Connect with us
West Side Story
20th Century Studios

Film

West Side Story Review: Film Musikal Remake yang Lebih Memikat Secara Produksi

Akselerasi adaptasi pertunjukan Broadway dengan produksi film yang maksimal.

★ ★ ★ ★ ★
★ ★ ★ ★ ★

“West Side Story” (2021) merupakan film Steven Spielberg yang siap bersaing di The Academy Award ke-94 mendatang. Film drama musikal ini diadaptasi dari pertunjukan Broadway bertajuk sama pada 1957 oleh Jerome Robbins. Pada 1961, Robbins menjadi sutradara dari film adaptasi pertama dari “West Side Story”, bersama Robert Wise. Meski telah diadaptasi untuk kedua kalinya, sebetulnya tak ada banyak hal yang berubah dari naskah musikal ini. 

Pada 1957, terjadi perseteruan antara geng Puerto Rico, Sharks dengan geng pemuda asli New York, Jets di West Side, Manhattan. Sharks merasa sebagai pendatang yang didiskriminasi, sementara Jets merasa bahwa orang Puerto Rico telah mengambil kekuasaan di wilayah yang seharusnya bukan milik mereka. Di tengah perseteruan yang semakin memanas kisah cinta terlarang terjalin di antara Maria (Rachel Zelger) dan Tony (Ansel Elgort).

West Side Story

Keunggulan West Side Story Steven Spielberg dibandingkan versi 1961

Ketika menonton film drama musikal, sebagai penonton kita pasti memiliki ekspektasi bahwa aktor yang terlibat memang berbakat dalam menyanyi dan menari. “West Side Story” pada 1961, aktor tampil lipsync dengan rekaman audio pertunjukan Broadway aslinya. Sementara film adaptasi versi Steven Spielberg benar-benar memperdengarkan kemampuan bernyanyi dari semua aktor yang terlibat. Hal ini merupakan salah satu aspek yang patut diapresiasi sebagai kelebihan film musikal remake ini dibandingkan dengan film versi klasiknya. 

Rachel Zelger dan Ansel Elgort juga menari dan menyanyi dalam “West Side Story”. Film ini menjadi panggung debut sukses dari aktris 20 tahun tersebut sebagai Maria. Begitu juga dengan Elgort yang belum pernah menunjukan kelihaiannya dalam bernyanyi. Faktanya, aktor “Baby Driver” (2017) ini telah aktif bermusik semenjak 2014 silam. 

“America” menjadi adegan musikal terbaik di bawah arahan Spielberg. Jika versi klasiknya masih sangat Broadway, Spielberg mengarahkan adegan ini dengan sikap sebagai sutradara film. Dengan koreografi, screenplay, dan teknik pengambilan gambar yang lebih dinamis dan dramatis. Ariana DeBose mendominasi “America” dengan suara dan tariannya sebagai Anita. Penampilannya dalam lagu ini berperan besar dengan posisinya sebagai salah satu kandidat Best Supporting Actress dalam Oscar 2022. 

Perpaduan Desain Produksi dan Sinematografi yang Melahirkan Film Musikal Semarak

Sebagai film adaptasi remake, kita bisa melihat usaha Spielberg dan segenap team produksi untuk memberikan sajian yang baru dan fresh. Keunggulan utama “West Side Story” terbaru ini adalah sinematografi dan keseluruhan desain produksinya yang lebih semarak secara visual.

Kualitas dari berbagai aspek teknikal dalam film ini terbukti dengan berbagai kategori nominasi yang didapatkan dalam ajang Oscar mendatang. Mulai dari Best Cinematography, Best Production Design, Best Costume Design, dan Best Sound. Steven Spielberg juga mengungkapkan kekecewaan bahwa ketiga kategori yang berhasil diraih oleh “West Side Story”-nya tidak akan ditayangkan di siaran televisi. 

Desain kostum untuk film ini bisa dikategorikan sebagai kandidat kuat di Oscar 2022. Lebih dari menampilkan gaun dan setelan modis yang eye catching mendukung sinematografi, kita juga bisa melihat kontrasnya geng Sharks dan Jets dari pemilihan kostum. Jets identik dengan warna dingin (biru, putih, material denim), sementara Sharks tampil dengan warna panas (kuning, merah, oranye).

“West Story Side” musikal diakselerasi dengan teknik filmmaking yang sudah makin canggih dan kreatif. Kita bisa menikmati usaha yang dikeluarkan untuk mengeksekusi frame per frame dalam setiap adegan. Menghasilkan adegan musikal yang tak hanya menggugah secara audio, namun juga visual.

West Side Story

Naskah Pertunjukan Musikal yang Terinspirasi oleh Romeo & Juliet oleh Shakespeare

“West Side Story” banyak unggul dalam aspek teknikal dan produksi. Namun naskah yang disuguhkan sebetulnya tidak menyuguhkan sesuatu yang baru, bahkan dari materi sumbernya sekalipun. Jerome Robbins mengakui bahwa pertunjukan musikalnya tersebut terinspirasi dari “Romeo and Juliet” oleh William Shakespeare. Kemudian dimodifikasi untuk menjadi lebih modern dengan referensi rasisme dan diskriminasi yang lebih relevan. “West Side Story” Spielberg merupakan tontonan menarik bagi kita yang penikmat film yang peduli dengan hal-hal teknikal, namun naskahnya tidak terlalu memikat. 

Bagi kita yang tidak terlalu hobi menonton atau memiliki ketertarikan lebih dalam analisa produksi film musikal, mungkin akan cukup sulit untuk menikmati balada perseteruan Jets dan Sharks serta kisah cinta instan antara Maria dan Tony. Tak sekadar film musikal adaptasi yang mengandalkan kepopuleran materi sumbernya, Steven Spielberg dan segenap tim produksi “West Side Story” memiliki visi yang baru dalam mewujudkan setiap elemen dalam film ini. Meski kisah cinta Maria dan Tony jauh dari kata sempurna, film ini tetap juara dalam menyajikan film musikal yang dramatis. “West Side Story” kini sudah bisa kita streaming di Disney+ Hotstar.

Big Night! Big Night!

Big Night! Review: Tragicomedy yang Merekam Realitas Sosial Kaum Miskin Filipina

Film

Apakah James Bond Harus Selalu Kulit Putih?

Culture

avatar remastered 2022 avatar remastered 2022

Avatar Review: Masih Relevan untuk Penonton Masa Kini

Film

The Outsider Review The Outsider Review

10 Film Hollywood dengan Estetika Jepang

Cultura Lists

Connect