Quantcast
The Odyssey by the Numbers - Cultura
Connect with us
The Odyssey by the Numbers

Entertainment

The Odyssey by the Numbers

Mengintip skala produksi film paling ambisius Christopher Nolan.

Christopher Nolan bukan nama asing ketika berbicara tentang produksi film berskala masif. Setelah The Dark Knight trilogy, Dunkirk, Tenet, hingga Oppenheimer, sutradara pemenang Academy Award tersebut kembali mengangkat standar perfilman melalui The Odyssey (2026), adaptasi modern dari epos Yunani kuno karya Homer yang telah menginspirasi dunia selama hampir tiga ribu tahun.

Alih-alih sekadar memindahkan kisah klasik ke layar lebar, Nolan membangun sebuah produksi yang sama besarnya dengan legenda yang ia adaptasi. Mulai dari lokasi syuting lintas negara, ribuan kostum, hingga penggunaan stok film IMAX dalam jumlah yang belum pernah terjadi sebelumnya, The Odyssey menjadi salah satu proyek paling ambisius dalam sejarah perfilman modern.

Berikut sederet angka yang menggambarkan skala produksi film tersebut.

172 Menit Durasi Film

Dengan durasi 172 menit, The Odyssey sedikit lebih singkat dibandingkan Oppenheimer yang berdurasi 180 menit.

Christopher Nolan mengungkapkan bahwa salah satu pertimbangan di balik durasi tersebut adalah keterbatasan presentasi IMAX 70mm. Format analog beresolusi tinggi itu memiliki batas teknis dalam memutar film yang berdurasi lebih dari tiga jam, sehingga keputusan mengenai panjang film juga mempertimbangkan pengalaman penonton di bioskop IMAX.

91 Hari Principal Photography

Proses principal photography dijadwalkan berlangsung selama 100 hari, tetapi berhasil diselesaikan hanya dalam 91 hari, atau sembilan hari lebih cepat dari jadwal.

Pencapaian tersebut tergolong luar biasa mengingat besarnya skala produksi, banyaknya lokasi syuting, penggunaan efek praktis, serta kompleksitas pengambilan gambar menggunakan kamera IMAX 70mm.

Syuting di 6 Negara

Untuk merealisasikan dunia The Odyssey, produksi berpindah ke enam negara yang memiliki lanskap menyerupai dunia Mediterania kuno, yaitu:

  • Yunani
  • Italia
  • Maroko
  • Skotlandia
  • Islandia
  • Amerika Serikat

Pemilihan lokasi asli menjadi bagian dari pendekatan Nolan yang konsisten memanfaatkan lingkungan nyata dibandingkan membangun dunia sepenuhnya di studio.

The Odyssey by the Numbers

Anggaran Produksi Mencapai US$250 Juta

Dengan estimasi anggaran sekitar US$250 juta, The Odyssey menjadi salah satu film termahal yang pernah disutradarai Christopher Nolan.

Besarnya biaya tersebut mencerminkan kebutuhan produksi yang sangat kompleks, mulai dari pembangunan set berskala besar, penggunaan kamera IMAX generasi terbaru, pengambilan gambar di berbagai negara, hingga ribuan kostum dan properti.

Sekitar 2.000 Figuran untuk Adegan Troya

Salah satu adegan terbesar dalam film adalah kilas balik pengepungan Troya.

Untuk mewujudkannya, produksi melibatkan sekitar 2.000 figuran yang tampil dalam adegan perang berskala besar. Penggunaan ribuan figuran memberikan skala visual yang autentik sekaligus mempertahankan nuansa epik khas film-film Nolan.

Lebih dari 5.300 Kostum

Departemen kostum yang dipimpin perancang kostum pemenang Oscar Ellen Mirojnick menciptakan lebih dari 5.300 kostum.

Produksi melibatkan sekitar 175 artisan di Los Angeles serta lebih dari 500 perajin dan kru kostum di berbagai negara untuk mewujudkan busana yang terinspirasi budaya Yunani Zaman Perunggu.

Lebih dari 2,1 Juta Kaki Stok Film IMAX 70mm

Salah satu fakta paling mencengangkan adalah penggunaan lebih dari 2,1 juta kaki stok film IMAX 70mm selama proses produksi.

Jumlah tersebut menjadikan The Odyssey sebagai salah satu produksi dengan penggunaan film analog terbesar dalam sejarah modern.

