Connect with us
sejarah esports

Games

Sejarah dan Masa Depan eSports

Di dalam eSports yang ditonjolkan bukanlah sebuah pergerakan fisik namun olahraga mental dan pikiran seperti catur dan bridge.

Kalau dulu pemain video game identik dengan anak anak, namun seiring dengan perkembangan teknologi pemain video game sudah mulai melebar ke mereka yang lebih dewasa. Perkembangan teknologi ini juga yang kemudian menggeser sebuah game menjadi eSports yang kini menjadi fenomena global.

Apa itu eSports?

eSports adalah sebuah singkatan dari Electronic Sports atau olahraga elektronik. eSports ini memang berangkat dari Gaming, namun ada perbedaan antara eSports dan Gaming. eSports adalah sebuah profesi dan gaming hanya sekedar rekreasi.

Gaming menggunakan game sebagai sebuah sarana rekreasi dan sama sekali tidak mempunyai tujuan profesional. eSports menggunakan game sebagai sebuah profesi dan bertujuan untuk profesional. Mereka akan menggunakan seragam seperti halnya atlet dari cabang olahraga lainnya. Para atlet eSports ini juga bermain secara tim dan dilatih oleh seorang pelatih profesional untuk meningkatkan performa tim.

Terlebih lagi dengan masuknya eSports ke Asean Games 2018 kemarin sedikit merubah pola pikir masyarakat yang selama ini menganggap kalau esports hanyalah sekedar bermain game belaka tanpa ada masa depannya.

Namun eSports sebenarnya sama dengan cabang olahraga lainnya dimana akan membawa dampak positif apabila pengelolaannya secara profesional. Ibaratnya seperti ini, sama sama menekuni dunia balapan namun balapan liar di jalan raya itu adalah salah, berbeda dengan balapan resmi di sebuah kompetisi resmi.

Di dalam eSports yang ditonjolkan bukanlah sebuah pergerakan fisik namun olahraga mental dan pikiran seperti catur dan bridge. eSports memenuhi syarat sebuah pertandingan kompetitif dimana membutuhkan teknik, strategi dan stamina untuk masuk sebagai sebuah cabang olahraga.

Sejarah dan Masa Depan eSports

Sejarah eSports

eSports sebenarnya sudah ada sejak era tahun 1970an atau tepatnya di tahun 1972. Dimana pada saat itu komputer adalah sesuatu hal yang masih sangat baru dan belum ada jaringan internet, ditambah lagi judul permainan video game masih sangat jarang untuk ditemui.

Kalau pada masa modern ini, kompetisi eSport paling terkenal adalah The International for Dota 2 dan Kejuaraan League of Legends(LoL) yang disaksikan lebih dari 20 juta orang dan berhadiah total hingga 2,8 juta Dollar AS untuk pemenang.

Di masa awal awalnya eSports yang kini menjadi sebuah fenomena global hanyalah bermula dari sebuah kompetisi yang dibuat oleh sebuah komunitas kecil di Universitas Stanford. Dimana pada saat itu diadakan sebuah kompetisi yang bernama Intergalactic Spacewar Olympic. Dimana ini adalah sebuah kompetisi untuk game Spacewar dan berhadiah gratis langganan majalah Rolling Stone untuk satu tahun. Dimana pada masa itu majalah Rolling Stone sedang hits.

sejarah esports dunia

Dari kompetisi inilah kemudian berbagai kompetisi game mulai bermunculan hingga pada tahun 1980an, sebuah developer game Atari mengadakan sebuah kompetisi game Space Invader dengan peserta yang cukup fantastis saat itu yaitu mencapai 10.000 peserta. Kompetisi ini kemudian menjadi fenomenal dan masuk ke dalam pemberitaan majalan Life and Time yang sangat terkenal di Amerika.

Masuk era 1990an, teknologi internet yang mulai berkembang membuat kompetisi game mulai meningkat pesat dan berkembang menjadi kompetisi online game. Di era inilah eSports mulai berkembang pesat dan game yang dipertandingkan mulai beragam.

