Connect with us
bond 25 no time to die

Film

Bond 25: No Time To Die

James Bond kembali beraksi dengan musuh terbaru.

Trailer pertama “No Time To Die” akhirnya dirilis pada 4 Desember 2019. Kita bisa melihat Daniel Craig kembali beraksi sebagai agen 007. Sekuel James Bond ke-25 ini akan rilis pada April 2020 mendatang, disutradarai oleh Cary Joji Fukunaga.

Diceritakan James Bond telah menjadi agen yang bebas tugas (setelah Spectre) dan menjalani hidup dengan tenang di Jamaica. Belum lama menikmati kehidupannya yang damai, teman lamanya, Felix Leiter dari CIA meminta bantuan pada Bond. Melibatkan diri dalam pencarian para ilmuwan yang diculik, James Bond harus berhadapan dengan musuh baru yang dilengkapi dengan teknologi tinggi.

Banyak aktor dan tokoh lama yang nampak dari trailer pertama “No Time To Die”. Selain Daniel Craig yang masih bertahan sebagai James Bond, Lea Seydoux kembali berperan sebagai Madeleine Swann, karakter yang memiliki sejarah percintaan dengan James Bond.

Phoebe Waller, Lashana Lynch, dan Rami Malek Sebagai Era Baru James Bond

Adapun nama baru yang memberikan nuansa baru pada sekuel James Bond, mulai dari Lashana Lynch sebagai Nomi, agen baru yang akan bekerja sama dengan Bond dan Rami Malek sebagai Safin.

Bergabungnya Rami Malek dalam film James Bond telah mencuri perhatian semenjak awal tahun. Setelah memenangkan penghargaan Best Actor dalam Oscar 2019, nampaknya aktor yang sukses memerankan Freddie Mercury ini semakin tertantang untuk memainkan berbagai jenis karakter.

Rami Malek sempat menjelaskan persyaratan pada pihak Universal Studio; bahwa ia tidak ingin memerankan tokoh penjahat dengan latar belakang teroris yang membela ras atau agama tertentu. Dalam film “No Time To Die”, Safin adalah penjahat yang didukung oleh teknologi baru berbahaya.

Sekuel James Bond sebetulnya salah satu film laga tentang agen rahasia dengan template yang sama hampir setiap sekuelnya; misi baru, musuh baru, percintaan jangka pendek dengan bond girl terbaru, kemudian keberhasilan misi pada akhir kisah.

Salah satu sekuel James Bond dengan rating tertinggi adalah Skyfall (2012). Dengan rating 92% dari Rotten Tomatoes dan 81% dari Metacritic. Disutradarai oleh Sam Mendes, sekuel ini memang memiliki masalah yang datang dari jati diri James Bond sendiri. Tentang masa lalu dan latar belakang Bond yang pastinya seru untuk disaksikan. Banyak pula alur cerita emosional dan unsur thrilling yang membuat “Skyfall” seru untuk ditonton.

Kembali dengan sekuel terbaru, “Spectre” pada tahun 2015 lalu, rating sekuel James Bond satu ini kembali pada skor 60-an di Rotten Tomatoes maupun Metacritic.

Apakah “No Time To Die” akan menjadi sekuel yang menarik untuk ditonton?

Mengumpulkan informasi yang telah disaksikan melalui trailer pertama “No Time To Die”, kita bisa melihat beberapa unsur yang akan kita temukan dalam sekuel kali ini.

Bond diceritakan telah pensiun dan menikmati hidup yang nyaman setelah “Spectre”. Hal ini mungkin akan membuat agen Bond beraksi dengan kondisi mental yang tidak segarang sekuel-sekuel sebelumnya. Ia juga dihadapkan kembali dengan perempuan yang ia cintai di sekuel sebelumnya, Madeleine, dan sempat memperlihatkan emosi tertentu.

Melihat akting perdana Rami Malek dalam James Bond bisa menjadi kesempatan yang menarik. Sosok penjahat Safin belum diperlihatkan terlalu banyak sehingga kita belum mendapatkan bayangan akan menjadi sosok penjahat seperti apa musuh James Bond kali ini.

Untuk kasus penculikan ilmuwan yang telah disebutkan dalam sinopsis “No Time To Die”, sebetulnya tidak semenarik misi-misi yang dihadapi oleh agen 007 sebelumnya.

Kita nantikan saja bagaimana aksi James Bond yang dibawakan oleh Daniel Craig dalam “No Time To Die” pada April 2020 mendatang!

Click to comment
Advertisement
Cultura Podcast
Connect