Connect with us
Aamir Khan
Photo by Mustafa Kaya

Entertainment

Aamir Khan, Selebriti Indonesia, dan Perubahan Sosial

Publik India mengenalnya sebagai aktor sekaligus pembuat film berdedikasi tinggi.

Pada 23 April 2020 datang sebuah truk membawa paket-paket donasi isi 1 kilogram tepung terigu ke Delhi, India. Di dalamnya terselip uang. Hanya orang yang sangat miskin yang mau jalan kaki untuk mengambil 1 kilogram tepung jadi uang tersebut pasti tepat sasaran.

Aamir Khan disebut sebagai donatur dari sumbangan tersebut tapi ia membantahnya. Tak heran jika sebelumnya masyarakat percaya bahwa ia adalah si penyumbang karena Aamir dikenal sangat aktif dalam kegiatan kemanusiaan baik lewat filmnya maupun melalui kegiatannya di luar sinema.

Aamir Khan

Photo via GQ India

Mari kita lihat dulu beberapa filmnya. Aamir adalah aktor, produser, dan sutradara yang dijuluki ‘the most brilliant cinematic mind in India’. Karya pertamanya sebagai produser menembus nominasi Oscar kategori Best Foreign Movie pada tahun 2002 dan film yang ia bintangi, ‘3 Idiots’, duduk di puncak box office India.

Film Aamir yang menarik antara lain adalah ‘Like Stars on Earth’, film India pertama yang lisensi distribusinya dibeli Disney. Film ini berkisah tentang anak yang dianggap bodoh. Kelak terungkap bahwa ia adalah penyandang disleksia.

Di masa awal pemutarannya, organisasi Action Dyslexia di India menerima kunjungan 10 kali lipat lebih banyak dari biasanya. Central Board of Secondary Education memperpanjang waktu pengerjaan tes para murid yang dyslexic, mengalami gangguan penglihatan, serta difabel. Beberapa sekolah membuka kelas untuk penyandang autisme dan beberapa lembaga memberi pelatihan tentang pengajaran anak berkebutuhan khusus (ABK).

Aamir mengatakan bahwa ia membuat film untuk mengajak masyarakat berpikir progresif dan memperbaiki tatanan sosial. Ia dan istrinya, Kiran Rao, pernah diusir keluar India oleh masyarakat yang marah setelah ia mengatakan bahwa kasus intoleransi agama di India meningkat. “Kalian membuktikan ucapan saya benar,” ujar Aamir.

PK (2014)

PK (2014)

Topik agama bisa ditemukan dalam film ‘PK’ yang peluncurannya direspons dengan hashtag #BoycottPK di Twitter. Para aktivis Hindu menyerang bioskop yang menayangkannya. Sedangkan India Today, majalah beroplah terbanyak di India, menyatakan bahwa pemutarannya harus dihentikan.

Film Aamir lainnya yang menggugah penonton adalah ‘Rang De Basanti’ film bertema korupsi. Sebuah studi tentang perilaku blogger menunjukkan bahwa selama bulan pertama pemutaran film tersebut, di India terjadi diskusi yang intens mengenai sosial politik dan kemarahan publik terhadap politisi meningkat signifikan.

‘Secret Superstar’ juga punya dampak serupa. Film ini berkisah tentang seorang Youtuber yang ayahnya abusive. Setelah film ini masuk box office di China, jumlah korban kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) di China yang melapor ke polisi meningkat banyak.

Baca Juga: Aamir Khan Dan Idealismenya Dalam Berfilm

Aamir juga membuat talkshow TV, ‘Satyamev Jayate’, yang membahas berbagai isu sensitif di India. Program ini kerap jadi trending topic di Twitter dan dianggap banyak penonton sebagai gerakan sosial, bukan talkshow biasa.

Topik yang ditampilkan antara lain malpraktik dokter, pembunuhan janin perempuan, lingkungan hidup, pemerkosaan, dan kriminalisasi politik. “Rakyat harus melek politik agar mereka bisa mengambil keputusan yang benar,” tuturnya. Di tiap episode, ia mengundang banyak pihak dan ada ahli yang mengajukan solusi. Di ujung acara selalu ada kontribusi dana untuk lembaga sosial.

Beberapa episode acara ini mempengaruhi dinamika politik India

Aamir diundang perdana menteri untuk berdiskusi soal kasta dan ia serta timnya juga diundang parlemen untuk mempresentasikan penelitian tentang malpraktik dokter. Di pertemuan itu, Aamir mendorong pemerintah untuk menurunkan harga obat dan mengontrol distribusinya dengan lebih ketat.

Seruan untuk menghentikan pembunuhan janin perempuan dikeluarkan Ketua Menteri Rajasthan, Ashok Gehlot, tak lama setelah episode tentang hal itu ditayangkan. Adapun episode kedua berperan dalam menggolkan RUU tentang perlindungan anak dari pelecehan seksual. Aamir juga mengatasi kekeringan air di beberapa desa hingga mereka surplus air dan berbagi ke desa tetangga.

Nama besar di industri hiburan berbunyi lebih keras daripada ketenaran di bidang lain seperti pendidikan atau medis. Aamir memanfaatkan popularitasnya dengan optimal: Ia mengerjakan apa yang sulit, bahkan mustahil, dikerjakan oleh orang yang tidak tenar. Sepak terjangnya mengingatkan kita pada ucapan “With greater power comes greater responsibility.”

Selebriti Indonesia banyak yang aktif bersuara tentang politik dan isu penting lainnya. Sebagian besar menempuh cara yang bisa dan biasa diambil orang yang tidak terkenal: Bergerak secara sporadis, menggunakan sosial media untuk beropini, dan datang ke berbagai acara kampanye.

Aamir Khan Time

Aamir adalah satu dari sedikit selebriti yang berjuang secara integratif. Karya, kegiatan, dan yayasan yang ia miliki diikat oleh tujuan yang sama dan semuanya dikerjakan dengan sistematis, tidak sporadis. Aktivitas sosialnya banyak yang berada dalam skema jangka panjang, bukan hanya mengikuti trend.

Tom Hanks pernah berkomentar, ”Masyarakat telah membuat kami tenar. Kami harus berbuat sesuatu untuk berterima kasih. Cara Aamir berterimakasih sangat susah dilakukan. Sedikit selebriti yang melangkah sampai sejauh itu untuk mengupayakan kesejahteraan umum.”

Mungkin karena sangat susah itulah maka sebagian besar selebriti dunia entertainment Indonesia belum optimal dalam memanfaatkan nama besarnya untuk mewujudkan kesejahteraan bagi masyarakat yang telah membuat mereka kaya dan terkenal.

Sedih rasanya melihat sebagian selebriti hanya menggunakan ketenarannya untuk pamer harta dan mendulang likes/views. Sebagian sudah merasa puas hanya dengan hadir di berbagai program amal atau acara sosial politik.

Padahal, potensi selebriti untuk melakukan perubahan sosial, asalkan suara dan dompet mereka terlibat aktif, sangatlah besar.

Click to comment
Advertisement
Cultura Podcast
Connect