Connect with us
Braven
Photo courtesy of Saban Films

Film

Braven Review: Aksi Jason Momoa Menghadapi Gembong Narkoba

Film action thriller yang simpel dan mudah dinikmati.

★ ★ ★ ★ ★
★ ★ ★ ★ ★

“Braven” (2018) merupakan debut bagi Lin Oeding dan Jason Momoa. Bagi Oeding, “Braven” adalah film panjang pertamanya setelah ia merilis sejumlah film pendek. Sedangkan bagi Jason Momoa, film tersebut adalah debutnya selaku produser. Tak hanya jadi produser, Momoa juga jadi pemeran utama di film itu.

“Braven” sendiri mengisahkan sosok Joe Braven (Jason Momoa) yang mesti menghadapi gembong narkoba. Hal itu terjadi lantaran ia menemukan tas berisi kokain saat ia tengah mengantarkan ayahnya, Linden Braven (Stephen Lang) ke kabin keluarga.

Proses produksi film sepanjang 94 menit ini tergolong lama, yakni 3 tahun. Terhitung dari tahun 2015. Selain Momoa dan Stephen Lang, film bergenre action thriller itu juga dibintangi sejumlah aktor ternama, seperti Jill Wagner dan Garret Dillahunt.

Film ini sudah didistribusikan di dua negara, yakni Kanada dan Amerika Serikat. Sekarang, film garapan Lin Oeding itu bisa ditonton di layanan streaming film online. “Braven” menggunakan formula yang tergolong simpel. Baik itu dari segi penulisan naskah, penyajian adegan action, hingga sinematografi dan penyajian musik.

Braven Review

“Braven” menggunakan plot alur maju yang sebetulnya mudah ditebak. Namun, Lin Oeding mampu mengeksekusinya dengan flow yang pas, serta tidak klise. Penonton jadi bisa menikmati keseluruhan plotnya dari awal hingga akhir. Sebagai film action thriller, “Braven” menyajikan sejumlah adegan action yang tepat guna. Dalam artian, adegannya disajikan tidak overdramatic, over duration, serta tak terlalu banyak memakai properti.

Properti yang dipakai untuk adegan action-nya sendiri relate dengan latar tempat film “Braven”. Semisal pistol laras pendek dan laras panjang, perangkap macan, serta panah. “Braven” sendiri mengambil latar tempat berupa pemukiman yang ada di bukit bersalju.

Braven Review

Dari segi sinematografi, Brian Andrew Mendoza selaku sinematografer mampu menyajikan visual lanskap latar tempatnya. Walaupun ada satu visual film yang agak mirip dengan film “The Revenant” (2015).

Di tataran musik, Justin Small dan Ohad Benchetrit mungkin tidak memberikan soundtrack yang ikonik di film ini. Namun, kedua penata musik itu setidaknya mampu menghasilkan music scoring yang simpel dan tepat guna.

Selaku pemeran utama, Jason Momoa tampil baik selama memerankan sosok Joe Braven. Ia mampu mengeluarkan karakter Joe Braven jagoan yang sayang keluarga. Ia pun juga tampil luwes selama melakoni berbagai adegan action. Walau sebetulnya karakter semacam Joe Braven cukup tipikal untuk seorang Jason Momoa.

Stephen Lang tampil konsisten dalam memerankan sosok Linden Braven. Tokoh yang merupakan ayah dari Joe Braven itu digambarkan sebagai sosok yang memiliki trauma otak akibat cedera di dalamnya.

Sebagai satu-satunya child actor, Sasha Rossof mampu menyeimbangi aktor-aktor lainnya yang tergolong dewasa. Sasha sendiri berperan sebagai Charlotte Braven yang merupakan anak dari Joe Braven.

Dari jajaran villain, Garret Dillahunt mampu menampilkan sosok Kassen yang menjadi musuh dari Joe Braven. Kassen sendiri merupakan bandar narkoba yang cerdik. Para cast lainnya tampil cukup baik selama film berlangsung, meskipun mungkin tidak terlalu memberi kesan mendalam.

Walau tidak menawarkan sesuatu yang baru, “Braven” tetap menjadi film layak tonton. Formula simpel yang dipakai di film ini membuat siapa pun bisa menikmatinya dari awal hingga akhir. Belum lagi durasinya yang tidak terlalu panjang.

Interview With the Vampire Interview With the Vampire

Interview With the Vampire Review: Kisah Vampir Berjiwa Manusia

Film

Film Tentang Pencurian Data PribadiFilm Tentang Pencurian Data Pribadi Film Tentang Pencurian Data PribadiFilm Tentang Pencurian Data Pribadi

Film Tentang Pencurian Data Pribadi

Cultura Lists

Angele Review: Saat Pop Star Belgia Kembali Menemukan Jati Dirinya

Film

The Power of the Dog The Power of the Dog

The Power of the Dog Review: Toxic Masculinity dan Balas Dendam Tersembunyi

Film

Advertisement
Connect