Connect with us
Thunder Force
Netflix

Film

Thunder Force Review: Film Superhero dengan Cita Rasa Parodi

Tidak memiliki apa yang dibutuhkan dalam sebuah film superhero.

★ ★ ★ ★ ★
★ ★ ★ ★ ★

“Thunder Force” merupakan film superhero komedi terbaru di Netflix dari sutradara Ben Falcone, dibintangi oleh Melissa McCarthy dan Octavia Spencer. Bukan dari semesta superhero manapun, “Thunder Force” merupakan naskah original dari Falcone tentang reuni dua sahabat masa kecil yang secara tidak sengaja harus tergabung dalam sebuah tim superhero.

Emily Stanton sebagai Bingo yang memiliki kemampuan tidak terlihat, bersama Lydia sebagai The Hammer dengan kekuatan super kuat. Keduanya memiliki visi untuk menjaga keamanan kota Chicago dari para Miscreant.

Bukan Film Superhero Komedi, Namun Film Parodi Superhero

Sentuhan komedi pada sebuah film superhero sudah bukan hal yang asing lagi. Studio besar seperti Marvel bahkan selalu memberikan skit atau materi humor dalam semua film superhero. Namun ada juga judul tertentu yang secara khusus dihadirkan sebagai film komedi seperti “Ant-Man” (2015) dan “Deadpool” (2016). Terkenal dengan materi film yang lebih gelap, DC juga berhasil mengeksekusi film superhero komedi dengan “Shazam!” (2019). Dengan begini kita memiliki patokan untuk menilai sebuah film superhero bergenre komedi yang dieksekusi dengan tepat.

Daripada film superhero komedi, “Thunder Force” lebih cocok dikategorikan sebagai film parodi superhero. Gaya penulisan naskahnya lebih mirip dengan film sekelas “Scary Movie” dan film parodi serupa dengan selera humor yang absurd dan terlalu konyol. Meski hendak menjadi film yang mengundang tawa, ada humor yang memang lucu, namun ada juga yang tidak berhasil mengigit penontonnya. Beberapa adegan humor yang ditampilkan tidak dieksekusi dengan momentum yang tepat, membuat adegan tidak lucu dan terasa canggung.

Thunder Force

Perkembangan Hubungan antar Karakter yang Membingungkan

Pertama, hubungan antara Emily dan Lydia pastinya menjadi aspek paling penting dalam kisah ini. Dalam babak pembuka, awal mula persahabatan keduanya terbentuk dengan baik, hingga akhirnya kedua berpisah dengan cara yang sudah cukup natural. Ketika kedua kembali bertemu secara spontan, tidak disediakan waktu yang tepat untuk membuat keduanya harus tiba-tiba bekerja dalam sebuah tim karena kecelakaan.

Sepanjang plot berlangsung, tidak ada cukup momen dimana keduanya kembali membangun hubungan sebagai super team maupun sahabat. Bahkan tidak tercipta sinkronasi yang apik antara kekuatan spesial keduanya, Emily sebagai Bingo memiliki kekuatan tidak terlihat yang nyaris tidak ada gunanya dalam setiap misi.

Selain hubungan antara dua karakter utama, ada hubungan lain yang muncul dari kubu antagonis. Di sini juga ada kejanggalan yang sangat aneh dan tidak rapi. Sesuatu yang nampak seperti konspirasi atau plot twist tidak disampaikan dengan penulisan naskah yang semestinya. Penulis jadi terkesan asal-asalan menciptakan hubungan dan peran sesukanya pada setiap karakter pendukung.

Desain karakter villain dalam “Thunder Force” bisa dibilang sangat payah dan tipikal sosok penjahat yang sekedar tergila-gila dengan kekuatan maupun tujuan basi seperti ‘menaklukan kota’ dalam skenario ini.

Thunder Force Netflix

Tidak Memiliki Apa yang Diharapkan dari Sebuah Film Superhero

Pada akhirnya, “Thunder Force” tidak memiliki apa yang seharusnya dimiliki oleh sebuah film superhero. Pertama, desain super team yang tidak saling melengkapi, tidak ada sinkronasi antara kedua karakter dengan kekuatan berbeda. Kedua, karakter villain dengan tujuan paling standar, yaitu untuk menguasai sebuah kota. Mungkin tidak ada yang salah dengan latar belakang tersebut, sayangnya eksekusi tidak terlalu apik dalam segi perkembangan plot.

Terlalu konyol hingga kita bisa menduga (dengan cara paling membosankan) bahwa sudah pasti Thunder Force yang menang apapun yang terjadi. Ketiga, tidak ada aksi dan adegan bertengkar yang diarahkan sebagaimana film superhero harus mampu menghadirkan adegan laga yang epic.

Sebagai film superhero komedi terbaru dalam liga Hollywood, “Thunder Force” hanya berakhir sebagai film parodi kualitas B dalam segi cerita. Tak ada semesta superhero yang menjanjikan dari film ini.

Click to comment

Girl From Nowhere Girl From Nowhere

Rekomendasi Serial Drama Thriller Remaja di Netflix

Cultura Lists

When I Grow Up Disney Junior When I Grow Up Disney Junior

When I Grow Up: What Do Your Little Ones Want to Be When They Grow Up?

Cultura Lists

Shadow and Bone Review Shadow and Bone Review

Shadow and Bone: Serial Fantasi Berlatar Militer Kerajaan dengan Sihir

TV

Things Heard and Seen Things Heard and Seen

Things Heard & Seen: Percampuran Horror Supranatural dan Drama Rumah Tangga

Film

Advertisement
Cultura Live Session
Connect