Connect with us
Maluma
Photo via rollingstone.com

Music

Maluma: #7DJ (7 Días En Jamaica) Album Review

Mengajak pendengar berdansa tanpa pusing memikirkan ideologi dan makna.

★ ★ ★ ★ ★
★ ★ ★ ★ ★

Hanya berselang 5 bulan setelah perilisan ‘Papi Juancho’, Maluma kembali dengan rilisan terbaru. Album kali ini tidak sekadar mengusung irama reggaetón biasa. ‘#7DJ’ (7 Días En Jamaica) terinspirasi dari perjalanan sang musisi ke Jamaica selama 7 hari di bulan Januari 2020 lalu. Hasilnya bisa diprediksi: sebuah album yang mengawinkan irama pop-reggaetón Kolombia dengan suara asli musik reggae dari Jamaika.

Digarap sebagai buah inspirasi setelah perjalanan penuh makna, Maluma menyisipkan berbagai elemen dari Jamaika dalam album ini. Mulai dari kolaborasi dengan artis Jamaika sekaligus pentolan musik reggae, Ziggy Marley dan Charly Black. Sampai hadirnya musisi tradisional Jamaika serta live instrument seperti terompet, saksofon, bass, dan drum.

Tinggal ketinggalan, perilisan album ini digenapi bersama 7 video sebagai selebrasi kehidupan lokal di pulau tersebut. Walau pada akhirnya, video yang dirilis tak ubahnya lookbook untuk liburan Maluma. Terutama dengan hadirnya sang co-star, Davina Bennett yang merupakan mantan Miss Jamaica.

Sebenarnya bukan hanya video dirilis bersamaan dengan peluncuran album saja yang layaknya lookbook dari momen berlibur Maluma dii Jamaika. Keseluruhan album ‘#7DJ’ pun memiliki kesan nyaris sama.

Maluma mengklaim ‘#7DJ’ sebagai bentuk apresiasi dan kecintaannya pada Jamaika dan Black kultur. Meski sayangnya, idealisme tersebut masih jauh dari yang bisa ditampilkan melalui ‘#7DJ’.

Album ini memang sangat jauh dari idealisme yang dibayangkan ketika membahas mengenai apresiasi musik reggae dengan peranan Urban Latino dan komunitas orang kulit hitam di Latin America. Maluma juga masih setia dengan rilisan yang berpegang teguh pada unsur komersial. Lagu-lagu dengan irama mainstream, lirik catchy menggoda yang akan sering diputar di radio.

“Tonika” menjadi track pertama sekaligus unggulan. Lagu yang begitu kaya akan irama musik reggae ini menjadi kolaborasi apik antara Maluma dengan Ziggy Marley. Lirik seksual yang menggoda dipadukan dengan irama yang mengajak pinggul bergoyang membuat track ini cukup nikmat didengarkan. Marley juga memberikan pengaruh yang pas. Tanpa menghilangkan signature musik dari Maluma.

Hanya saja bila dibandingkan dengan track-track apik di ‘Papi Juancho’, “Tonika” seolah kurang terdengar “nendang.” Tidak ada klimaks berarti hingga paruh akhir track ini pun berakhir membosankan.

Charly Black menyumbangkan suara untuk “Love”, yang mengusung melodi lebih santai dibanding track sebelumnya. Maluma disebutkan menggandeng instrumentalist lokal dari Jamaika demi menghasilkan irama timbre dengan resonansi organik. Hasilnya memang cukup memuaskan. Meski lagi-lagi, Maluma gagal all-out dan justru terdengar kurang memberikan upaya terbaik. Meski untuk track ini, sang pop-star tetap dibantu duo produser langganan: Edgar Barrera dan Rude Boyz.

“Love” boleh jadi sebagai “reggae nanggung.” Namun tanpa perlu diragukan, “Love” menjadi track paling catchy di album ini. Sepertinya tidak akan menunggu lama sebelum Maluma berhasil membawa “Love” merajai radio-radio. Bahkan dengan promosi yang tepat, track ini akan mudah menjadi viral di TikTok atau sosial media.

Pada track berikutnya, “Agua de Jamaica” dan “Desayun Arte,” Maluma membuktikan dirinya dapat memberikan vokal ciamik. Sedangkan “La Burbuja” membawa pendengar berpindah dari semilir segar angin di pinggir pantai dengan instrumen live ke pengap dan sesaknya klub. Pergantian irama musik yang menyenangkan. Sekaligus semakin menegaskan holiday vibe yang disuguhkan Maluma dalam track-track sebelumnya.

‘#7DJ’ hadir seolah souvenir dari liburan Maluma di Jamaika. Sang pop-star tidak cukup dalam menyelami kultur, sejarah, sampai elemen musik yang menjadi inspirasi untuk visual album ini. Hadirnya kolaborator musisi legendaris reggae ditambah dengan instrumentalis lokal yang bermain live instrumen tentu tidak cukup menunjukan idealisme yang diharapkan.

Selain itu, tidak ada sesuatu yang baru maupun menggetarkan dihadirkan oleh Maluma melalui ‘#7DJ’. Mulai dari “Tonika” yang merupakan carbon copy dari musik reggae. Sampai irama catchy dan mainstream “Love” tidak membawa perubahan yang berarti secara musikalitas.

Sebaliknya, ‘#7DJ’ menjadi album yang nikmat didengarkan di kala senggang. Track demi track yang dihadirkan Maluma berhasil merengkuh pendengarnya dan membawa mereka bergoyang. Maluma menggoda para pendengar melalui lirik seksi, vokal berat menggetarkan, dan permainan instrumen yang merasuk ke dalam sendi-sendi tubuh. ‘#7DJ’ mengajak pendengarnya berdansa, tanpa pusing memikirkan ideologi dan makna.

Click to comment

Demi Lovato Demi Lovato

Demi Lovato: Dancing with the Devil… The Art of Starting Over

Music

Blxst Blxst

BLXST feat. Ty Dolla $ign & Tyga: Chosen Single Review

Music

Kang Daniel Kang Daniel

Kang Daniel: Antidote Single Review

Music

Dave Grohl, Mick Jagger Dave Grohl, Mick Jagger

Mick Jagger with Dave Grohl: Eazy Sleazy Single Review

Music

Advertisement
Cultura Live Session
Connect