Connect with us
Bo Burnham Inside
Netflix

Film

Bo Burnham: Inside Review

Penampilan komedi spesial Bo Burnham yang kreatif, lucu, dan bermakna.

★ ★ ★ ★ ★
★ ★ ★ ★ ★

Setelah rilis di Netflix pada 30 Mei 2021 lalu, “Bo Burnham: Inside” menjadi banyak bahan perbincangan di media sosial. Dalam project spesial ini, Bo Burnham melakukan proses produksi yang kreatif dalam segi visual maupun komposisi musik sendirian.

Seperti yang Ia ungkap sendiri, Ia mengerjakan project ini selama setahun, bersemayam dalam sebuah ruangan kecil dengan kamera, instrumen musik, dan berbagai equipment spesial lainnya.

Kita akan di bawa masuk dalam keseharian Bo Burnham selama masa pandemi; menciptakan lagu parodi yang telah menjadi ciri khasnya, serta memproduksi sebuah karya visual untuk mengiringi setiap lagu ciptaannya secara artistik, semacam video klip musik dan live performance. Apa yang sebetulnya sangat spesial dari persembahan spesial dari Bo kali ini? Berikut ulasan lengkapnya.

Netflix

Produksi Musik yang Kreatif Didukung oleh Visual yang Menggugah

Awalnya, kita akan memiliki ekspektasi bahwa Bo adalah seorang kameramen amatir, tidak ada harapan tinggi untuk konten visual yang profesional. Melihat bagaimana Ia kesulitan mencari angle yang tepat, menjatuhkan kamera, hingga memberikan transisi yang tidak mulus dari satu adegan ke adegan lainnya. Namun setelah lagu pertama dikumandangkan, kita akan langsung dibuat takjub bagaimana Bo bermain dengan lighting dan set up untuk menunjang penampilannya.

Beberapa lagu di-edit menjadi sebuah penampilan dengan gaya video klip musik homemade yang kreatif. Beberapa dibawakan dengan gaya live performance dengan lighting yang dikontrol oleh Bo sendirian.

Lagu-lagu yang dikomposisi dan ditulis oleh Bo juga lebih dari sekadar lagu parodi dengan lirik yang lucu. Setiap lagu memiliki komposisi dan aransemen yang tak kalah catchy seperti musik pop masa kini. Kita akan mendengar lagu bergenre alternative pop, hingga ballad dengan melodi yang variatif.

Lagu dengan aransemen ala disco 80-an dan electronic menjadi genre yang mendominasi tracklist dalam “Inside”. Kita dijamin dibuat terpikat dari awal hingga akhir pertunjukan yang selalu menampilkan materi baru dalam berbagai aspek.

Angkat Materi Seputar Media Sosial dan Quarter-Life Crisis

“Inside” memuat cukup banyak topik di dalamnya, mulai dari internet, media sosial, quarter-life crisis, hingga perjuangan personal yang dialami oleh Bo Burnham beberapa tahun belakangan. Ia berbicara tentang stereotip perempuan masa kini melalui lagu ‘White Woman’s Instagram’, ‘Welcome to the Internet’, hingga ‘Sexting’ dengan musik beraransemen R&B pop.

Bo menyelipkan sedikit kisah tentang hidupnya melalui lagu ‘Problematic’, salah satu lagu paling catchy dalam tracklist ini. Kemudian curhat tentang kegelisahan meninggalkan usia 20-an dalam lagu ‘30’. Setiap lirik ditulis dengan memperhatikan rima, estetika, namun tetap lucu dan profesional secara bersamaan. Tak bisa dipungkiri, banyak lagu komedi parodi yang sering kali hanya sekedar lucu namun tidak artistik. Bo Burnham merupakan salah satu komedian dengan sense of music yang berkualitas.

“Inside” sangat bisa kita lihat sebagai sebuah album dengan tracklist yang rapi dan kaya akan materi. Baik dalam segi penulisan lirik untuk merangkai sebuah penampilan spesial, hingga produksi musik dengan berbagai referensi genre.

Meski memuat banyak topik dan isu di dalamnya, “Inside” tampak secara natural membentuk sebuah plot maupun pesan yang disampaikan secara utuh. Kita bisa melihat betapa otentiknya hasil pemikiran dari Bo Burnham yang Ia tuangkan dalam setiap skit maupun lagu parodi yang Ia tulis.

Kerja Keras dan Kegelisahan dari Bo Burnham yang Berbuah Manis

Analogi terbaik yang bisa diberikan untuk mendefinisikan mood dari “Inside” adalah; bayangkan merasa sebagai pribadi yang payah setiap bangun tidur di pagi hari, namun kita masih bisa tertawa dengan segala kebodohan orang lain di internet. Kita merasa depresi, namun masih bisa melawak atau bersifat sarkastik akan isu yang seharusnya berat.

Tanpa berusaha menjadi relatable, Bo Burnham mengungkap apa yang Ia rasakan dengan cara paling artistik, dengan segala kekalutan akan kreativitas yang melebur dengan depresi dan kegelisahan. Kita bisa melihat bagaimana Bo tampak sangat kreatif dan brilliant dalam setiap penampilannya, namun ada footage yang dimasukan untuk memperlihatkan bagaimana ada kegelisahan yang Ia rasakan sekalipun telah mengeksekusi babak yang memukau.

Perlu diingat bahwa situasi tersebut harus Bo alami sendiri setahun ke belakang sendirian. Selama setahun Ia berkutat dengan dengan berbagai perangkat keras, instrumen, dan kabel kamera yang berantakan dalam studio kecilnya. Pada saat itu, pasti ada keraguan atau kegelisahan yang kerap muncul; apakah project ini akan berhasil? Apa yang harus Ia lakukan setelah project ini selesai?

Baik di skenario maupun tidak, “Inside” merupakan dokumentasi akan perjuangan seorang seniman yang jujur dan otentik. Kita biasanya hanya menerima jadi sebuah karya film, album, maupun sebuah video kreatif di internet. Kita tak pernah terlalu tahu bagaimana setiap seniman kadang mengalami titik rendah mereka bahkan dalam sebuah project yang brilliant.

Apa pun bentuk kegelisahan dan krisis yang dialami oleh komedian kreatif satu ini, Bo Burnham patut melihat “Inside” sebagai project yang berbuah manis. Tak hanya menghibur penontonnya, “Inside” juga pada akhirnya memberikan dampak bagi Bo Burnham secara personal, melihat bagaimana para audience dan kritikus memberikan penilaian terbaik.

Click to comment

A Boy Called Christmas Review A Boy Called Christmas Review

A Boy Called Christmas Review: Tentang Harapan dalam Kemalangan di Hari Natal

Film

The Forgotten Battle The Forgotten Battle

The Forgotten Battle Review: Film Perang Dunia II dengan Tiga Sudut Pandang

Film

Hellbound Review Hellbound Review

Hellbound Review: Terbentuknya Distopia dari Teror Neraka di Bumi

TV

The Whole Truth Review The Whole Truth Review

The Whole Truth Review: Kebenaran di Balik Lubang Dinding

Film

Advertisement
Connect