Connect with us
Mengapa Parasite Patut Memenangkan Best Picture Oscar 2020
Neon

Film

Mengapa Parasite Patut Memenangkan Best Picture Oscar 2020

Parasite lebih dari sekedar representasi film Asia di kancah Internasional.

Parasite karya Bong Joon-ho sedang menjadi trending topic di berbagai media karena baru saja memenangkan Best Picture Oscar. Selain Best Picture, film drama thriller ini juga berhasil membawa pulang 3 piala lainnya; Best Original Screenplay, Best Foreign Language Film, dan Best Director.

Kemenangan ini merupakan fenomena yang cukup jauh dari prediksi. Oscar kembali mengejutkan kita mengingat pada tahun 2018, “The Shape of Water” karya Guillermo del Toro menjadi film fantasi romantis pertama yang berhasil memenangkan Best Picture. Menjadi secercah harapan bahwa; siapa pun bisa memenangkan Oscar.

Dan akhirnya, pada perhelatannya yang ke-92 kemarin, Academy Award membuktikan bahwa; film Asia juga bisa memenangkan Oscar. Sejarah baru telah diukir oleh Bong Joon-Ho sebagai sutradara Asia pertama yang memenangkan penghargaan Oscar. Begitu juga dengan Parasite, film Asia pertama yang memenangkan Best Picture.

Parasite Lebih Dari Sekedar Film Asia Pertama yang Memenangkan Oscar

Apa “Parasite” hanya mengandalkan kepopuleran dan tingkat hype di masyarakat? Well, film ini melangsungkan screening pertamanya di Cannes International Film Festival pada Januari 2019 lalu. Dimana film ini belum rilis secara umum di bioskop-bioskop.

Para penonton Cannes Festival didominasi oleh kritikus dan juri yang sangat paham tentang film dan memiliki selera yang lebih universal jika dibandingkan dengan penonton di Amerika (dimana Academy Award berasal).

Melalui screening di festival bergengsi tersebut, Parasite berhasil meraih penghargaan Palme d’Or, penghargaan tertinggi di Cannes Festival dan kancah perfilman internasional.

Dari situlah, Parasite mendapat bekal promosi dengan penghargaan bergengsi di tangan mereka. Setelah mendapat sertifikasi berkualitas dari para kritikus film yang kompeten, Parasite ternyata juga berhasil mencuri hati para penonton dari segala lapisan masyarakat.

Film ini memiliki pesan untuk disampaikan tentang kesenjangan sosial dengan bukan dengan cara menggurui atau kemasan drama keluarga yang hangat dan mengharukan. Namun, dengan eksekusi yang tegas dan percaya diri, dengan kemasan thriller dan komedi satire yang menghibur.

Kita selalu meminta representasi. Sutradara wanita pertama, film karya kulit hitam pertama, dan berbagai representasi kaum lainnya yang masih belum belum menggenggam Oscar di tangan mereka. “Parasite” lebih dari sekedar film yang mempresentasikan film Asia di kancah perfilman internasional, film ini memang memenuhi berbagai poin dari sebuah film berkualitas yang perlu diapresiasi lebih.

Film Tentang Kesenjangan Sosial Dengan Kemasan Berani dan Eksentrik

Banyak media luar yang juga setuju bahwa “Parasite” layak memenangkan Oscar karena kualitas cerita yang disampaikan. Salah satu media yang menjagokan “Parasite” adalah The Guardian, yang menyebutkan bahwa film ini mengangkat tema kesenjangan sosial dengan lika-liku cerita yang naik turun dan dihantam dengan plot twist dipertengah cerita yang percaya diri.

Menghantarkan film yang diawali dengan materi komedi dan berbagai eksekusi cerdik yang jenaka. Menjadi drama thriller yang menegangkan dengan akhir cerita memilukan.

Bagai anak panah, Parasite menyampaikan pesan yang tepat sasaran dimanapun film ini ditonton. Mulai dari para kritikus dengan setelan bermerk dan sepatu yang mengkilap di festival bergengsi, maupun kita yang cuma menonton film di bioskop dengan kaos oblong.

Bagi masyarakat menengah atas, mereka bisa melihat perspektif lain akan keberadaan mereka dan bagaimana kehidupan di luar istana mereka. Mengapa orang miskin bisa menjadi “parasit” karena tuntutan hidup.

Sementara masyarakat biasa bisa merasakan bahwa kehidupan kadang terasa sekejam itu, dimana uang susah dicari dan terkadang kita harus merelakan harga diri. Bagaimana orang kaya terkadang terlihat menyebalkan karena segala keuntungan yang mereka miliki.

Bagaimana hujan badai bisa menjadi fenomena alam yang indah bagi keluarga kaya di rumah mewah mereka, sementara bencana bagi keluarga miskin yang tinggal di gorong-gorong kota.

Film menjadi lebih seru dan fresh karena dikemas dengan unsur thriller yang membuat kita tegang dan terkejut akan berbagai plot twist. Dan kita tak selalu meratapi nasib keluarga miskin di kisah ini karena ada sentuhan komedi satire dalam eksekusi keluarga Kim mengelabui keluarga Park.

Kita Sudah Bosan Pemenang Dengan Standard The Academy yang Umum

Jika kita melihat sejarah nominasi maupun pemenang Oscar, kebanyakan didominasi dengan film drama berdasarkan kisah nyata, biografi, dan pastinya; film yang diproduksi dengan bahasa Inggris.

Melalui wawancaranya dengan Vox, Bong Joon-ho berpendapat, “Oscar bukan sebuah ajang film internasional, mereka cukup lokal”. Padahal acara penghargaan ini memiliki penonton yang lebih universal dan ditayangkan hampir di seluruh negara. Lebih “merakyat” jika dibandingkan dengan beberapa festival film yang tampak eksklusif namun justru lebih menghargai banyak film internasional dalam lineup screening-nya.

Kita tidak akan menghujat setiap film yang telah memenangkan Oscar sebelumnya, karena semua film tersebut memang berkualitas dan memiliki produksi dengan dedikasi tinggi. Namun, ada harapan dari para penikmat acara penghargaan bergengsi ini, agar The Academy lebih terbuka dan memperluas segmentasi mereka dalam menentukan nominasi dan pemenang.

Karena tak hanya film Hollywood dan sekitarnya yang menyajikan karya film berkualitas. Kita bosan melihat film perang yang sudah jelas akhirnya, kita bosan melihat tokoh bersejarah dunia selalu diprediksi menjadi pemenang Oscar bahkan sebelum penghargaan diberikan. Kita menginginkan materi unik yang baru dan original, the underdog, untuk berdiri di bawah lampu sorot. “Parasite” memiliki semua unsur yang telah disebutkan tersebut.

Mungkin bukan kita saja yang bosan, dengan terpilihnya “Parasite” sebagai Best Picture, The Academy mengakui bahwa mereka juga bisa menikmati materi eksentrik dan berani dari film “Parasite”.

Click to comment

Leave a Comment

Knives Out Review Knives Out Review

Knives Out Review: Film Detektif Original yang Menghibur

Film

pemenang tiff 2019 pemenang tiff 2019

Jojo Rabbit Review: Melihat Perang Melalui Sudut Pandang Bocah 10 tahun

Film

Film dengan Efek Visual yang Buruk Film dengan Efek Visual yang Buruk

Film Dengan Efek Visual Yang Buruk

Film

Film 1917 Review Film 1917 Review

1917 Review: Film Perang Dengan Visual Memukau

Film

Advertisement
Connect