Connect with us
eating disorder adalah

Lifestyle

Bagaimana Bila Obsesi Bertubuh Kurus Membuat Seseorang Terkena Gangguan Jiwa?

Eating disorders termasuk ke dalam gangguan jiwa menurut DSM V.

Ada berapa banyak selebgram yang mempromosikan produk pelangsing tubuh setiap harinya di Indonesia? Sebagian dari mereka tidak terlihat meyakinkan karena memiliki tubuh yang kurus sedari awal. Bahkan kini produk semacam itu dijual dengan harga begitu murah agar dapat terjangkau bagi semua kalangan. Kita juga terbiasa melihat bagaimana para figur publik mengeluhkan pola makan ataupun timbangan mereka. Ditambah lagi dengan trik marketing yang seksis seperti, “agar perut Anda rata seperti masih gadis.” Pernyataan ini membuat perempuan-perempuan yang telah melahirkan merasa tertekan dan memiliki keharusan untuk menurunkan berat badan.

Gangguan makan atau eating disorders didefinisikan sebagai kondisi kesehatan mental yang ditandai dengan obsesi terhadap makanan atau bentuk tubuh. Kondisi ini dapat dialami siapa saja baik anak-anak maupun orang dewasa. Namun umumnya kondisi ini dialami oleh perempuan remaja. Hal ini tentu saja tidak mengejutkan melihat bagaimana kita melihat media setiap harinya. Televisi, koran, portal berita online, hingga media sosial telah mendefinisikan kecantikan berdasarkan variabel tertentu. Orang-orang yang tidak merasa masuk ke dalam variabel itupun menjadi terdorong untuk mengubah dirinya dengan beragam cara.

View this post on Instagram

“My eating disorder tries to tell me that I’d be safer in a smaller body, but I try to remind myself that the ‘safety’ and relief came at the cost of everything else in my life. As my body shrunk, so did my entire life.”⁣ ⁣ Shira Rosenbluth (@theshirarose) is uniquely positioned in her career as an eating disorder therapist, since she is in recovery for anorexia and bulimia.⁣ ⁣ “It feels empowering to be able to take my years of suffering and pain and use it to try and make this world a safer place for people in larger bodies. I was a therapist in an outpatient clinic for the first three years of my career and had no intention of treating eating disorders because of my history. But every time I had a client with an eating disorder walk through my door, we were able to do amazing work and it was an area that I was so incredibly passionate about and also really good at. I knew that this was what I was meant to do. It’s the biggest privilege to be able to to be a part of someone else’s healing journey,” she says.⁣ ⁣ “Reaching out for support and allowing someone else in can be really scary. My clients are some of the bravest people I know, and I wouldn’t change what I do for the world.” ❤️⁣ ⁣ This post recognizes @neda Awareness Week in the US. #NEDAwareness

A post shared by Instagram (@instagram) on

Instagram dalam postingannya mendedikasikan minggu ini sebagai Eating Disorders Awareness Week. Tujuannya tentu saja untuk meningkatkan kesadaran publik mengenai gangguan makan. Ternyata gangguan makan termasuk dalam gangguan jiwa menurut Diagnostic and Statistic Manual of Mental Disorders edisi kelima. Ini adalah pedoman yang digunakan psikolog maupun psikiater untuk mengetahui kondisi mental pasiennya. Gangguan makan terdiri dari empat golongan yaitu anoreksia, bulimia, binge eating, dan other specified feeding or eating disorder (OSFED).

Anoreksia

Anoreksia adalah salah satu gangguan makan yang lebih banyak diderita perempuan dibanding lelaki. Beberapa gejalanya adalah memiliki berat badan di bawah rata-rata, memiliki pola makan yang sangat ketat, ketakutan berlebih terhadap kenaikan berat badan, dan seringkali tidak merasa dirinya kurus. Orang yang mengalami anoreksia tetap menahan diri untuk makan bahkan meski tubuhnya sudah sangat kurus. Bila makan dan merasa takut mengalami kenaikan berat, mereka cenderung untuk memuntahkan makanan. Salah satu selebriti yang mengakui mengalami masalah ini adalah Lady Gaga.

Ia mengakui telah mengalami gangguan makan sejak berusia 15 tahun hingga berkarir seperti saat ini. Awalnya, Lady Gaga mendapatkan kritikan dari publik karena perubahan bentuk tubuhnya. Ia sempat mengalami kenaikan berat badan hingga hampir 12 kilogram dan berupaya menurunkan berat badan mati-matian. Menurutnya, sejak remaja ia selalu mengidamkan memiliki tubuh yang kurus seperti seorang balerina dan memuntahkan makanannya di toilet sekolah. Namun ia kemudian berjuang untuk lepas dari kondisi itu. Lady Gaga berhenti melakukan diet ketat dan mencoba untuk menjalani pola hidup lebih sehat. Ia pun mengampanyekan A Body Revolution di fanspagenya.

