Connect with us
Space Sweepers Review
Netflix

Film

Space Sweepers Review: Film Luar Angkasa yang Ambisius dari Korea Selatan

Film fiksi ilmiah penuh aksi dengan sentuhan drama dan isu lingkungan.

★ ★ ★ ★ ★
★ ★ ★ ★ ★

“Space Sweepers” merupakan film bertema luar angkasa terbaru dari Korea Selatan yang sudah bisa di-streaming di Netflix. Film ini disutradarai oleh Jo Sung-hee, kemudian dibantu oleh Yoon Seung-min dan Yoo-kang Seo-ae dalam penulisan naskah.

Diceritakan pada tahun 2092, planet bumi sudah terkontaminasi polusi dan semakin tidak ideal sebagai tempat tinggal manusia. Sebuah perusahan bernama UTS pun membangun sebuah orbit baru di luar angkasa, tempat tinggal artificial yang baru untuk manusia; namun hanya orang-orang terpilih saja yang bisa tinggal di properti UTS tersebut.

Ketika tampaknya sudah tidak ada harapan lagi bagi bumi, Tae-ho (Song Joong-ki) bersama geng pesawat pembersih sampah luar angkasa, Victory, menemukan bocah android bernama Dorothy. Dorothy dianggap berbahaya oleh UTS, namun pada akhirnya mampu memutar balik keadaan.

Space Sweepers Review

Netflix

Visualisasi Semesta Post-Futuristic dengan Produksi Kelas Hollywood

Jo Sung-hee mengembangkan naskah dan semesta “Space Sweepers” selama 10 tahun sebelum akhirnya memulai proses syuting pada tahun 2019 silam. Membangun semesta film bertema luar angkasa memang harus di kembangkan secara totalitas; ada banyak hukum fiksi ilmiah yang harus diciptakan, latar semesta yang ingin dihadirkan, hingga menentukan konflik dan objektif yang hendak dicapai. Belum lagi pertimbangan budget dan eksekusi produksi dan visual yang pastinya massive jika mau menjadi film yang berhasil. Proses pengembangan naskah yang cukup lama tersebut akhirnya memang berbuah manis.

“Space Sweepers” telah menambah segmentasi genre dan potensi produksi film di pasar Korea Selatan. Film bertema luar angkasa ini menyajikan semesta post-futuristic yang sangat detail dan maksimal. Mulai dari desain interior pesawat, hingga desain pesawat, satelit, busana, senjata, semuanya tampak detail dan otentik. Adapun adegan-adegan aksi di luar angkasa yang disajikan dengan directing yang seru dan berstatement pada sebagian besar babak dalam film. Kemudian diiringi dengan musik scoring dari Kim Tae-seong yang megah dan pas untuk menggaris bawahi adegan yang monumental.

Space Sweepers Review

Netflix

Adegan Aksi Ala Star Wars, Geng Victory Seperti Guardians of the Galaxy

Sumber inspirasi dari film “Space Sweepers” sendiri muncul ketika Jo Sung-hee mendengar cerita dari temannya tentang sampah luar angkasa yang berbahaya. Sampah luar angkasa memang sudah menjadi ancaman baru di masa depan kita, dengan banyaknya peluncuran roket atau satelit ke luar angkasa di sekitar planet Bumi. Muncullah ide yang akhirnya dimasukan dalam film ini dimana sekumpulan orang dari berbagai negara di masa depan bekerja sebagai tukang pembersih sampah luar angkasa untuk dijual.

Kita akan mengikuti petualangan Tae-ho, Captain Jang (Kim Tae-ri), Tiger Park (Jin Seo-Kyu), dan Bubs (Yoo Hae-jin, Kim Hyang-gi), sebagai tim pengumpul sampah luar angkasa dengan pesawat bernama Victory. Geng Victory ini akan mengingatkan kita dengan geng luar angkasa, Guardians of The Galaxy. Dimana setiap karakter memiliki ciri khas masing-masing dan latar belakang yang menarik. Interaksi yang terjalin antar karakter utama ini juga humoris serta memiliki solidaritas yang membuat kita sayang pada setiap karakter.

Cukup banyak referensi dari film yang sudah ada sebelumnya bisa kita temukan dalam film ini. Mulai dari directing aksi luar angkasa ala Star Wars, hingga isu pelestarian planet yang cukup serupa dengan film animasi “WALL-E” (2008).

“Space Sweepers” juga memiliki plot drama melankolis yang selalu ada pada setiap film Korea Selatan. Tak hanya berkat penulisan cerita, emosi dan adegan dramatis tercipta karena kualitas akting para aktor Korea yang selalu pandai “memanipulasi” penonton untuk ikut terhanyut. Namun ada cukup banyak aktor pendukung asing (bukan aktor Korea) yang menampilkan kualitas akting dan pembawaan dialog yang terasa canggung. Hanya Richard Armitage sebagai karakter dengan peran penting yang cukup menghadirkan akting dengan baik. Meski secara penokohan ada beberapa pengembangan yang masih kurang detail menuju babak terakhir.

Melewatkan Kesempatan untuk Menyampaikan Pesan yang Lebih Fokus Melalui Naskah

Ada cukup banyak objektif yang dimasukan dalam plot, kemudian dikembangkan menjadi cerita yang cukup panjang. Sekitar 30 menit pertama kisah terasa sangat lama, kita akan dibuat tidak sabar menuju konflik dan objektif utama. Meski pada babak akhirnya plot cukup terakselerasi dan semakin seru untuk disimak.

“Space Sweepers” jelas merupakan proyek film yang ambisius dari sineas Korea Selatan. Ada banyak hal yang ingin dieksplorasi dan disajikan dalam film ini. Sayangnya, ada terlalu banyak plot dan isu yang dimasukan, cerita jadi tidak fokus dan kurang memberikan statement pada akhir kisah. Padahal secara latar belakang cerita sudah relevan dengan konsep dunia nyata. Terutama tentang isu pelestarian planet bumi dan kapitalisme perusahaan ambisius tentang pengembangan peradaban di luar angkasa. Ada hal yang dilewatkan dalam eksekusi cerita maupun adegan yang memberikan statement akhir yang seharusnya bisa meninggalkan kesan tak terlupakan.

Click to comment
Advertisement
Cultura Live Session
Connect