Hingga akhirnya masuk ke era 2000an hingga sekarang dimana eSports sudah berkembang sangat pesat hingga puncaknya muncul The International for Dota 2 dan Kejuaraan League of Legends(LoL) dimana para pemenangnya akan menerima hadiah hingga jutaan Dollar AS dan membuat banyak pemain eSports di seluruh dunia membentuk tim mereka sendiri untuk dapat berlaga di kompetisi profesional.

masa depan dan sejarah esports

Masa depan eSports

Perkembangan dunia eSports yang semakin pesat membuat eSports menjadi salah satu peluang yang sangat menjanjikan. Terbentuknya IESPA atau Indonesia eSports Association membuat eSports tumbuh sebagai industri baru di Indonesia yang terus berkembang dengan pesat.

Berbagai kompetisi regional hingga nasional sudah mulai banyak bermunculan, yang terbaru adalah masuknya cabang eSports di dalam Asean Games 2018 dan Piala Presiden 2019 yang belum lama ini digelar.

Kompetisi yang semakin kompetitif ini kemudian menelurkan banyak pemain dan tim profesional asal Indonesia yang tidak hanya bisa berbicara di level nasional namun sudah mulai menembus level internasional.

Sebut saja Hansel Ferdinand atau yang dikenal dengan BnTeT, pemain CS:GO asal Indonesia yang saat ini bermain untuk Tyloo, tim powerhouse asal China ranking 22 dunia dan juga pemain dengan rating tertinggi. Muhammad “inYourdreaM” Rizky yang sempat bermain untuk Fnatic dan saat ini bermain untuk EVOS Esports sempat menggemparkan dunia eSports dengan menjadi pemain DOTA 2 dengan rank tertinggi di Server Asia Tenggara.

Selain itu ada juga tim NXL, tim legendaris Indonesia yang sudah banyak menyabet juara di berbagai event bergengsi. Recca eSports yang sempat berada di posisi 4 Asia dan posisi 37 dunia. EVOS eSports yang pernah mengalahkan Fnatic, tim besar asal Malaysia yang memiliki rank jauh diatas EVOS.

apa itu esports

6 jenis eSports yang sering dilombakan

Pada dasarnya ada cukup banyak jenis game yang bisa dijadikan kompetisi eSports. Namun hingga saat ini ada 6 jenis game yang sering dilombakan baik di level nasional ataupun internasional.

1. Multiplayer Online Battle Arena (MOBA)
Game yang melibatkan beberapa pemain yang tergabung dalam 1 tim dan bergerak dalam 1 map dimana pemenangnya adalah yang berhasil menghancurkan base musuh terlebih dahulu.
Game jenis ini yang banyak dilombakan : Dota 2, Heroes of The Storm, League of Legends, Mobile Legends: Bang Bang, Vainglory, dll.

2. First-Person Shooter (FPS)
Game simulasi tembak menembak dengan sudut pandang orang pertama tokoh yang dimainkan.
Game jenis ini yang banyak dilombakan : Doom, Quake, Counter-Strike, Call of Duty, Unreal Tournament, Halo, Painkiller, Battlefield, Cross Fire, Over Watch, Team Fortress 2, Rainbow Six, Alliance of Valiant Arms, Special Force 2, dll.

3. Real-Time Strategy (RTS)
Game simulasi strategi dalam jangka waktu yang lama, dimana pemain diharuskan untk menghimpun sumberdaya dan membuat strategi untuk mengalahkan lawan.
Game jenis ini yang banyak dilombakan : Star Craft: Brood War, Warcraft III, Warcraft II, Civilization, Stronghold Crusader, Company of Heroes, Empire: Total War, Age of Empire 2, The Battle for Middle-Earth, World In Conflict, Clash of Clans, dll.

4. Sports Games
Game olahraga baik itu dimainkan secara tim ataupun personal.
Game jenis ini yang banyak dilombakan : World Cyber Game, Electronic Sport League, Rocket League, NBA 2K, Madden NFL, FIFA, dll.

5. Racing
Game simulasi balap dengan berbagai medan seperti darat, air dan udara dengan sudut pandang orang pertama.
Game jenis ini yang banyak dilombakan : Track Mania, iRacing, Project CARS, dll.

6. Fighting Game
Game jenis ini adalah game yang paling banyak peminatnya sejak awal diluncurkan sejak sekarang.
Game jenis ini yang banyak dilombakan : Street Fighter, Mortal Combat, Tekken, Super Smash Bross, King of Fighter, Marvel VS Capcom, Killer Instinct, dll.

Click to comment

Leave a Reply

Advertisement Cultura Lists
Connect