Connect with us
Sia Music
Photo: Signature Entertainment

Music

Sia: Music – Songs From And Inspired By The Motion Picture Album Review

Berisi track-track solid, ‘Music – Songs from and Inspired by the Motion Picture’ justru kurang magis untuk menjadi hits.

★ ★ ★ ★ ★
★ ★ ★ ★ ★

Nama besar Sia sebagai musisi, produser, pencipta lagu, sampai penyanyi dengan sederet hits sudah tidak perlu diragukan. Tahun ini, Sia menambah daftar panjang profesi tersebut dengan menjadi produser sekaligus penulis untuk film musikal “Music”.

Dirilis oleh seorang musisi pop kenamaan, sudah sewajarnya bila perilisan “Music” dibarengi dengan peluncuran album. Walau Sia enggan mengkategorikan ‘Music – Songs from and Inspired by the Motion Picture’ sebagai album soundtrack. Sang penyanyi justru mengungkap bahwa ‘Music – Songs from and Inspired by the Motion Picture’ merupakan studio albumnya yang kesembilan. Menjanjikan kemungkinan akan adanya album soundtrack untuk “Music” dengan para pemeran dalam film tersebut.

Music by Sia

“Music” menceritakan mengenai seorang anak remaja berkebutuhan khusus bernama Music. Film pertama yang digarap oleh Sia sebagai sutradara ini menghadapi berbagai kontroversi sampai penilaian buruk bahkan sebelum perilisan. Salah satunya berkaitan dengan dipilihnya Maddie Ziegler, dancer yang sebelumnya menjadi bintang video klip “Chandelier,” untuk memerankan karakter dengan autisme. Cerita dalam film juga dinilai kurang sensitif bagi mereka yang berada dalam spektrum ini.

Bila filmnya mendapat review yang kurang memuaskan, Sia justru cukup berhasil menghadirkan track demi track solid untuk ‘Music – Songs from and Inspired by the Motion Picture’. Meski memang mau tidak mau saat mendengarkan album ini terbayang film musikal Music — walau (sekali lagi) Sia menyebut album ini bukan soundtrack untuk film.

“Together” yang menjadi track pertama di album ini saja sudah langsung membuat pendengar (terutama yang sudah lebih dulu menonton film Music) akan terbayang dengan scene di dalamnya. Lagu up-beat pop yang digarap oleh Sia bersama Jack Antonoff ini memiliki lirik uplifting, ditambah dengan nada-nada ceria.

Sia menghadirkan beberapa suara anak-anak yang bersama-sama menyanyikan mengenai cinta pada diri sendiri untuk mencintai orang lain: “Ooh, you can’t love me unless you love you too.” Secara keseluruhan, “Together” cukup solid mengantarkan pendengar untuk mendengarkan 13 track selanjutnya.

Track kedua sekaligus single yang dirilis untuk promosi album ini masih memiliki irama pop yang cerah. “Hey Boy” hadir dengan lirik lebih menggoda serta nada bouncy yang sangat kental akan ciri khas Sia. Sia sendiri menyebut dalam proses kreatif lagu ini ia memikirkan Rihanna; dan memang mudah membayangkan bagaimana RiRi akan membawakan lagu satu ini.

“Hey Boy” cukup catchy didengarkan berkali-kali. Meski sayangnya tidak cukup untuk menjadi hits. Dibandingkan versi dalam album, “Hey Boy” yang dibawakan oleh Sia bersama rapper asal Nigeria, Burna Boy lebih memiliki daya pikat.

Meski bukan album soundtrack, beberapa track terinspirasi dari film Music. Salah satunya “Saved My Life” yang ditulis bersama Dua Lipa. “Saved My Life” dibuka melalui intro bernada balada dengan permainan piano. Sebelum memuncak dalam peningkatan tempo dan sentuhan string yang lebih kaya. Power ballad ini mengingatkan pada rilisan-rilisan hits bernada balada lain dari Sia.

