Connect with us

Nonton Film Minimalis Bikin Kamar Jadi Manis

Film bisa menjadi media yang tepat untuk mempelajari apa pun, termasuk minimalisme.

Beberapa tahun terakhir, gaya hidup minimalis pun jadi banyak peminat. Banyak yang menyukai gaya hidup ini karena bikin kamar mereka jadi rapi dan bersih. Walaupun minimalisme tak hanya sekadar seni merapikan kamar saja.

Minimalisme sendiri sudah digaungkan lewat sejumlah medium, baik buku maupun film. Di antara semua medium yang ada, film barangkali adalah medium yang tepat untuk mempelajari minimalisme.

Ada beberapa alasan mengapa film bisa menjadi media pembelajaran yang tepat. Terutama yang berkaitan dengan minimalisme. Beberapa alasan itu ialah:

Memberi Contoh Nyata

Film merupakan media audio visual yang bisa menampilkan apa pun. Termasuk hal-hal yang berkaitan dengan minimalisme. Lewat film, kita bisa melihat bagaimana minimalisme dipraktekkan. Hal itu seolah-olah memberi contoh nyata kepada siapa pun.

Sudah banyak film yang menunjukkan bagaimana minimalisme dipraktekkan. Salah satunya yang paling ikonik adalah dokumenter tentang membersihkan kamar.

Pada film dokumenter itu, diperlihatkan sejumlah langkah membersihkan kamar dengan pendekatan minimalisme. Mulai dari menyimpan barang-barang yang penting, hingga melepaskan barang-barang yang sudah tidak diperlukan.

Khusus untuk barang-barang yang sudah tak dipakai, barang-barang itu nantinya bisa disumbangkan. Bisa juga didaur ulang atau dialihfungsikan. Misalnya saja kotak sepatu.

Di film itu, si tokoh utama mengalihfungsikan kotak sepatu menjadi tempat menyimpan barang-barang lainnya. Semisal kaos kaki dan perkakas rumah berukuran kecil.

Bisa Dinikmati Bersama-Sama

Tak seperti buku membaca buku minimalisme, menonton film minimalisme bisa kita tonton bersama-sama. Baik bersama teman, kerabat, maupun keluarga. Kita hanya perlu menentukan waktu dan tempat yang cocok saja untuk bisa menonton filmnya bersama-sama.

Sesudah filmnya ditonton, kita pun bisa langsung mendiskusikan filmnya langsung dengan orang yang kita ajak tonton. Kita bisa diskusikan apa pun yang berkenaan dengan film tersebut. Utamanya soal nilai-nilai minimalisme yang hendak mereka sampaikan.

Tidak Menjemukan

Film bertema minimalisme adalah referensi yang tidak menjemukan. Pasalnya, informasi soal minimalisme yang ada di dalamnya ditampilkan secara beragam. Entah itu lewat ekspresi si tokoh, dialog-dialog antar tokoh, atau bahkan lewat simbolisme. Kita tinggal ambil saja mana yang sekiranya bisa kita pahami.

Salah satu contohnya adalah sebuah film dokumenter yang dirilis pada 2015. Pada film itu, sejumlah informasi soal minimalismenya tidak disajikan dengan tulisan dan angka. Melainkan, dari pernyataan sejumlah narasumber. Mulai dari penulis, seniman, hingga mantan pialang saham.

Mereka menyampaikan pandangan soal minimalisme dengan bahasa mereka secara nyaman. Siapa pun pasti akan tertarik mendengarkan apa yang mereka sampaikan itu.

Contoh lainnya ada pada film dokumenter yang dirilis pada 2010. Film tersebut menyajikan informasi soal bahaya sampah limbah lewat sorot kamera yang disorotkan ke sejumlah tumpukan limbah. Visual tersebut lantas diberi sedikit narasi oleh narator film.

Bisa Dinikmati Dalam Berbagai Cara

Film minimalisme adalah sarana pembelajaran yang bisa dibilang fleksibel. Kita bisa menikmatinya dalam berbagai cara. Bisa dengan menikmatinya dengan sebungkus popcorn di bioskop, ataupun sambil berbaring di kasur.

Hal itu tak lepas dari kemudahan akses dari film minimalisme itu sendiri. Sekarang, film minimalisme tak hanya bisa disaksikan di bioskop saja. Tetapi, juga lewat layanan streaming online.

Dari sejumlah medium yang ada, film boleh dibilang medium paling tepat untuk mempelajari film. Ada sejumlah alasan yang melatarbelakanginya. Semisal mampu memberi contoh nyata, serta bisa dinikmati dalam berbagai cara.

Selain lewat film, kamu juga bisa mempelajari gaya hidup sustainability lainnya di sini.

Interview With the Vampire Interview With the Vampire

Interview With the Vampire Review: Kisah Vampir Berjiwa Manusia

Film

Film Tentang Pencurian Data PribadiFilm Tentang Pencurian Data Pribadi Film Tentang Pencurian Data PribadiFilm Tentang Pencurian Data Pribadi

Film Tentang Pencurian Data Pribadi

Cultura Lists

Angele Review: Saat Pop Star Belgia Kembali Menemukan Jati Dirinya

Film

The Power of the Dog The Power of the Dog

The Power of the Dog Review: Toxic Masculinity dan Balas Dendam Tersembunyi

Film

Advertisement
Connect