Connect with us

Enaknya Shopping Kalau Sampahnya Gak Bikin Pusing

Tips belanja dengan prinsip sustainability.

Belanja lebih dari sekadar kesenangan, namun juga kebutuhan bagi kita semua. Bagi kita yang sedang memulai gaya hidup sustainable, mungkin masih suka dilema dengan cara berbelanja yang tak terhindarkan tetap meninggalkan sampah di lingkungan.

Memang sulit untuk menerapkan zero waste di lingkungan yang belum banyak memberikan fasilitas untuk gaya hidup tersebut. Namun, kita bisa mengusahakannya dengan meminimalisir sampah dari belanjaan kita.

Jika semakin dipopulerkan, kita bisa semakin mendorong industri komersial untuk memfasilitasi kita untuk belanja yang lebih ramah lingkungan kedepannya. Berikut beberapa tips belanja dengan prinsip sustainable yang patut dimulai.

Bawa Kantong Belanja Sendiri

Himbauan membawa kantong belanja sendiri sudah menjadi trend yang semakin populer di Indonesia. Banyak juga pusat perbelanjaan maupun outlet yang mulai tidak memberikan kantong plastik secara percuma. Bahkan ada yang sama sekali tidak menyediakan kantong plastik. Oleh karena itu, mulai biasakan membawa kantong belanjaan sendiri, bisa tote bag atau kantong belanja dengan material awet yang bisa dipakai berkali-kali.

Mulai tinggalkan pemikiran bahwa harga kantong plastik tidak terlalu mahal, namun pikirkan dampaknya jika setiap belanja kita bisa menghasilkan banyak sampah plastik yang nantinya menumpuk di lingkungan.

Beli Produk Refill

Mulai kurangi kebiasaan membeli produk kemasan kecil berkali-kali karena terasa lebih murah. Padahal kalau harga produk ukuran kecil diakumulasi beberapa kali lipat, harganya justru lebih mahal dibandingkan dengan sekali beli produk ukuran besar yang lebih lama habisnya. Akhirnya, gak cuma boros uang, tapi sampahnya banyak juga.

Ada baiknya kita membeli produk dalam ukuran besar, untuk refill. Misalkan membeli botol mandi 450 ml, berikutnya kita tinggal beli kemasan refill dan menggunakan botol yang lama.

Beli Produk Eco Friendly

Sekarang semakin banyak brand produk komersial maupun industri rumahan yang menerapkan prinsip eco friendly pada proses produksinya. Mulai dari pemilihan bahan, metode pengolahan, hingga penangan sampah kemasan yang dihasilkan. Produk-produk seperti inilah yang patut kita dukung agar semakin populer. Dengan semakin populernya produk-produk eco friendly, berbagai kebutuhan hidup kita semakin banyak alternatifnya yang mendukung gaya hidup berkelanjutan.

Belanja Bahan Makanan di Pasar Tradisional

Selain harganya lebih miring, belanja di pasar tradisional lebih minim kemasan plastik. Kebanyakan sayur, buah, dan berbagai bahan makanan lainnya di department store memiliki kemasan plastik hingga styrofoam yang berlebihan. Belanja bahan makanan di pasar tradisional lebih fleksibel untuk kita menentukan kemasannya. Kita bisa minta tanpa kantong plastik dengan membawa keranjang sendiri, meski belanja di banyak outlet, hingga membeli bahan tertentu untuk dimasukan dalam wadah yang kita sediakan sendiri.

Kita tinggal di lingkungan yang masih minim fasilitas untuk belanja dengan prinsip sustainable. Memang cukup sulit untuk tidak menghasilkan sampah sama sekali, namun setidaknya selalu ada alternatif yang bisa kita pilih untuk meminimalisir sampah belanjaan.

Untuk mengetahui lebih banyak lagi trik memulai gaya hidup yang sustainable, klik di sini!

Happy Old Year Sebagai Antitesis Gaya Hidup Minimalis

Lifestyle

LabRana Menyalakan Lagi Tren Fotografi Analog LabRana Menyalakan Lagi Tren Fotografi Analog

LabRana Menyalakan Lagi Tren Fotografi Analog

Art

ruang rupa ruang rupa

ruangrupa: Pelopor Perkembangan Seni dan Kultur Kreatif

Art

Eugene Panji Paviliun 9 Eugene Panji Paviliun 9

Melting Pot Segala Jenis Komunitas Kreatif di Paviliun 9

Culture

Connect