Connect with us
taylor swift fearless
Twitter.com/taylorswift13

Entertainment

Perbedaan Album ‘Fearless’ Lama dari Taylor Swift dengan Versi Terbaru

Ambisi Taylor Swift yang tak main-main untuk mengklaim kembali hak cipta-nya.

Taylor Swift sedang sibuk-sibuknya di dapur rekaman lebih dari yang kita tahu. Setelah merilis dua album kejutan pada akhir tahun 2020; ‘folklore’ dan ‘evermore’, kali ini kembali mengejutkan para Swifties dengan rampungnya proses rekaman ulang album “Fearless”.

Melalui akun media sosial resminya, Taylor mengungkapkan bahwa “Fearless” akan dirilis ulang dengan tajuk “Fearless (Taylor’s Version)” pada 9 April 2021. Versi rekaman ulang album yang rilis pada 2008 silam ini berisi 26 track, termasuk 6 lagu yang belum pernah dirilis sebelumnya. Lagu-lagu tambahan tersebut ditulis oleh Taylor ketika dirinya masih 16 tahun dan 18 tahun.

 

View this post on Instagram

 

A post shared by Taylor Swift (@taylorswift)

Semenjak kontroversi Scooter Braun yang membeli dan menjual ulang master recording 6 album pertamanya pada tahun 2019 silam, Taylor Swift sudah sering mengungkapkan ambisinya untuk merekam ulang semua album lamanya. Tak sekedar ungkapan kemarahan yang terdengar “gila”, pengumuman ini menjadi bukti awal dari perjalanan Taylor yang benar-benar akan merekam ulang semua 6 album lamanya untuk mengambil ahli akan karya yang benar-benar Ia tulis sendiri.

Kita semua tahu bahwa Taylor Swift merupakan salah satu musisi yang menulis kebanyakan dari lagunya sendiri. Bagaimana setiap lagu pasti memiliki makna personal bagi musisi yang kerap disapa Tay Tay oleh penggemarnya ini. Mulai dari kisah cinta pertama yang polos, hingga lirik patah hati yang terinspirasi dari setiap mantannya. Taylor Swift merupakan penulis lagu yang mencintai setiap karyanya. Dimana secara harfiah setiap lagu, setiap album merupakan buku diary dari musisi 31 tahun ini.

Kita bisa melihat bagaimana Taylor Swift mengalami perkembangan secara musikalitas hingga kepribadian semenjak album pertamanya. Mulai dari “Taylor Swift” (2006) yang rilis ketika dirinya masih berusia 16 tahun, hingga “Red” (2012) yang menjadi transisi Taylor Swift yang awalnya cenderung menulis lagu country menuju karya-karya yang lebih semakin nge-pop.

“Love Story (Taylor’s Version)” terbaru pun telah dirilis, menjadi bentuk dari usaha pertama Taylor dalam merekam ulang lagu lamanya. Tak ada banyak perubahan aransemen maupun komposisi, warna vokal yang diperdengarkan juga masih sangat mirip dengan versi yang rilis pada 2008 silam.

“Fearless” merupakan album yang sangat berarti bagi Taylor dan merupakan awal dari ketenarannya di panggung musik internasional melalui single “Love Story”. “Fearless merupakan album yang penuh dengan keajaiban dan rasa ingin tahu, kebahagiaan dan kehancuran masa muda”, ungkap Taylor mengenai album keduanya tersebut.

Merilis ulang album “Fearless” bukan tentang perbedaan dalam segi aransemen atau komposisi, namun lebih pada hak cipta dan klaim Taylor Swift akan karya-karya lamanya. “Seniman harus memiliki karya sendiri untuk berbagai alasan”, tutur Taylor Swift.

Click to comment
Advertisement
Cultura Live Session
Connect