Connect with us
Saatnya Melek Data Pribadi

Current Issue

Saatnya Melek Data Pribadi

Di era serba terkoneksi dengan internet, paling tidak kita mesti melek atas pengaturan privasi yang disediakan.

Data pribadi adalah semua data yang dapat digunakan untuk mengidentifikasi diri kita. Serupa yang termaktub dalam Rancangan UU Perlindungan Data Pribadi, data pribadi adalah setiap data tentang seseorang baik yang teridentifikasi dan/atau dapat diidentifikasi secara tersendiri atau dikombinasi dengan informasi lainnya baik secara langsung maupun tidak langsung melalui sistem elektronik dan/atau nonelektronik.

Data pribadi sendiri terdiri atas dua, data pribadi yang bersifat umum dan data pribadi yang bersifat spesifik. Teridentifikasi sebagai data pribadi yang bersifat umum diantaranya adalah nama lengkap, jenis kelamin, kewarganegaraan, agama dan/atau data pribadi yang dikombinasikan untuk mengidentifikasi seseorang.

Sedangkan yang teridentifikasi sebagai data pribadi yang bersifat spesifik adalah data dan informasi kesehatan, data biometrik, data genetika, kehidupan/orientasi seksual, pandangan politik, catatan kejahatan, data anak, data keuangan pribadi, dan/atau data lainnya sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan.

Hari ini, dengan perkembangan jaringan internet yang semakin mudah untuk diakses, kita perlu tahu dan melek atas hal-hal apa saja yang merupakan data pribadi kita dan apa yang seharusnya kita lakukan untuk melindungi data pribadi tersebut.

Upaya tertentu perlu dilakukan untuk memastikan agar data pribadi kita aman. Hal ini penting, karena data pribadi sangat memungkinkan disalahgunakan oleh pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab. Beberapa kasus kejahatan yang menggunakan data pribadi diantaranya adalah phishing, pencurian data pribadi, kloningan akun, hingga kasus pembobolan kartu kredit.

Dalam kasus pembobolan kartu kredit, sejatinya pihak bank yang seharusnya memberikan perlindungan tingkat tinggi pada nasabahnya justru malah kecolongan. Hal ini menunjukkan bahwa perlindungan data pribadi jadi tidak sesederhana yang dibayangkan. Ia juga pada akhirnya harus melibatkan banyak pihak yang terkait untuk bersifat kooperatif dalam memastikan keamanan data kita yang mereka simpan.

data pribadi

Via varonis.com

Selain memiliki tanggung jawab untuk melek dan melindungi data pribadi kita sendiri, kita perlu paham bahwa kita juga memiliki peran untuk melindungi data pribadi milik orang lain. Ada banyak aktivitas kita di dunia digital yang seringkali tidak disadari telah menerobos sekat-sekat privasi orang lain. Sebagai contoh keserampangan kita dalam memasukkan orang lain di WhatsApp Group.

Nomor telepon merupakan salah satu bentuk data pribadi yang digunakan untuk mengidentifikasi orang dan olehnya perlu dilindungi. Dengan memasukkan nomor orang lain di grup tertentu tanpa seizin dari orang yang bersangkutan maka sama halnya kita sedang menyebar salah satu data pribadi, dalam hal ini adalah nomor telepon, pada semua anggota grup tanpa seiizin yang bersangkutan. Terlihat sepele memang, namun ini adalah bentuk sederhana bagaimana kita hari ini belum cukup melek soal data pribadi itu sendiri.

Baca Juga: Menemukan Kedamaian di Social Media

Di era dimana kita terkoneksi dengan banyak ragam media sosial, paling tidak kita mesti melek atas pengaturan privasi yang mereka sediakan. Pada dasarnya kita punya kuasa untuk mengatur segala opsi yang tersedia berdasarkan preferensi pribadi kita.

Beberapa diantaranya yang bisa diterapkan adalah memahami jenis layanan apa yang mereka sajikan, tahu dan pahami data pribadi apa yang mereka akan akses ketika kita menggunakan layanan mereka, cermati bagaimana mereka menggunakan data pribadi kita, hingga ketahui pihak-pihak lain yang bekerja sama dengan media sosial tersebut karena hal ini berarti akan ada kemungkinan data kita dapat pula diakses oleh pihak ketiga. Hal ini seyogyanya bisa dilakukan secara berkala.

Dengan melakukan langkah-langkah semacam di atas, setidaknya kita telah selangkah lebih maju untuk melakukan upaya pencegahan dan pengamanan data pribadi agar tidak disalahgunakan oleh pihak yang tidak bertanggungjawab.

Hal sederhana lain yang bisa dilakukan adalah selalu berhati-hati ketika hendak mengungggah informasi pribadi, seperti nama lengkap, nama orang tua, pun tanggal lahir. Harapannya, hal-hal sederhana semacam ini dapat mengantarkan kita untuk terus meningkatkan pengetahuan dan praktik baik perlindungan data pribadi.

Click to comment

Leave a Comment

Advertisement
Cultura Podcast
Connect