Saat melihat adanya nama David Guetta sebagai penulis lagu sekaligus kolaborator, saya membayangkan akan lahir hits serupa “Titanium.” Sayangnya “Floating Through Space” lebih condong pada pendekatan Sia pada musik pop. Dibandingkan sisi musikalitas Guetta.

“Floating Through Space” lahir sebagai dance pop dengan sentuhan synth dan elektro musik. Tempo upbeat mengiringi vokal Sia yang khas saat menyanyikan lirik berisi pengharapan serta kebersamaan: “We are like grains of sand, better to be holdin’ hands.”

Kemampuan Sia dalam menulis lirik yang simple tapi mengena memang belum sepenuhnya hilang. “Have I the courage to change?/ Have I the courage to change today?” menjadi narasi untuk “Courage To Change.” Track yang kaya akan instrumen string nan moody ini merupakan interpolasi dari lagu milik Pink, “Courage.” Sia membangun komposisi lagu dari intro bertempo lambat hingga chorus yang lebih menggelegar. Klimaks yang sepertinya hanya mampu dihadirkan oleh musisi sekelas Sia.

“Beautiful Things Can Happen” menjadi track berikutnya yang juga dipenuhi oleh ciri khas Sia. Piano-ballad track ini diproduseri oleh Labrinth dan memanjakan pendengar dengan vokal “pecah” yang menjadi ciri sang penyanyi.

Selain musik pop, ‘Music – Songs from and Inspired by the Motion Picture’ menyertakan sentuhan-sentuhan dari elemen lain. Electro pop yang kental akan nuansa klasik 80an dan moog synth di “Eye to Eye.” Lalu “Play Dumb” yang terdengar lebih vintage dengan instrumen bass serta synth, dan sentuhan hip-hop old school ala G-Funk. Serta “Lie To Me,” track dengan instrumen string yang menghadirkan kesan megah dari orkestra.

sia music songs from and inspired

Track dengan nuansa tropikal dance pop seperti “Miracle” mengingatkan akan mega hits “Cheap Thrill” yang dirilis pada 2016 silam.

‘Music – Songs from and Inspired by the Motion Picture’ hadir dengan track demi track solid yang membuktikan tangan emas Sia sebagai produser, penulis lagu, musisi, dan penyanyi. Masing-masing lagu di album ini memiliki komposisi yang pas; mulai dari intro dramatis sampai klimaks di chorus. Lirik yang dihadirkan Sia juga tidak kacangan. Memotivasi sekaligus menggoda dan memberi dorongan pada diri.

Sia tidak banyak bermain dengan metafora. Sebaliknya, lirik seperti “Twisted by terror/All my turmoil has taught me in a tide is now turned” untuk track “Saved My Life” justru terdengar sederhana, jujur, dan mendalam.

Album ini memang masih jauh bila dibandingkan ‘This Is Acting’ yang dipenuhi oleh hits track — yang sekaligus juga menyemen Sia sebagai mega bintang di tahun 2016. ‘Music – Songs from and Inspired by the Motion Picture’ memiliki deretan lagu-lagu apik dalam track list-nya. Namun kurang magis untuk bisa menjadi viral maupun hits.

“Hey Boy,” “Saved My Life,” “Courage To Change,” dan beberapa track lain memiliki bekal untuk menjadi radio hits. Selain kesuksesan komersial di chart. Sayangnya meski apik, lagu-lagu tersebut tidak cukup catchy untuk menjadi earworm dan membuat pendengar ingin memutar berkali-kali. Selain bisa juga karena keterkaitan album ini dengan film Music yang terlanjur memiliki pandangan kurang baik di publik.

Click to comment

Demi Lovato Demi Lovato

Demi Lovato: Dancing with the Devil… The Art of Starting Over

Music

Blxst Blxst

BLXST feat. Ty Dolla $ign & Tyga: Chosen Single Review

Music

Kang Daniel Kang Daniel

Kang Daniel: Antidote Single Review

Music

Dave Grohl, Mick Jagger Dave Grohl, Mick Jagger

Mick Jagger with Dave Grohl: Eazy Sleazy Single Review

Music

Advertisement
Cultura Live Session
Connect