Bulimia

Gangguan makan kedua adalah bulimia. Bila penderita anoreksia lebih memilih menghindari kegiatan makan maka penderita bulimia justru makan sebanyak mungkin. Bahkan mereka akan tetap makan meski sudah merasa kekenyangan. Mereka juga memilih makanan yang biasanya mereka hindari karena dilabeli tidak sehat atau berlemak misalnya pizza, roti, nasi, dan keripik.

Orang yang mengalami bulimia merasa tidak memiliki kontrol terhadap nafsu makannya sehingga terus memasukkan apapun ke dalam mulutnya. Ketika sampai pada titik menyesal, mereka justru memuntahkan isi perut sebagai kompensasi karena telah makan begitu banyak. Kadang mereka memaksa diri untuk buang air dengan minum obat pencahar atau berolahraga terlalu banyak.

Aktris serial televisi Riverdale, Camila Mendes, mengaku mengalami bulimia sejak remaja hingga terjuk ke dunia hiburan. Ia mengaku saat itu terus menerus merasa melakukan kesalahan. Ia menghitung tiap porsi makannya dan merasa ketakutan bahwa kalori yang masuk terlalu banyak. Camila seringkali memaksa dirinya untuk tidak makan sesuatu dalam seminggu tetapi pada minggu berikutnya ia akan mengalami keinginan makan tak tertahankan dan terus makan tanpa terkendali. Kadang ia memaksa dirinya untuk merasa lapar berjam-jam hanya untuk menghukum dirinya karena makan sesuatu. Saat ini Camila telah membaik dengan bantuan terapis dan ahli nutrisi.

Binge Eating

Jenis ketiga yaitu binge eating alis makan sebanyak-banyak meski tidak merasa lapar. Penderitanya juga merasa malu, buruk, atau merasa bersalah ketika memikirkan kondisinya saat sedang makan tanpa terkontrol. Berbeda dengan anoreksia ataupun bulimia, penderita binge eating tidak berusaha memuntahkan makanan atau menghukum diri karena terlalu banyak makan. Karena itulah penderita binge eating umumnya mengalami obesitas. Hal ini tentu saja dapat meningkatkan berbagai risiko penyakit seperti jantung, stroke, dan diabetes.

Meski ada banyak penderitanya yang perempuan, bukan berarti gangguan makan tidak bisa dialami laki-laki. Jumlah penderita laki-laki memang sedikit karena tidak adanya tuntutan secara sosial maupun budaya untuk memiliki kualitas tubuh tertentu. Tidak seperti laki-laki, perempuan seringkali dikritisi bentuk tubuhnya.

eating disorder

Photo by Bill Oxford on Unsplash

Perempuan diharapkan untuk tampil cantik dan langsing agar dianggap menarik bagi lawan jenis. Ditambah lagi dengan paparan media setiap harinya yang kerap menampilkan gambaran cantik ideal membuat lebih banyak lagi perempuan merasa harus sesuai dengan standar tersebut. Namun, laki-laki pun menjadi rentan kondisi mentalnya karena dianggap harus kuat. Laki-laki menjadi kurang terbuka dengan isu-isu kesehatan mental karena tidak mau terlihat lemah.

Salah satu selebriti lelaki yang mengalami gangguan makan adalah Zayn Malik. Ketika masih tergabung dengan One Direction, ia sering melewati jam makan bahkan selama berhari-hari. Zayn mengaku tidak makan bukan karena takut menjadi gemuk. Menjadi terkenal dan menjadi lebih sibuk membuat Zayn tidak memprioritaskan makanan lagi.

Dulu ia tidak berpikir bahwa kondisinya merupakan sebuah gangguan. Menurut Badan Kolaborasi Gangguan Makan Nasional di bawah Kementrian Kesehatan Australia, beberapa orang dengan gangguan makan setidaknya memiliki satu gangguan jiwa seumur hidupnya. Zayn sendiri diketahui mengalami gangguan kecemasan dan pernah terpaksa membatalkan konsernya karena kondisi tersebut.

Ada masih banyak lagi selebriti lainnya yang hidup dengan gangguan makan seperti Demi Lovato, Taylor Swift, Kesha, Zöe Kravitz, Elton John, sampai dengan Lady Diana Princes of Wales. Lady Diana tak hanya mengalami bulimia tetapi juga berusaha menyakiti dirinya sendiri. Namun ia berjuang untuk bebas dari kondisi tersebut dengan bantuan profesional. Pidatonya pada tahun 1994 membuat banyak orang menyadari bahwa gangguan makan bukanlah sebuah aib melainkan sesuatu yang harus disembuhkan dan tidak bisa dianggap sepele.

Menurut Layanan Kesehatan Nasional di bawah pemerintah Inggris, gangguan makan dapat terjadi karena beragam faktor yang kompleks. Seseorang bisa saja mengalami gangguan makan karena dalam keluarganya terdapat sejarah serupa. Ini adalah kasus yang sama denga yang dialami oleh Demi Lovato. Demi mengaku bahwa neneknya dan ibunya sama-sama memiliki gangguan makan. Ia telah masuk pusat rehabilitasi untuk mengatasi gangguan makannya di usia 18 tahun. Selain itu gangguan makan juga kadang menyerang orang-orang yang mengalami depresi dan kecanduan terhadap alkohol maupun narkoba.

