Connect with us
The Forty-Year-Old Version Review
Netflix

Film

The Forty-Year-Old Version Review: Krisis Karir Seniman Menjelang Usia 40

Radha Blank dengan berani memotret dirinya sebagai seniman yang mengalami midlife crisis.

★ ★ ★ ★ ★
★ ★ ★ ★ ★

“The Forty-Year-Old Version” merupakan film yang diproduseri, ditulis, disutradarai, dan dibintangi oleh Radha Blank. Film drama komedi ini merupakan semi-biografi dari pengalaman pribadi Radha sebagai seorang seniman yang berjuang di New York. Dalam kisah ini, Radha adalah seorang penulis yang sedang berusaha naskahnya untuk diproduksi di teater. Di tengah keterpurukan dan rasa putus asa, Radha mulai menemukan passion baru dalam bercerita melalui musik hip-hop.

Film ini memiliki konsep yang cukup serupa dengan Frances Ha (2012) karya Noah Baumbach. Sama-sama mengisahkan protagonis yang seorang seniman serta dieksekusi dengan sinematografi hitam putih yang khas. “The Forty-Year-Old Version” menyajikan kisah baru dari balada perjuangan seniman di New York.

The Forty-Year-Old Version

Netflix

Keberanian dan Kejujuran dalam Menulis Naskah Berbuah Kisah yang Otentik

Seperti yang telah disebutkan sebelumnya, The Forty-Year-Old Version merupakan film semi-biografi. Dalam film debutnya ini, Radha Blank dengan berani mengeksploitasi diri dan kehidupan pribadinya sebagai materi komedi. Hasilnya, film ini memiliki naskah yang terasa sangat otentik. Mulai dari percakapan dalam setiap adegan, perkembangan cerita, dan pastinya penokohan setiap karakter.

Mulai dari adegan percakapan pertama, Radha secara habis-habisan me-roasting dirinya sendiri. Dialog yang dihadirkan sangat memikat dan menyenangkan untuk disimak. Kita sebagai penonton akan terpicu untuk memberikan reaksi spontan seakan berada dalam situasi tersebut.

Radha sebagai protagonis memiliki penokohan yang sangat spesifik; wanita kulit hitam yang mengalami krisis paruh baya dalam kesendirian dan karir yang tak membawanya kemana pun. Dengan segala potret yang menggambarkan betapa sial dan payahnya Radha dalam film ini, Radha Blank justru menunjukan betapa banyak talenta dalam dirinya sebagai seorang seniman. Kita dapat film yang berkualitas, kisah yang dekat dengan kenyataan, serta penampilan rap dari Radha Blank yang benar-benar berkualitas, bukan gimmick semata.

Berhasil Membangkitkan Nuansa ‘Kehidupan Seniman di New York’ yang Khas

Eric Branco menjadi pengarah sinematografi yang mampu memvisualisasikan visi Radha akan film ini. Visual hitam putih yang dihadirkan berpadu dengan musik-musik hip hop berhasil membangkitkan suasana kehidupan urban di Harlem, New York, tempat tinggal Radha dalam kisah ini. Radha Blank punya banyak hal untuk disampaikan, kemasan visual yang monochrome membuat penonton jadi lebih fokus dengan cerita tanpa merasa overwhelming dengan aneka warna yang bisa saja distractive. Dengan kualitas naskah nyaris sempurna, presentasi sinematografi dari Eric Branco memberikan kemasan yang artistik, elegan, sekaligus raw pada film ini.

Pergerakan kamera yang diterapkan menjadi salah satu unsur ‘raw’ yang telah disebutkan. Ada kala dialog yang “panas” diikuti dengan pergerakan kamera yang dinamis. Editing pada frame terakhir film ini juga sangat mulus, ada sedikit kejutan pada frame penutup yang akan meninggalkan kesan manis pada penonton.

Perjuangan Seorang Seniman dalam Karir, Kesepian, dan Rasa Berkabung

“The Forty-Year-Old Version” mungkin tidak hanya relevan bagi para seniman yang sedang berjuang di New York, namun bagi siapapun dalam menempuh karir di kota besar. Dengan segala keramaian yang bisa kita rasakan di era modern ini, standard kehidupan telah mengubah gaya hidup orang yang sangat mungkin masih single dan hidup dalam kesendirian meskipun sudah lewat 30 tahun. Ada rasa gagal dan putus asa yang semakin menebal, apalagi ketika perasaan tersebut harus ditumpuk dengan rasa berkabung yang bisa datang kapan saja. Film ini dengan porsi yang tepat berhasil mencangkup tiga isu tersebut.

Hubungan persahabatan antara Radha dan Archie (Peter Y. Kim) menjadi salah satu pemanis dalam kisah yang cukup melelahkan ini. Begitu juga hubungan spontan Radha dengan D (Corwin C. Tuggles). Setiap karakter pendukung secara harfiah menjadi kekuatan yang mewarnai kisah ini dengan harapan dan optimisme tanpa harus terasa seperti klise.

Click to comment

Love and Monsters Review Love and Monsters Review

Love and Monsters Review: Petualangan Joel Melawan Monster Demi Cinta

Film

Two Distant Strangers Two Distant Strangers

Two Distant Strangers Review

Film

Thunder Force Thunder Force

Thunder Force Review: Film Superhero dengan Cita Rasa Parodi

Film

The Serpent Review The Serpent Review

The Serpent: Mengikuti Perjalanan Charles Sobrahj Memburu Hippie Traveler

TV

Advertisement
Cultura Live Session
Connect