Connect with us
The Midnight Sky Review
Netflix

Film

The Midnight Sky Review: Bencana Iklim yang Menyerang Bumi Tahun 2049

Film bergenre sci-fi garapan George Clooney.

★ ★ ★ ★ ★
★ ★ ★ ★ ★

The Midnight Sky merupakan hasil adaptasi dari novel berjudul “Good Morning, Midnight” karya Lily Brooks-Dalton. Film ini disutradarai oleh aktor legendaris asal Amerika Serikat, yaitu George Clooney. Selain menjadi sutradara, Clooney juga berperan menjadi tokoh utama dalam film garapannya sendiri.

George Clooney memerankan tokoh ilmuwan tua bernama Augustine Lofthouse. Selain dirinya sendiri, Clooney juga memilih Felicity Jones untuk berperan sebagai seorang astronot bernama Sully Rembshire. Cerita banyak berfokus pada kedua tokoh ini, walaupun mereka berada di setting tempat yang berbeda. Clooney terjebak di Antartika yang dingin, sedangkan Jones terjebak di luar angkasa karena tidak dapat kembali ke bumi.

The Midnight Sky

Netflix

Lebih Banyak Mengandung Drama daripada Science-nya

Cerita pada The Midnight Sky diambil dari dua sudut pandang, yaitu dari sudut pandang seorang ilmuwan bernama Augustine (George Clooney) dan seorang astronot yang sedang hamil tua bernama Sully (Felicity Jones). Augustine berusaha untuk menghubungi para awak pesawat yang berada di luar angkasa untuk menginformasikan keadaan bumi yang sudah tidak layak untuk dihuni.

Setelah mengorbankan keselamatan dirinya sendiri, akhirnya Augustine berhasil menghubungi salah satu awak pesawat, yaitu Sully. Augustine memerintahkan Sully dan awak pesawat lainnya untuk tidak kembali ke bumi. Awak kapal terkejut ketika melihat planet bumi dari kejauhan. Hampir seluruh permukaan bumi berubah warna menjadi putih karena terlapisi salju.

Ketika pertama kali melihat trailernya, The Midnight Sky berhasil menarik perhatian karena memberikan visual luar angkasa yang sangat menawan. Efek CGI yang diberikan oleh film ini tidak main-main. The Midnight Sky terasa lebih menjanjikan ketika scoring pada film ini digarap oleh komposer terkenal, yaitu Alexandre Desplat.

Sayangnya, film ini tidak didukung oleh script cerita yang entertaining. Kita tidak bisa menyalahkan George Clooney karena memang cerita pada film ini bukanlah hasil tulisannya, namun merupakan hasil adaptasi dari sebuah novel. Pada cerita originalnya, novel Good Morning, Midnight memang lebih banyak menceritakan aspek relationship para tokoh daripada aspek science-nya.

The Midnight Sky Review

Photo: Philippe Antonello/NETFLIX

Totalitas George Clooney dalam Memerankan Tokoh Augustine

Selain menyutradarai The Midnight Sky, George Clooney juga harus memerankan tokoh utama dalam film ini. Pada sebuah wawancara virtual dengan Netflix, Clooney membocorkan beberapa behind the scene dari proses pembuatan film ini. Bagi Clooney, menyutradarai sekaligus berperan dalam filmnya sendiri merupakan hal yang tidak mudah.

Islandia dipilih sebagai lokasi syuting The Midnight Sky karena sesuai dengan latar tempat film yang ditutupi salju. Clooney dan tim produksi harus berjuang melawan dinginnya Islandia demi mendapatkan shoot terbaik untuk film mereka. Adegan Augustine mencari Iris (Caoilinn Springall) ditengah badai, ternyata bukanlah efek CGI. Clooney benar-benar berakting ditengah badai salju.

Selain harus berakting di tengah badai salju, Clooney juga harus terlihat lebih tua dari umur aslinya saat memerankan tokoh Augustine. Penampilan fisik Clooney memang terlihat sangat berbeda dalam film ini. Ia rela menurunkan berat badan serta menumbuhkan janggutnya demi memerankan tokoh utama dalam filmnya.

The Midnight Sky Review

Netflix

Totalitas George Clooney juga didukung oleh totalitas aktris Felicity Jones. Ia harus memerankan karakter Sully dalam keadaan sedang hamil anak pertama. Kehamilannya inilah yang membuat Clooney terpaksa mengubah karakter Sully berbeda dari karakter di novel original. Pada novel, karakter Sully tidak digambarkan sedang mengandung, namun karakter Sully pada film digambarka sedang hamil tua.

Secara keseluruhan, sinematografi dan kualitas akting para aktor dan aktris merupakan aspek terbaik yang diberikan oleh film ini. Sayangnya aspek tersebut tidak didukung dengan jalan cerita yang menarik. The Midnight Sky mungkin akan kurang memenuhi ekspektasi para penggemar film bergenre sci-fi. Namun, film karya George Clooney ini masih layak dinikmati untuk mengisi waktu luang. The Midnight Sky sudah tayang di Netflix.

Click to comment

A Boy Called Christmas Review A Boy Called Christmas Review

A Boy Called Christmas Review: Tentang Harapan dalam Kemalangan di Hari Natal

Film

The Forgotten Battle The Forgotten Battle

The Forgotten Battle Review: Film Perang Dunia II dengan Tiga Sudut Pandang

Film

Hellbound Review Hellbound Review

Hellbound Review: Terbentuknya Distopia dari Teror Neraka di Bumi

TV

The Whole Truth Review The Whole Truth Review

The Whole Truth Review: Kebenaran di Balik Lubang Dinding

Film

Advertisement
Connect