Connect with us
AI Love You Review

Film

AI Love You Review:  Kolaborasi Gagal Konsep Romansa dan Teknologi

Reuni Mario Maurer dan Baifern Pimchanok yang terjun di bawah ekspektasi.

★ ★ ★ ★ ★
★ ★ ★ ★ ★

Dalam menit-menit awal film “AI Love You” (2022) penonton mungkin akan diingatkan dengan latar belakang cerita film “Her” (2013), yang menghadirkan kisah cinta futuristik antara Theodore (Joaquin Phoenix) dengan “Samantha”, entitas artifisial yang memiliki sensitifitas dan wawasan luas.

“AI Love You” juga menceritakan kisah cinta serupa tentang manusia yang saling jatuh cinta dengan Artificial Intelligence, bedanya eksekusi film produksi Thailand ini tampak lebih gasra-gusru dan kurang matang, baik dari segi konsep kolaborasi romansa dan teknologi maupun story line yang berantakan.

Walaupun sudah menggandeng nama besar Mario Maurer dan Baifern Pimchanok, rupanya film ini masih jauh dibawah ekspektasi banyak orang. Namun meskipun begitu, film yang juga dikenal dengan judul “Laser Candy” ini bisa menjadi ajang reuni dua bintang utama drama remaja fenomenal Thailand “A Little Things Called Love” (2010) yang menarik perhatian banyak pecinta film 12 tahun yang lalu.

Konsep Cerita yang Kurang Dieksplorasi

“AI Love You” pada dasarnya mengusung cerita tentang percintaan manusia dengan sistem operasi yang mengendalikan sebuah gedung. Lana (Baifern Pimchanok) adalah seorang pekerja di sebuah agensi iklan yang kantornya terletak di gedung bernama Dob. Pada tahun tersebut, diceritakan bahwa perkembangan teknologi sudah sampai dimana seseorang bisa berbicara dan berteman dengan Artificial Intelligence yang mengontrol sistem kerja gedung-gedung.

Kedekatan antara Lana dan Dob pada akhirnya mempengaruhi sistem kerja Dob menjadi terlalu berpusat pada satu orang, yaitu Lana. Kemudian Dob jatuh cinta dan terobsesi bisa bersama dengan Lana. Bobby (Mario Maurer), seorang teknisi dan programer pengembangan teknologi terkenal AI didatangkan oleh pemilik gedung untuk menyelesaikan masalah yang ada dalam sistem kerja Dob. Namun, karena besarnya pengaruh Dob pada akhirnya pikiran Bobby berhasil dimanipulasi oleh memori Dob. Cerita kemudian berjalan mengikuti kisah cinta Lana dan Dob yang berada dalam tubuh Bobby.

Cerita seperti ini sebenarnya bisa ditebak sejak awal film dimulai, namun alih-alih memilih AI yang lebih masuk akal seperti robot atau benda proporsional lainnya, “AI Love You” dengan sangat berani menyandingkan kisah cinta manusia dengan sebuah gedung. Konsep ini terlihat cukup membingungkan dan aneh, namun setidaknya masih bisa menawarkan hiburan yang ringan.

Jomplangnya Screentime Dua Bintang Utama

Embel-embel reuni dua bintang “A Little Things Called Love” Mario Maurer dan Baifern Pimchanok menjadi daya tarik utama film ini. Karakter yang dibawakan oleh Baifern mendapat porsi pemeran utama seperti pada umumnya, cerita berpusat pada Lana yang memiliki kisah cinta complicated dengan Dob, yang dari awal kemunculannya direpresentasikan sebagai gedung yang sangat besar sehingga seringkali Dob hanya ditampilkan dalam bentuk suara saja.

Keberadaan karakter yang dibawakan oleh Mario maurer terbilang cukup minor jika dibandingkan dengan Lana yang menjadi nyawa dari cerita ini. Pengembangan karakter Bobby yang digambarkan sebagai seorang laki-laki playboy di awal, seperti hanya pengenalan singkat yang dipaksakan. Scene tersebut seperti hanya menjadi tumbal untuk mendevelop tokoh Bobby agar tampak berbeda saat dikuasai memori Dob.

Sederhana penampilan Mario dan Baifern di film ini mengalami kemunduran jika dibandingkan dengan film “A Little Things Called Love”, chemistry yang mereka bangun di “AI Love You” terasa sangat hampa dan cenderung biasa saja.

Film yang Terselamatkan Efek CGI

Walaupun banyak komentar miring dan memandang film ini sebagai kegagalan kolaborasi konsep percintaan dan teknologi. namun, film garapan Stephen Zlotescu dan David Asavanod ini terselamatkan berkat efek CGI yang cukup apik, dengan menampilkan efek-efek penuh warna membawa penonton mempercayai realitas fiksi yang dinarasikan film ini. Misalnya kemampuan berbicara dengan robot, peralihan sistem memori, dan twist mengenai hubungan manusia dan teknologi yang pada masanya nanti akan sulit dipisahkan.

Secara keseluruhan, walaupun masih banyak kekurangan “AI Love You” bisa menjadi film yang cukup menghibur dan menjadi pelepas rasa kangen akan penampilan Mario Maurer dan Baifern Pimchanok. Film dengan durasi 95 menit ini rilis perdana di layanan streaming Netflix pada tanggal 15 Februari 2022 lalu.

Big Night! Big Night!

Big Night! Review: Tragicomedy yang Merekam Realitas Sosial Kaum Miskin Filipina

Film

Apakah James Bond Harus Selalu Kulit Putih?

Culture

avatar remastered 2022 avatar remastered 2022

Avatar Review: Masih Relevan untuk Penonton Masa Kini

Film

The Outsider Review The Outsider Review

10 Film Hollywood dengan Estetika Jepang

Cultura Lists

Connect