Connect with us
Benarkah Bayi yang Baru Lahir Tidak Merasakan Sakit?
Photo by Alex Hockett on Unsplash

Lifestyle

Benarkah Bayi yang Baru Lahir Tidak Merasakan Sakit?

Beberapa dekade lalu, para bayi dioperasi tanpa anestesi.

Selama beberapa dekade lamanya, dunia medis berdebat mengenai apakah bayi yang baru lahir dapat merasakan sakit layaknya manusia dewasa. Apalagi bila bayi tersebut adalah bayi prematur. Anggapan bahwa para bayi ini tidak merasakan sakit membuat ada banyak bayi yang dioperasi tanpa anestesi alias obat bius.

Ada kekhawatiran bahwa penggunaan obat bius berulang kali dengan durasi lebih dari satu jam terutama untuk bayi-bayi yang terlalu sakit dapat memengaruhi perkembangan otak. Namun penelitian tersebut dilakukan terhadap hewan. Penelitian terhadap manusia masih terbatas. Meski demikian, ketika operasi dilakukan di bawah satu jam dalam kondisi dibius, ditemukan bahwa bayi-bayi tersebut tetap hidup normal. Penelitian yang telah dilakukan sejauh ini baru melihat perkembangan si bayi hingga berusia lima tahun. Sebagian besar bayi tersebut adalah laki-laki.

Pada tahun 1985, seorang bayi prematur bernama Jeffrey lahir prematur di Maryland. Ia membutuhkan operasi untuk mengikat pembuluh darah di sekitar jantungnya. Ia meninggal enam minggu kemudian di Rumah Sakit Anak Nasional. Setelah itu keluarganya akhirnya mengetahui bahwa tidak ada satupun prosedur yang dijalani Jeffrey menggunakan anestesi. Orangtuanya menganggap prosedur yang dijalani Jeffrey tidak manusiawi. Keluarganya pun menuntut. Hal itu mendorong aturan baru yang dikeluarkan Akademi Pediatri Amerika pada 1987 bahwa tidak boleh lagi ada prosedur operasi pada bayi yang tidak melibatkan anestesi.

Pada 2003, sebuah penelitian menunjukkan bahwa meski sebagian besar operasi pada bayi telah menggunakan anastesi, hanya sepertiga dari bayi di seluruh dunia yang mendapatkan pereda nyeri. Mereka membutuhkan pereda nyeri ini untuk berbagai prosedur misalnya pengambilan darah berulang (karena sakit) atau sunat. Di Eropa, bayi yang baru lahir mengalami sekitar 11 prosedur yang menyakitkan setiap harinya dan 60% dari bayi tersebut tidak mendapatkan pereda nyeri. Sementara itu di Inggris dan Amerika sendiri hanya sekitar 35% bayi mendapatkan pereda nyeri untuk setiap prosedur menyakitkan yang mereka terima setiap harinya.

Lalu, bagaimana dengan bayi yang lahir sebelum tahun 1987 dan harus mengalami operasi tanpa anastesi? Bayi-bayi itu kemungkinan memiliki trauma. Jolene Philo adalah salah satu orangtua dari bayi tersebut. Ia menulis buku mengenai putranya sebagai salah satu bayi yang menjalani operasi tanpa anastesi. Buku itu berjudul “Does My Child Have PTSD?” Ia pun banyak menulis berbagai buku dengan topik anak dan parenting.

Jolene juga mengadvokasi publik mengai trauma yang mungkin dialami para bayi ini sehingga mendorong peningkatan kesadaran publik. Ia pun ikut menginspirasi orangtua maupun anak-anak lainnya yang dulu mengalami operasi tanpa anastesi untuk menyuarakan pendapat mereka melalui blog.

Click to comment

Leave a Comment

Sejarah dan Tren Kopi di Indonesia Sejarah dan Tren Kopi di Indonesia

Kopi Bukan Hanya Soal Rasa

Culture

Gobind Vashdev Gobind Vashdev

Gobind Vashdev, Hidup Minimalis Demi Cinta Kepada Semesta

Lifestyle

Sampah daur ulang plastik Sampah daur ulang plastik

Hidup Berkalang Sampah

Lifestyle

Coach CitySole Coach CitySole

Coach Rilis CitySole Sneakers

Lifestyle

Advertisement
Connect