Connect with us
rekomendasi film muslim

Cultura Lists

What To Watch During Eid

Lebaran kali ini berbeda. Tapi bukan berarti tidak istimewa.

Opor sudah siap? Rendang sudah matang? Ketupat sudah jadi? Sekarang saatnya menata piring dan gelas di depan TV. Lalu kita merayakan lebaran sambil makan-makan dan movie marathon beberapa film spesial ini.

Mungkin baru kali ini kita merasakan yang namanya lebaran di rumah saja. Tapi bukan berarti lebaran kali ini jadi lebih sendu. Ada banyak serial maupun film yang dibuat oleh para sineas muslim ataupun dibintangi aktor dan aktris muslim yang sangat layak ditonton. Sebagian besarnya berasal dari timur tengah.

Diriliş: Ertuğrul – 2014-2019 (Turki)

Serial Turki yang sedang naik daun ini dapat ditonton baik di Netflix maupun stasiun televisi lokal beberapa negara. Terdiri dari lima season dan tiap seasonnya memiliki 30 episode. Tiap episode memiliki waktu tayang dua jam.

Serial ini meledak tak hanya di negara-negara mayoritas muslim saja tapi juga diterima penonton secara global. Mengisahkan tentang Ertuğrul, ayah dari Osman I, yang mendirikan Kekaisaran Ottoman. Menurut beberapa fans Diriliş: Ertuğrul adalah versi Islam dari Game of Thrones. Drama ini juga ditayangkan di Youtube dan memecahkan rekor karena meraih 1 juta subscriber dalam waktu tercepat.

When The Moon Was Full – 2019 (Iran)

Film ini mengangkat tema yang tidak biasa yaitu kisah cinta seorang anggota kelompok teroris Jundallah, Abdul Hamid Rigi, dengan seorang perempuan asal Teheran yaitu Faezeh Mansuri. When The Moon Was Full menjadi menarik justru karena topiknya yang kontroversial. Tujuan film ini bukan untuk menjatuhkan stigma bagi muslim karena settingnya sendiri berada di negara muslim dan dibuat seorang muslim. Tapi menunjukkan cinta bisa salah dan kita bisa jadi tidak tahu apa-apa tentang pasangan kita.

Casablanca – 2019 (Mesir)

Pernah nonton action thriller asal Mesir? Mungkin ini saatnya memberi kesempatan pada Casablanca. Diambil dari nama sebuah kota, berkisah tentang tiga orang sekawan yang bekerja sebagai bajak laut. Namun salah satunya yaitu Omar El-Mor ditangkap. Setelah lepas dari penjara, ia baru tahu bahwa ia dikhianati temannya sendiri yaitu Oraby. Oraby sendiri telah kabur dan memulai hidup baru serta mengganti namanya. Ia juga menculik saudara Omar.

Rashid and Rajab – 2019 (Mesir)

Rajab adalah seorang supir sementara Rashid adalah pebisnis yang sukses. Tanpa sengaja tubuh mereka tertukar. Rajab akhirnya menjadi orang kaya. Namun ia kesulitan beradaptasi dengan kehidupan bisnis Rashid. Apalagi, Rashid telah berkeluarga. Sementara Rashid yang biasa hidup enak harus tinggal di pemukiman padat dengan makanan seadanya dan bersusah payah mencari uang. Mereka berjuang untuk dapat kembali ke tubuh masing-masing. Walaupun body swap bukan ide cerita yang baru tapi film ini tetap menarik dinikmati.

For Sama – 2019 (Suriah)

Ini adalah film dokumenter yang mengangkat kisah nyata narator sekaligus produsernya, Waad Al-Kateab. Ia adalah jurnalis perempuan sekaligus pemberontak di Suriah. Suaminya adalah dokter yang masih tersisa di Kota Aleppo. Di sini kita akan melihat sudut pandang seorang perempuan ketika ia berada di zona perang. Hati nuraninya terbagi. Bertahan untuk memperjuangkan apa yang ia yakini benar atau pergi untuk memiliki kehidupan yang lebih baik dengan suami dan anaknya.

Capernaum – 2018 (Lebanon)

Bagaimana bila seorang anak menggugat orangtuanya agar tidak terus memiliki keturunan? Pernahkah terpikir bagaimana perasaan anak-anak yang dilahirkan dari keluarga miskin dan terus hidup dalam kesengsaraan? Film ini menyajikannya dengan sangat baik. Bukan untuk menjual kesedihan tapi menyajikan realita yang sebelumnya tak terpikirkan oleh kita. Melalui film ini, penonton dapat melihat bagaimana memiliki anak merupakan sebuah tanggung jawab. Bukan tujuan hidup semata.

Capernaum Review

A Separation – 2011 (Iran)

Sebelum ada Marriage Story, sudah ada A Separation yang mengangkat pahitnya drama perceraian. Namun ini bukan sekadar tentang cinta yang hilang. Berkas perceraian mereka ditolak oleh pengadilan karena dianggap terlalu remeh. Namun keduanya memiliki keinginan berbeda dan ingin berpisah saja. Bagi sebagian orang, perceraian adalah hal yang tabu apalagi di dalam kelompok masyarakat yang religius. Padahal perceraian bukanlah aib dan bisa jadi adalah hal yang harus ditempuh oleh suatu pasangan.

The Night Of – 2016 (HBO)

Seorang pria blasteran Pakistan Amerika memberi tumpangan pada seorang perempuan. Namun kemudian perempuan itu ditemukan terbunuh, ia menjadi yang tertuduh dan akhirnya dipenjara. Serial ini penuh dengan plot twist dan plot yang intens. Banyak yang menyebut The Night Of sebagai salah satu serial terbaik yang dibuat oleh HBO. Mungkin ide ceritanya memang tidak baru karena sudah banyak serial yang mengangkat ketidakadilan sistem hukum dan rumitnya kehidupan penjara. Tapi performa akting aktornya sangat menghibur.

Hasan Minhaj: Homecoming King – 2017 (Netflix)

Bagaimana kehidupan seorang muslim blasteran India Amerika di Negeri Paman Sam tersebut? Hasan Minhaj menceritakannya dari tangan pertama. Film bergenre komedi ini menampilkan realita yang mungkin sering membuat kita bertanya-tanya tapi tak tahu bisa ke mana melihatnya. Tentu saja ini akan menampilkan bagaimana rasanya menjadi anak seorang imigran yang mengalami segala jenis penuntutan. Belum lagi lingkungan yang rasis dan terus menguji emosi. Ditambah lagi kisah cintanya yang rumit karena melibatkan seorang perempuan Hindu.

 

View this post on Instagram

 

A post shared by Cultura Magazine (@culturamagz) on

Click to comment

Leave a Comment

Advertisement
Cultura Podcast
Connect