Connect with us
Circle (2015) | via IMDb
Circle (2015) | via IMDb

Film

Circle Review: Perdebatan Menentukan Siapa yang Berhak Untuk Hidup

Film sci-fi horror yang terinspirasi dari 12 Angry Men.

★ ★ ★ ★ ★
★ ★ ★ ★ ★

Circle merupakan film rilisan tahun 2015, disutradarai oleh Aaron Hann dan Mario Miscione yang juga menulis naskah dari film ini. Circle terinspirasi dari 12 Angry Men pada tahun 1957 karya Sidney Lumet dan Reginald Rose. Dalam film tersebut ada 12 pria yang berdebat untuk mencapai keputusan akhir dengan asas keadilan hukum.

Namun, Circle bukanlah film bergenre legal drama, melainkan sci-fi horror. Berlokasi di satu ruangan gelap yang asing, 50 orang dari berbagai usia, ras, serta latar belakang, berkumpul dan dipacu oleh waktu untuk menentukan siapa yang berhak untuk tetap hidup.

Jangan berekspektasi tinggi dulu, Circle memiliki poin baik dan buruk sebagai sebuah film. Sudah jelas film ini tidak bisa dibandingkan dengan 12 Angry Men yang merupakan salah satu film klasik terbaik.

Memiliki Premis Menarik dan Intensitas yang Cukup Terjaga

Circle memiliki premis yang singkat namun cukup menarik perhatian untuk kita memutuskan menonton film ini. Dari adegan pertama, kita sudah berada di sebuah ruangan gelap dengan dimana terdapat 50 orang yang berdiri melingkar.

Pada bagian tengah ruangan, terdapat perangkat misterius yang melontarkan sengatan listrik pada siapa saja. Sempat terjadi kepanikan, pada akhirnya mereka memahami bahwa mereka harus menentukan siapa yang harus dibunuh setiap beberapa menit sekali.

Circle Review

Circle (2015)

Awalnya mungkin tampak bodoh dan menyebalkan, namun hal itu wajar saja. Karena setiap orang memiliki sifat egois dan tidak semua dari mereka dianugerahi kecerdasan. Buat yang suka melihat “drama” atau orang berdebat, siapkan popcorn dan nikmati saja perdebatan yang terjadi di antara mereka.

Circle cukup hebat dapat mempertahankan intensitas dari awal hingga akhir meski lokasinya di situ saja, bahkan setiap karakter hanya berdiri di tempat yang sama hingga menghadapi ajal masing-masing. Intensitas tersebut akan terjaga hingga mendekati akhir dari film.

Tidak Mengandung Dialog yang Cerdas Namun Sesuai Dengan Keadaan

Dialog yang dilontarkan oleh setiap karakter memang tidak terlalu cerdas dan bermakna. Sebagian besar dari mereka justru hanya meracau tentang kehidupan mereka, melakukan pembelaan dengan sangat nelangsa mengapa ia merasa patut untuk hidup. But, nothing’s wrong with that, sebagian besar orang pasti ingin bertahan hidup dalam situasi tersebut.

Dialog dan perdebatan yang terjadi jelas berbeda level dengan yang ditampilkan dalam film 12 Angry Men. Dalam kisah tersebut, kita akan melihat sekelompok pria dengan latar belakang sebagai praktisi hukum terpelajar. Mereka juga membicarakan topik yang lebih kompleks.

Sementara Circle hanya memiliki satu konflik sederhana yang diperdebatkan; siapa yang layak untuk hidup. Ke-50 orang yang hadir pun hanya masyarakat biasa, beberapa hanya pebisnis, ibu rumah tangga, atau mahasiswa. Namun, tetap ada beberapa orang yang cukup pintar agar perdebatan yang terjadi tetap ada pelurusnya.

Akhir yang Tidak Tertebak Namun Tetap Antiklimaks

Mendekati akhir kisah, sistem “eliminasi” yang dilakukan semakin cepat dan seakan ditulis hanya untuk segera mencapai babak akhir. Pada titik tertentu memasuki babak terakhir, kita akan dibuat terkejut dengan apa yang terjadi. Kita akan merasakan sensasi yang sama seperti setiap orang dalam ruangan tersebut yang mati karena sengatan listrik.

Pada titik ini, Circle memiliki nilai plus untuk menghadirkan plot twist yang cukup mengejutkan. Namun hal tersebut hanya bertahan sebentar. Setelah itu ada adegan tambahan di akhir yang membuat kisah ini menjadi antiklimaks.

Mengobservasi Cara Berpikir Manusia Ketika Dihadapkan Oleh Hidup dan Mati

Salah satu hal yang sangat menarik dan seru saat menonton Circle adalah kesempatan untuk melihat tingkah laku manusia dalam kondisi yang tidak biasa. Kapan lagi kita melihat 50 orang berdebat dalam pesawat alien di bawah tekanan mesin pembunuh otomatis?

Situasi yang kita tonton adalah rekayasa hiperbola tentang bagaimana setiap manusia dengan karakter dan latar belakang mengeluarkan pendapatnya. Ada yang egois, ada yang pasrah, ada yang memilih untuk tetap diam, dan ada yang berhasil menggiring opini untuk memanipulasi hasil akhir.

Setiap karakter yang menonjol dalam film ini juga telah memberikan performance terbaik mereka. Dalam segi akting, sebagian besar telah tampil dengan maksimal dan patut diberi apresiasi.

Sangat disarankan untuk tidak mencari tau sinopsis lebih atau jajaran karakter film Circle sama sekali melalui mesin pencari. Karena sedikit saja hint yang bocor akan mengurangi keseruan dalam menonton film ini. Trailer berikut merupakan salah satu sneak peak yang aman untuk disimak sebelum memutuskan untuk menonton Circle.

Click to comment
Advertisement
Cultura Podcast
Connect