Quantcast
Ghost in the Cell Review: Horor Komedi Berbalut Kalut dan Carut-Marut Indonesia - Cultura
Connect with us
ghost in the cell review

Film

Ghost in the Cell Review: Horor Komedi Berbalut Kalut dan Carut-Marut Indonesia

Menggelitik dengan satir yang sangat Indonesia.

★ ★ ★ ★ ★
★ ★ ★ ★ ★

Indonesia sejatinya adalah negara yang kaya. Kaya dari tanah yang dimiliki. Kaya dari jumlah penduduk yang mewarnai setiap tanah airnya. Kaya akan keragaman yang ditawarkan. Dan yang terpenting, kaya akan segala permasalahan yang dapat direnungi sekaligus ditertawakan secara bersamaan. Singkatnya, hal inilah yang ingin direpresentasikan dalam ‘Ghost in the Cell’, film terbaru arahan Joko Anwar di bawah naungan Come and See Pictures.

‘Ghost in the Cell’ berkisah tentang satu penjara di antah berantah Indonesia dengan ragam tahanan yang memiliki latar belakangnya sendiri. Suatu ketika, ada satu tahanan yang baru masuk karena didakwa membunuh bos di kantornya secara keji. Tak lama setelah ia masuk, satu per satu tahanan mati dengan cara mengenaskan oleh satu sosok tak kasat mata, membuat para tahanan yang tersisa harus bahu membahu mempertahankan hidup mereka melalui ragam kegiatan positif untuk menjaga diri mereka dari incaran sosok mencekam tersebut.

Secara premis cerita, film ini membawa kisah yang terasa paling absurd, utamanya jika mengingat bahwa Joko Anwar adalah salah satu sineas yang terlihat berusaha mengedepankan realisme dalam ragam karyanya. Dengan fokus cerita mengenai satu blok penjara yang diteror sosok tak kasat mata dan akhirnya memaksa para narapidana menjaga good vibes adalah suatu yang membuat karya terbarunya ini terasa jadi angin segar dari segala karyanya yang cenderung kelam dan depressing.

ghost in the cell review

Satu hal menarik yang jadi highlight dalam ‘Ghost in the Cell’ adalah segala satir yang disajikan sebagai bumbu komedi. Alih-alih menyajikan satir dalam satu bidang, satir yang diusung oleh Joko Anwar pada film horor komedi ini secara spesifik membawa jiwa Indonesia di dalamnya. Kita akan tergelitik dengan bagaimana tingkah para authority yang terlewat semena-mena namun tetap memiliki agendanya sendiri. Tahanan yang memiliki latar belakang unik seperti selebritas dengan kasus yang disorot media seantero Indonesia yang jelas-jelas itu pengalihan isu yang lebih besar, dan hal lain yang sekilas sangat merepresentasikan Indonesia.

Seperti pepatah yang sudah-sudah, mentertawakan tragedi adalah salah satu bentuk untuk menerima kenyataan yang dihadapi, dan itulah yang berhasil di-deliver oleh Joko Anwar dan tim dalam film ini walau tidak terang-terangan menampilkan Indonesia secara fisik.

Segala satir yang ingin dihadirkan tersebut tentunya didukung dan ditampilkan dengan menawan oleh berbagai cast yang mewarnai ‘Ghost in the Cell’ ini. Aktor-aktor kawakan yang sepertinya jadi langganan di film Joko Anwar di film yang sudah-sudah ini tidak hanya dituntut untuk beraksi, namun juga berkomedi dengan segala gestur dan dialog yang mengundang gelak tawa terlepas dari segala profanity dan ugly truth-nya. Di balik gemilangnya Abimana Aryasatya sebagai tahanan penuh karisma, Yoga Pratama yang menjadi semi-psychic, ada Aming yang menjadi pencuri spotlight.

ghost in the cell review

Terlepas dari segala satir yang terasa sangat maksimal menyoroti kalutnya Indonesia, Joko Anwar tetap berpegang dengan gaya sinematik yang sudah ia usung pada beberapa karya terbarunya. Membawa nuansa warna yang cenderung kekuningan, setting yang terasa gritty, kengerian yang berpusat pada violence dan body horror, serta didukung dengan pengambilan gambar yang banyak bergerak membuat film ini tetap terasa seperti karya sang sineas yang mengawali kariernya menjadi penulis skenario pada ‘Arisan!’ 23 tahun lalu.

Akhir kata, ‘Ghost in the Cell’ adalah karya Joko Anwar yang tidak hanya menjadi angin segar baginya, tapi juga menegaskan bahwa sang sutradara juga merupakan orang Indonesia yang menaruh empati pada negara ini.

Film ini seakan menegaskan bahwa negara ini tidak baik-baik saja, dan terlepas dari segala kekalutan yang warga Indonesia rasakan, mentertawakan apa yang terjadi di sekitar kita melalui film ini adalah salah satu bentuk ekspresi sejati dalam menjaga kewarasan di tengah negara yang semakin gila.

Troy Review Troy Review

Troy Review: Spektakel Epik yang Memanusiakan Para Legenda Yunani

Film

The Odyssey by the Numbers The Odyssey by the Numbers

The Odyssey by the Numbers

Entertainment

Adaptasi Mitologi Yunani Terbaik Adaptasi Mitologi Yunani Terbaik

Adaptasi Mitologi Yunani Terbaik Sebelum ‘The Odyssey’ Christopher Nolan

Cultura Lists

THE REVENANT THE REVENANT

10 Film Tentang Perjalanan Pulang yang Wajib Ditonton Sebelum “The Odyssey”

Cultura Lists

Advertisement
Connect

References

  1. Wikipedia contributors. (2024). "Cultura." Retrieved from https://en.wikipedia.org/wiki/Cultura
  2. Google. (2024). "Search results for Cultura." Retrieved from https://www.google.com/search?q=Cultura
  3. YouTube. (2024). "Video content about Cultura." Retrieved from https://www.youtube.com/results?search_query=Cultura