaimana orang-orang yang memiliki orientasi seksual pada sesama jenis selalu mendapatkan diskriminasi dan komentar-komentar rasis dari lingkungan sosial.

Prasangka yang dimiliki sebagian besar masyarakat ini, kemudian dikemas apik dan disulam dalam kisah jeratan kasus kriminal, sehingga semakin menambah ketidakberdayaan karakter Lin. Bagaimana petugas polisi yang menunjukkan sikap rasisme dengan menyudutkan Lin karena kondisinya, dan pada akhirnya Lin harus dipecat dari pekerjaannya sebagai guru piano karena para orangtua yang mulai keberatan dengan status dan kondisinya, menjadi gambaran bagaimana susahnya melawan stigma sosial dalam ketidakberdayaan.

Film Menyentuh dengan Sinematografi Kelam

“Dear Tenant” tidak menunjukkan pendekatan yang ingin memuliakan karakter utamanya sebagai orang suci tanpa dosa. Hubungan antara Lin dan pengedar narkoba bernama Eric (Ko Yuan-Wang) membuat film ini lebih realistis dan menambah seru konflik yang dihadirkan.

Sinematografi dari Meteor Cheung bisa memperlihatkan dunia Lin yang tampak suram, dengan dominasi warna gelap dan abu-abu yang menambah kesan memilukan film ini. Dengan musik dari dentingan piano mengalun sendu menambah esensi dramatis yang menjadi penutup manis film ini.

Film dengan durasi 106 menit ini berhasil dinominasikan dalam enam kategori di gelaran Golden Horse Award 2020, dan berhasil meraih tiga nominasi sekaligus dalam kategori Best Supporting actress untuk Chen Shu-fang,  Best Original Film Score untuk Fran Chen, dan Best Leading Actor untuk Morning Mo.

Yaya Badriya

Contributor of Cultura Magazine. Sometimes I plant words and make them grow.

Share
Published by
Yaya Badriya