Connect with us
Minnal Murali
Netflix

Film

Minnal Murali Review: Superhero dari Desa Kurukkanmoola

Film supehero yang membumi dari Weekend Blockbuster India.

★ ★ ★ ★ ★
★ ★ ★ ★ ★

Di penghujung 2021, Weekend Blockbuster India merilis film superhero bertajuk “Minnal Murali”. Berbeda dari film superhero Hollywood, film ini mengambil pendekatan yang lebih realis dan membumi, kendati superhero dan villain-nya memiliki kekuatan di luar nalar.

Cerita dimulai dari kehidupan Jaison (Tovino Thomas), seorang penjahit yang ingin hijrah ke Amerika Serikat untuk mengubah nasib, sekaligus membuktikan diri di mata calon mertuanya. Berbagai langkah ia tempuh untuk mewujudkan impiannya, walau berkali-kali harus menelan pil pahit. Keadaan semakin pahit saat sang pacar resmi dijodohkan orangtuanya dengan orang lain.

Pada suatu malam, ia disambar petir saat berkonflik dengan calon mertua dan pacarnya. Di tempat lain, seorang pria terbuang bernama Shibu (Guru Somasundaran) juga tersambar petir, bersamaan dengan tersambarnya Jaison. Sehabis momen sambaran petir itu, keduanya mendapatkan kekuatan super yang perlahan mereka sadari, serta dimanfaatkan untuk kepentingan masing-masing.

Minnal Murali

Sebagaimana yang disebutkan sebelumnya, film superhero ini tergolong realis dan membumi. Hal itu bisa dilihat dari pemilihan latar tempat, kelas sosial para tokohnya, serta kostum yang dipakai superhero dan villain-nya. Tak seperti film DC dan MCU yang memakai latar perkotaan, “Minnal Murali” memakai latar tempat di desa, yakni Kurukkanmoola. Semua tokohnya merupakan kalangan menengah bawah. Kostum yang dipakai bukan baju zirah berteknologi tinggi, melainkan baju yang dirajut sendiri oleh sang superhero.

Sisi artifisial tetap ditonjolkan lewat kekuatan super yang dimiliki Jaison dan Shibo. Selepas disambar petir, Jaison punya kekuatan super yang mirip dengan Superman, sedangkan Shibo punya kekuatan menarik benda apa pun layaknya Magneto. Sejumlah efek visual pun ditampilkan dengan editing yang baik, sehingga menghasilkan efek yang menakjubkan sekaligus rapih.

Minnal Murali Review

Penceritaan “Minnal Murali” menggunakan alur maju dengan durasi mencapai 159 menit. Walau durasinya panjang, film ini justru menyenangkan untuk diikuti sampai akhir. Semua itu berkat Basil Joseph sang sutradara yang meramu tiap adegannya lewat percakapan yang ringan dan sedikit jenaka, adegan aksi yang menakjubkan dan tidak bertele-tele, serta momen komikal yang disajikan lewat beberapa adegan.

Tak hanya jadi sutradara, Basil pun juga menjadi cameo di film ini dengan berperan sebagai politisi muda. Ditampilkan pula deretan soundtrack film yang diselipkan di beberapa adegan yang membuat “Minnal Murali” semakin semarak.

Pemakaian durasi panjang di film ini membuat Basil bisa leluasa mengembangkan dua karakter utamanya (Jaison dan Shibu), sehingga penonton pun bisa mengetahui bagaimana keduanya mengembangkan kekuatan masing-masing, serta bagaimana pengembangan kostum yang mereka pakai.

Kedua aktor yang memerankan dua tokoh itu mampu mengejawantahkan arahan Basil dengan baik. Tovino Thomas berhasil membantu Basil dalam mengembangkan karakter Jaison yang awalnya seorang penjahit biasa, menjadi pahlawan super sebagaimana keinginan mendiang ayah kandungnya. Kebetulan, sosok ayah kandungnya itu juga diperankan oleh Thomas.

Guru Somasundaram kembali menunjukkan kelihaiannya dalam berakting selama memerankan Shibo, sosok yang dikucilkan masyarakat yang kelak menjadi villain. Melihat Shibu yang diperankan Guru akan membuat persepsi penonton terpecah antara menghakimi atau memahami alasannya menjadi seorang villain.

“Minnal Murali” bukan hanya panggung bagi Thomas dan Guru semata. Deretan supporting role pun juga turut mencuri perhatian. Vashisht Umesh yang merupakan child actor film ini berhasil menghibur penonton lewat perannya sebagai Josemon, keponakan Jaison yang polos namun berhasil membantu pamannya menjadi superhero.

Aju Varghese dan Baiju mampu memerankan para polisi yang komikal sekaligus simbolik di film ini. Peran yang mereka mainkan itu secara tak langsung merepresentasikan oknum polisi yang semena-mena dan arogan, serta tak becus dalam menangani pelbagai kasus yang ada di masyarakat. Saking tak becusnya, mereka pun sampai meminta bantuan superhero, bahkan sempat dipukul oleh sang superhero itu sendiri.

Bagi penonton yang mau menyimak film superhero di luar DC dan Marvel, “Minnal Murali” adalah pilihan tepat. Film ini menawarkan cerita yang tak kalah menghibur, serta pendekatan yang lebih membumi lewat pemakaian latar tempat dan kostum.

Big Night! Big Night!

Big Night! Review: Tragicomedy yang Merekam Realitas Sosial Kaum Miskin Filipina

Film

Apakah James Bond Harus Selalu Kulit Putih?

Culture

avatar remastered 2022 avatar remastered 2022

Avatar Review: Masih Relevan untuk Penonton Masa Kini

Film

Cyberpunk: Edgerunners Cyberpunk: Edgerunners

Cyberpunk: Edgerunners Review – Kebrutalan Menawan Petualangan David Martinez di Night City

TV

Connect