Connect with us
Menyelami memori Yang, Techno Sapien keluarga yang malfungsi
Cr. A24

Film

After Yang: Fiksi Ilmiah yang Bercerita Tentang Apa Artinya Menjadi Manusia

Menyelami memori Yang, Techno Sapien keluarga yang malfungsi.

★ ★ ★ ★ ★
★ ★ ★ ★ ★

Sutradara sekaligus penulis naskah skenario Korea-Amerika, Kogonada membuat sebuah adaptasi dari cerita pendek karya Alexander Weinstein yang berjudul “Saying Goodbye to Yang”. Film ini diproduseri oleh Theresa Park dan diproduksi oleh perusahaan hiburan independen Amerika A24 , Cinereach, dan Per Capita Production.

Film yang kemudian diberi judul “After Yang” (2022) ini menceritakan tentang kisah techno sapien (seorang humanoid) yang sudah dianggap seperti keluarga oleh pemiliknya, dan dampak apa saja yang ditinggalkan setelah ia tidak bisa berfungsi lagi seperti semula.

Film yang dibintangi oleh Colin Farrel, Jodie Turner-Smith, Justin H.Min, Malea Emma Tjandrawidjaja, Ritchie Choudhury, Haley Lu Richardson, dan Debora Hedwall ini berhasil menjadi Box Office dengan pendapatan lebih dari 46 ribu dolar AS sejak penayangan perdananya pada 4 Maret 2022.

After Yang

Menggali dan Menyelami Memori “Yang”

Film “After Yang” Dimulai dengan adegan dimana sebuah keluarga kecil mengikuti kompetisi menari di era yang lebih modern. Pasangan Jake (Colin Farrell) dan Kyra (Jodie Turner-Smith) serta anaknya, Mika (Malea Emma Tjandrawidjaja) hidup didampingi humanoid bernama Yang (Justin H.Min), sebuah robot masa depan yang memiliki kemampuan menjaga, berteman, dan merespon perasaan manusia.

Cerita “After Yang” dibuka dengan ditutupnya keberadaan Yang karena malfungsi. Mika, anak semata wayang Jake dan Kyra yang sehari-hari ditemani Yang mulai kesepian. Jake kemudian menyelidiki kerusakan pada tubuh Yang dan berharap bisa mengembalikan fungsi Yang seperti semula.

Ditengah proses memulihkan kondisi Yang. Jake menemukan sebuah memori besar yang disimpan Yang, dengan bantuan seseorang Jake akhirnya bisa menyaksikan bagaimana kehidupan Yang sebelumnya, perasaan apa saja yang bisa dimunculkan oleh sebuah humanoid, dan ikatan Yang dengan seorang gadis bernama Ada (Haley Lu Richardson).

Karena kondisi Yang tidak bisa pulih, kehidupan keluarga Jake dan Kyra mulai berubah. Hal ini seperti menjelaskan bahwa keberadaan Yang memang tidak hanya seperti robot penjaga, tetapi lebih pada hubungan yang filosofis, bahkan ketiganya memang tidak bisa hidup baik-baik saja jika tanpa Yang.

After Yang

Menghadirkan Desain Produksi yang Ekspresif

Sebagian besar pengambilan gambar “After Yang” berada di lingkup rumah keluarga Jake dan Kyra, rumah dengan desain yang menggabungkan modernitas dan unsur alam ini seperti menjadi potret bahwa di masa depan, kemajuan teknologi harus selalu diimbangi dengan pelestarian sumber daya alam, ada banyak tanaman yang menghiasi rumah dengan lapisan kaca sebagai temboknya.

Produksi “After Yang” juga tampak hati-hati dan matang jika dilihat dari segi iringan musik pendukung dan soundtrack yang dipilih. Aska Matsumiya dan Ryuichi Sakamoto mampu meramu musik yang terdengar sendu menjadi selaras dengan keseluruhan cerita “After Yang” yang penuh kebimbangan.

Konogada juga dengan cerdik menampilkan sebuah percakapan intens antara seorang manusia dengan humanoid. Bahasa tentang asal muasal teh dan keberadaan kupu-kupu bisa dibuat begitu dalam dan menyentuh serta mengarah pada sebuah pertanyaan besar tentang “apa rasanya memiliki perasaan seperti manusia?”.

Membawa Pesan Anti Rasisme dan Dibintangi Oleh Aktor Multikultural

Jika dilihat dari deretan pemain utamanya, “After Yang” memberi warna baru dengan penampilan sebuah keluarga yang memiliki penampakan fisik yang sangat berbeda. Jake dengan kulit putihnya, Kyra yang cantik dan menawan dengan kulit hitamnya, dan kedua anaknya yang menunjukkan tampilan ras Asia.

Film ini sekaligus memberikan pesan anti rasisme pada orang-orang kulit hitam dan keturunan Asia, ada beberapa adegan seperti penyematan papan buletin dengan pesan “Anti-Asia Rasis” yang ditampilkan sekelebat namun tampak jelas diperlihatkan dengan sengaja.

Selain itu, Film ini juga membawa nama-nama besar seperti Jodie Turner-Smith, Justin H.Min dan aktris keturunan Indonesia Malea Emma Tjandrawidjaja.

“After Yang” bisa menjadi rekomendasi film science fiction yang mengandalkan hubungan antar anggota keluarga yang mengangkat narasi tentang adopsi, anti rasisme dan romantisme perasaan hati manusia sebagai kekuatan filmnya.

Triangle of Sadness Triangle of Sadness

Triangle of Sadness Review: Satir Tentang Kesetaraan Duniawi

Film

first blood 1982 first blood 1982

First Blood Review: Awal Perjuangan Rambo Menghadapi Trauma Perang 

Film

Slumberland Review Slumberland Review

Slumberland Review: Petualangan Nemo & Flip Lari dari Kenyataan

Film

The Holiday The Holiday

The Holiday Review: Tontonan Musim Liburan yang Ringan & Romantis

Film

Connect