Sikap lingkungan yang kerap mengkritisi bentuk tubuh seseorang pun turut menyebabkan seseorang dapat mengalami gangguan makan. Apalagi bila orang tersebut memiliki harga diri rendah sehingga memandang dirinya buruk dan merasa harus menjadi sesempurna orang lain. Faktor lain yang tak disangka dapat mendorong seseorang mengalami gangguan makan adalah sejarah mengalami kekerasan seksual di masa lampau.

Eating Disorder Bukan Sekadar Obsesi Bertubuh Kurus

Ternyata gangguan makan ini tidak hanya soal ketika seseorang terobsesi untuk menjadi kurus. Gangguan makan juga dapat dialami seseorang yang memiliki dorongan untuk mengonsumsi benda yang bukan makanan. Misalnya seseorang yang kecanduan makan debu, kapur, sabun, hingga deterjen. Tentu saja mengonsumsi sesuatu yang bukan makanan dapat lebih berbahaya bagi tubuh seseorang. Gangguan makanan lainnya disebut sebagai rumination disorder alias gangguan memamah biak.

Sesuai namanya, penderitanya akan berperilaku seperti hewan memamah biak. Ia akan menelan makanan yang ia makan, lalu mengeluarkannya lagi untuk mengunyah ulang, dan memakannya lagi atau memuntahkannya. Walau pola ini terdengar menjijikkan, penderitanya tidak merasa demikian. Ini jelas berbahaya karena ketika memuntahkan apa yang ia makan, penderita dapat mengalami kekurangan nutrisi. Walau umumnya dialami oleh anak-anak dan dapat hilang sesuai dengan pertambahan usia, kadang ada orang dewasa yang mengalami gangguan ini.

Di luar itu, ada pula gangguan lain di mana penderitanya kurang berminat mengonsumsi sesuatu. Alasannya karena tidak menyukai kondisi makanan tersebut baik karena suhu, tekstur, warna, atau rasa tertentu. Akibatnya si penderita tidak mendapatkan nutrisi dari jenis makanan tersebut. Kondisi ini dapat menganggu pertumbuhan dan perkembangan penderitanya sehingga membuatnya kekurangan nutrisi dan kehilangan berat badan.

Menurut Lembaga Gangguan Makan Nasional di Amerika, 0,9%-2,0% perempuan dan 0,1%-0,3% laki-laki akan mengalami anoreksia. Berdasarkan penelitian yang dilakukan terhadap 496 remaja selama delapan tahun sejak mereka berusia 12 tahun, 5,2%-nya mengalami gangguan makan. Gangguan makan dapat meningkatkan risiko kematian 10 kali lipat pada remaja berusia 15-24 tahun dibanding teman seusia mereka. Selain itu stigma yang melingkupi laki-laki membuat mereka seringkali terlambat diketahui memiliki gangguan makan.

Bila anoreksia dan bulimia umumnya dialami perempuan maka laki-laki diketahui lebih banyak yang menolak atau kurang berminat mengonsumsi makanan tertentu. Satu dari tiga anak yang mengalami gangguan ini memiliki gangguan suasana hati dan tiga perempatnya mengalami gangguan kecemasan. Kondisi ini pun menjadi lebih mungkin timbul terutama bagi atlet karena tuntutan untuk memiliki berat badan tertentu.

obesitas

Pemerintah Australia sendiri menduga ada 16% penderita gangguan makan dari total populasi penduduk Australia. Selain itu Australia adalah salah satu negara dengan penduduk obesitas terbanyak yaitu mencapai 60% orang dewasa dan 25% anak-anak. Negara-negara lain yang banyak mendapat pengaruh barat diketahui memiliki kasus gangguan makan lebih besar dibanding negara yang tidak. Di Korea Selatan sendiri kasus gangguan makan meningkat sejalan dengan pertumbuhan ekonominya.

Di China, kasus gangguan makan pun terjadi salah satunya karena peningkatan ekonomi. Orang-orang yang bermigrasi ke kota lalu merasakan peningkatan kompetisi. Ditambah dengan hubungan pribadi yang buruk seperti mengalami kekerasan, tidak akur dengan orangtua, ditambah rasa rendah diri mendorong mereka untuk terobsesi bertubuh kurus. Walau terpengaruh budaya barat juga karena dampak dari terpaan media, peningkatan gangguan makan di tiap negara di Asia cenderung unik. Tiap negara mengalami kondisinya masing-masing. Selain perekonomian dan hubungan pribadi yang buruk, beberapa negara mencatat perubahan peran gender dalam keluarga pun berpengaruh.

Artikel Terkait:

Click to comment
Advertisement
Cultura Podcast
Connect