Connect with us

Dari Preloved Jadi Beloved

Fenomena thrifting baju saat ini.

Beberapa waktu terakhir, fenomena thrifting baju kian menjamur. Kegiatan thrifting baju banyak digemari karena kegiatan ini bisa membuat orang-orang merasakan sensasi menemukan baju bekas berkualitas dengan harga terjangkau.

Thrifting baju lazimnya dilakukan secara langsung dengan datang ke sejumlah toko yang lazim disebut thrift shop. Selain baju, kegiatan thrifting juga bisa dilakukan untuk mendapatkan barang bekas berkualitas.

 

Sudah Dilakukan Pada 1920

Kegiatan thrifting baju sebetulnya sudah dilakukan sejak 1920 di Amerika. Saat itu, Amerika tengah mengalami krisis ekonomi besar-besaran yang bikin kalangan menengah ke bawah sulit membeli pakaian baru.

Kalangan menengah atas pun lantas membuat sebuah toko. Di toko itu, mereka menyediakan pakaian bekas berkualitas dengan harga terjangkau, khususnya bagi kalangan menengah ke bawah. Selain baju, toko itu juga menjual berbagai keperluan rumah tangga yang murah-meriah.

Sempat timbul-tenggelam, tren thrifting baju pun kembali ngetren di era 2000-an. Tren ini muncul berbarengan dengan kesadaran masyarakat untuk melakoni hidup sustainability. Di Indonesia, tren ini mulai marak beberapa tahun terakhir setelah sejumlah tokoh mulai sering memamerkan baju hasil thrifting mereka.

Mengapa Thrifting Baju Begitu Digemari?

Salah satu alasan mengapa orang-orang suka thrifting baju adalah sensasi yang diberikan oleh kegiatan tersebut. Lewat thrifting, orang-orang bisa merasakan sensasi menemukan baju bekas berkualitas di tengah serangkaian baju bekas lainnya.

Thrifting baju juga bisa membantu seseorang mendapatkan baju yang sesuai dengan style mereka. Ada juga yang sering melakukan kegiatan thrifting guna menemukan baju yang sudah langka.

Tidak semua baju thrifting harganya terjangkau. Ada beberapa jenis baju yang harganya mahal, bahkan lebih mahal dari baju baru. Kendati begitu, para pencinta baju thrifting tidak terlalu mempermasalahkannya. Selama mereka bisa mendapatkan baju yang diinginkan, harga tidak menjadi masalah.

 

Strategi Melakukan Thrifting Baju

Guna mendapatkan baju yang diinginkan, orang-orang yang melakukan thrifting baju biasanya bakal melakukan strategi. Setidaknya ada empat strategi yang lazim dilakukan, yaitu:

  1. Datang di Waktu Pagi

Agar tidak berdesakan dengan orang banyak, pelaku thrifting lazim melakukan kegiatannya di waktu pagi Di waktu pagi, mereka bisa leluasa melihat-lihat dan memilih baju yang mereka mau.

  1. Mencari Baju dengan Harga Termurah

Bagi mereka yang bujetnya terbatas, mereka bakal mencari baju dengan harga termurah. Untuk mendapatkannya, mereka bakal bertanya pada pemilik toko, atau bisa juga bertanya pada orang-orang terdekat. Jika tidak, mereka bakal membeli baju dalam jumlah banyak, supaya nantinya bisa mendapatkan potongan harga dari pihak penjual.

  1. Mengecek Kondisi Baju Secara Detail

Sebelum membeli bajunya, mereka bakal mengecek kondisi bajunya dulu. Sejumlah aspek pada baju yang mereka beli diperhatikan secara detail. Mulai dari jahitan baju, kebersihan baju, sampai warna bajunya. Semakin bagus kondisi bajunya, maka semakin besar pula peluang baju itu dibeli.

  1. Membeli Sesuai Keinginan

Bagi mereka yang menginginkan baju tertentu, mereka bakal membeli bajunya sesuai keinginan. Caranya, mereka akan mencari toko yang khusus menjual baju yang mereka mau. Kalau sudah, mereka akan mengecek kondisi bajunya. Bila oke, mereka tak ragu untuk membelinya, terlepas berapapun harganya. Jika tidak, mereka akan mencarinya di tempat lain.

Beberapa tahun terakhir, thrifting baju kian fenomenal. Kegiatan ini diminati lantaran bisa memberikan sensasi menemukan baju berkualitas dengan harga terjangkau. Orang-orang pun juga bisa mendapatkan baju yang sudah langka lewat kegiatan belanja baju satu ini. 

Selain bisa mendapatkan baju yang diinginkan, kegiatan thrifting juga secara tidak langsung mendukung gerakan sustainability. Pasalnya, kegiatan ini bisa membuat pakaian bekas masih bisa dipakai dalam jangka panjang. Selain thrifting, masih ada kegiatan sustainability lain yang bisa kamu ketahui. Untuk mengetahuinya, klik di sini.

Happy Old Year Sebagai Antitesis Gaya Hidup Minimalis

Lifestyle

LabRana Menyalakan Lagi Tren Fotografi Analog LabRana Menyalakan Lagi Tren Fotografi Analog

LabRana Menyalakan Lagi Tren Fotografi Analog

Art

ruang rupa ruang rupa

ruangrupa: Pelopor Perkembangan Seni dan Kultur Kreatif

Art

Eugene Panji Paviliun 9 Eugene Panji Paviliun 9

Melting Pot Segala Jenis Komunitas Kreatif di Paviliun 9

Culture

Connect