Di negara Khatulistiwa ini kopi sudah menjadi bagian hidup 70% orang Indonesia, ada ratusan ribu brand kopi yang beredar masing-masing memiliki komposisi kafein yang dan berasal dari biji kopi yang berbeda. Seiring berkembangnya brand kopi yang kini banyak digemari masyarakat, mulai banyak penelitian tentang konsumsi kopi. Ada yang membahas tentang komposisi, kesehatan, serta waktu yang tepat untuk minum kopi. Bahkan ada yang mengatakan kopi adalah pemicu penyakit organ dalam.
Semua pembahasan itu jelas membuat orang semakin penasaran, karena kepedulian mereka untuk konsumsi kopi terutama untuk Anda yang sering mengakses prediksi bola malam hari sebelum pertandingan. Dan kemudian menonton pertandingan Liga Eropa tengah malam, pasti kopi sudah menjadi bagian hidup anda sehari-hari.
Kopi tak selalu pagi
Anda mungkin sudah familiar dengan peringatan “jangan minum kopi malam-malam”. Tapi sebenarnya tidak selalu begitu, terutama jika Anda beraktivitas malam hari atau pekerja shift malam.
Jika mengacu pada Youtube channel Dokter Tirta, kopi diminum sebelum olahraga itu tidak apa-apa. “selalu setiap habis latihan olahraga atau latihan fisik apa pun itu, kelar mandi baru ngopi. Kalau lari itu dapat itu juga endorphine, jadi ketika kita olahraga kita bisa meningkatkan endorphin dan menjadi booster endorphin yang membuat kita bahagia. Dan itu yang membuat kita addicted untuk latihan.”
Jadi kopi secara langsung memberi kita efek adiktif sehingga kita bisa gemar melakukan hal yang bisa bermanfaat bagi tubuh, sehingga kita bisa bahagia melakukan hal yang awalnya kita pikir membosankan ternyata menyenangkan.
Kopi Teman yang Tepat Berolahraga
Pasca workout atau olahraga, tubuh melepaskan endorfin yang membuat mood lebih baik atau suasana hati lebih baik. Kemudian kopi menjadi pelengkap untuk merelaksasi tubuh. Selama dosisnya aman kafein adalah stimulan yang aman, dan dikonsumsi dalam berbagai bentuk, mulai dari kafein murni hingga minuman dan makanan berkafein.
Mengkonsumsi kopi berkafein yang bertindak sebagai antioksidan, mampu melawan efek negatif seperti stress yang diakibatkan ketidakseimbangan antioksidan. Kafein juga bisa menurunkan tingkat pembentukan radikal bebas, melindungi sel-sel saraf dari stres dan kerusakan oksidatif. Pada sebuah studi mengungkapkan bahwa kafein mampu melindungi sel kulit dari stres oksidatif yang disebabkan oleh radiasi UV karena cara kerja mereka menargetkan SIRT3 untuk meningkatkan aktivitas SOD2.
Kafein dapat menekan kerusakan kulit yang disebabkan oleh sinar ultraviolet dan secara mekanistik dapat memfasilitasi eliminasi ROS, sehingga melindungi sel-sel kulit dari stres oksidatif yang disebabkan oleh radiasi UV. Maka ketika Anda mengonsumsi kafein sebelum running atau olahraga outdoor yang memungkinkan kulit terpapar sinar matahari, kafein bisa membantu mengurangi stres akibat sinar UV.
Tidak Semua Orang Cocok Minum Kopi Setiap Hari
Menurut interview Bersama dokter Decsa, dalam podcast Dokter Tirta ia mengatakan bahwa kopi ada porsinya masing-masing, terutama yang suka mengonsumsi kopi dengan gula aren atau susu.
“Ada batasannya jadi batasannya ya, kalau saya tergantung orang Indonesia kalau saya pribadi cocoknya tuh misalnya tambahan gula atau tambahan susu. 1 kopi gula aren sekitar 15 sampai 20 gram berarti maksimal 2 cups sehari.”
Kutipan wawancara tersebut sebenarnya belum sepenuhnya valid karena menggunakan konteksnya diri sendiri. Dokter Tirta yang pada saat itu bertanya mengungkapkan kalau dia menyukai es latte, kemudian rekannya sesama tim medis itu menjawab “Kalau cocok (efeknya) lanjutkan.” Artinya selama tidak ada efek samping lebih lanjut setelah mengkonsumsi kafein, kemungkinan tidak apa-apa.
Dalam interview yang sama, Dokter Tirta juga sempat bertanya “jadi yang bermasalah dari kopi itu gulanya atau susunya?”
Dokter Deksa kemudian menjawab “dua-duanya”.
Jadi dari kutipan interview itu bisa disimpulkan bahwa level bahaya konsumsi kopi tergantung dari masing-masing orang. Tidak bisa terlalu banyak minum kopi dengan gula, tidak dengan terlalu banyak susu, dan perhatikan pula kondisi asam lambung.
Dalam video terpisah, dokter Tirta juga menyebutkan dosis kopi yang biasanya ia minum “untuk kalian yang tidak memiliki penyakit darah tinggi atau hipertensi tidak memiliki riwayat penyakit aritmia alias gangguan Irama jantung dan tidak memiliki riwayat penyakit asam lambung, konsumsi kopi setiap hari dengan batas hari hanya sekitar 400 sampai 500 mg kafein masih dalam batas toleransi tubuh kita karena sifatnya Cafe itu stimulan jadi bisa membuat kita lebih konsentrasi dan cocok buat pre workout.”