Setiap magazine film IMAX hanya mampu merekam sekitar 2,5 hingga 3 menit sebelum harus diganti, sehingga proses pengambilan gambar memerlukan koordinasi yang sangat presisi.

Kapal Odysseus Sepanjang 115 Kaki

Untuk merepresentasikan kapal Odysseus, produksi menggunakan Draken Harald Hårfagre, kapal Viking modern sepanjang 115 kaki yang dikenal sebagai salah satu replika kapal Viking terbesar di dunia.

Meski berasal dari tradisi maritim Nordik, kapal tersebut dipilih karena mampu menghadirkan skala visual yang sesuai dengan kebutuhan sinematik film.

Kuda Troya Setinggi 35 Kaki

Adegan pengepungan Troya turut menampilkan Kuda Troya setinggi sekitar 35 kaki (10,7 meter) yang dibangun secara fisik untuk kebutuhan produksi.

Alih-alih hanya mengandalkan efek digital, pembangunan properti berukuran monumental ini memperkuat kesan realistis yang selama ini menjadi ciri khas film-film Nolan.

Set Gua Cyclops Setinggi 95 Kaki

Salah satu set terbesar yang dibangun adalah gua Cyclops dengan tinggi sekitar 95 kaki (29 meter).

Skala set tersebut memungkinkan para aktor benar-benar berinteraksi dengan lingkungan fisik sehingga menghadirkan sensasi ruang dan ukuran yang sulit dicapai hanya melalui visual efek.

35 Gong Perunggu untuk Musik

Komposer Ludwig Göransson menggunakan pendekatan yang tidak biasa dalam menyusun musik film.

Selain memanfaatkan instrumen seperti aulos dan lyre, ia juga menggunakan 35 gong perunggu untuk menciptakan lanskap suara yang megah sekaligus asing, selaras dengan dunia mitologi Yunani yang menjadi latar cerita.

Berangkat dari Puisi Berisi 12.109 Baris

Seluruh film ini berakar pada puisi epik karya Homer yang terdiri atas sekitar 12.109 baris dalam bahasa Yunani kuno.

Selama proses penulisan skenario, Christopher Nolan mempelajari berbagai terjemahan dan kajian akademis mengenai The Odyssey untuk menemukan cara menghadirkan kisah klasik tersebut kepada penonton modern tanpa kehilangan esensi mitologinya.

The Odyssey by the Numbers

Produksi yang Mencerminkan Ambisi Nolan

Selama lebih dari dua dekade, Christopher Nolan dikenal sebagai sineas yang terus mendorong batas teknis dan artistik perfilman. The Odyssey tampaknya menjadi puncak terbaru dari ambisi tersebut. Dengan penggunaan jutaan kaki stok film IMAX, ribuan kostum, lokasi syuting lintas benua, hingga pembangunan set berukuran monumental, film ini menunjukkan bahwa Nolan tidak sekadar mengadaptasi salah satu karya sastra terbesar sepanjang masa, tetapi juga berusaha menghadirkan pengalaman sinematik yang setara dengan skala mitologi yang ia angkat.

Tak heran jika Nolan menyebut The Odyssey sebagai “the ultimate adventure story.” Jika seluruh elemen produksinya mampu berpadu dengan kekuatan narasi Homer, The Odyssey berpotensi menjadi salah satu pencapaian paling monumental dalam karier Christopher Nolan sekaligus tonggak baru bagi film epik modern.

 

View this post on Instagram

 

A post shared by Cultura Magazine (@culturamagz)

Adaptasi Mitologi Yunani Terbaik Adaptasi Mitologi Yunani Terbaik

Adaptasi Mitologi Yunani Terbaik Sebelum ‘The Odyssey’ Christopher Nolan

Cultura Lists

THE REVENANT THE REVENANT

10 Film Tentang Perjalanan Pulang yang Wajib Ditonton Sebelum “The Odyssey”

Cultura Lists

The Warriors: Perjalanan Pulang yang Menjelma Menjadi Mitos Urban Ikonik

Film

the furious 2025 Review the furious 2025 Review

The Furious Review: Aksi Brutal yang Membuktikan Martial Arts Masih Menjadi Raja Laga Modern

Film

Advertisement
Connect

References

  1. Wikipedia contributors. (2024). "Cultura." Retrieved from https://en.wikipedia.org/wiki/Cultura
  2. Google. (2024). "Search results for Cultura." Retrieved from https://www.google.com/search?q=Cultura
  3. YouTube. (2024). "Video content about Cultura." Retrieved from https://www.youtube.com/results?search_query=Cultura